<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078</id><updated>2012-03-11T13:34:00.782+07:00</updated><category term='benefits'/><category term='d&apos; ArGuMenTatios'/><category term='batik Aceh'/><category term='ulang tahun ke-11 detikcom'/><category term='Honey'/><category term='opini'/><category term='lomba blog dijaminmurah.com'/><category term='ebook'/><category term='bee'/><category term='d&apos;DoctorZone'/><category term='goresan pena seorang LIZA'/><category term='feature'/><category term='lomba blog'/><category term='Novel'/><category term='d&apos;Pictures'/><category term='ungkapkan dengan sebuah gambar'/><category term='perahu kertas'/><category term='hanya sebuah ungkapan'/><category term='tangse'/><category term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category term='Lowongan Kerja'/><category term='Lomba nge-Blog Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-64'/><category term='diabetics'/><category term='laporan perjalanan'/><category term='opini-opini seorang anak rimba'/><title type='text'>Finding and Sharing</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>125</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-5444857802123597395</id><published>2011-12-02T22:22:00.001+07:00</published><updated>2011-12-07T18:27:23.491+07:00</updated><title type='text'>Disabilitas dan Pandangan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 14px; font: normal normal normal 100%/175% 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; text-align: left;"&gt;Kali ini aku ingin menulis tentang disabilitas, istilah baru yang digunakan untuk menggantikan kata cacat. Masih terdengar aneh memang, tetapi kata ini sepertinya lebih enak didengar dan konotasinya lebih baik dibandingkan dengan kata cacat. Berbicara tentang disabilitas, maka pasti yang terbayang adalah mereka yang tidak bisa melihat (tuna netra), tidak bisa mendengar (tuna rungu), tidak bisa berbicara (tuna wicara) atau mereka yang anggota tubuh mereka tidak normal seperti kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 14px; font: normal normal normal 100%/175% 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; text-align: left;"&gt;Mereka semua itu adalah orang-orang yang sebenarnya tidak memerlukan belas kasihan dari kita, tetapi mereka adalah orang-orang yang memerlukan pedampingan agar mereka mampu mandiri. Karena disabilitas yang mereka miliki otomatis mereka tidak dapat melakukan yang dilakukan orang normal karena fasilitas yang ada saat ini diperuntukkan bukan untuk mereka. Dengan demikian, yang perlu kita lakukan adalah memberikan ruang khusus untuk penyandang disabilitas agar mereka mampu berkreasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 14px; font: normal normal normal 100%/175% 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; text-align: left;"&gt;Namun yang sangat disayangkan adalah posisi penyandang&amp;nbsp;&lt;a href="http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html" style="color: #eabccc; text-decoration: none;"&gt;Disabilitas dan Pandangan Masyarakat&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang masih mendiskriminasikan mereka. Yang masih menganggap kalau penyandang disabilitas itu adalah orang-orang yang tidak mampu berbuat apa-apa. Penyandang disabilitas itu adalah orang-orang yang hanya mengharap belas kasih. Penyandang disabilitas itu adalah orang yang hanya membebani orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 14px; font: normal normal normal 100%/175% 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; text-align: left;"&gt;Yang perlu kita lakukan saat ini adalah menghilangkan pikiran tentang penyandang&amp;nbsp;&lt;a href="http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html" style="color: #eabccc; text-decoration: none;"&gt;Disabilitas dan Pandangan Masyakat&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang selalu menempatkan mereka sebagai orang yang tidak bisa mandiri. Tugas kita adalah menjadi pendamping mereka. Meletakkan mereka sejajar dengan kita. Bekerja sama dengan mereka dan melakukan berbagai hal dengan mereka. Tanpa diskriminasi tentunya. Bisakah? Tentu bisa. Jangan hanya mengharap dari pemerintah saja. Ya, walau pada dasarnya memang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membina penyandang disabilitas tersebut. Tapi, tau sendiri bagaimana pemerintah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa baca tulisan ini juga ya&amp;nbsp;&lt;a href="http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html"&gt;http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-5444857802123597395?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/5444857802123597395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2011/12/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5444857802123597395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5444857802123597395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2011/12/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html' title='Disabilitas dan Pandangan Masyarakat'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-3808985852009270103</id><published>2010-10-23T22:57:00.002+07:00</published><updated>2010-10-23T22:57:30.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Blog, Media Sosial yang Efektif Untuk Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/TMMFBj2WVWI/AAAAAAAAAls/6nIhc9ugnUw/s1600/2788773_blog.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/TMMFBj2WVWI/AAAAAAAAAls/6nIhc9ugnUw/s320/2788773_blog.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.MsoHeader, li.MsoHeader, div.MsoHeader	{mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Header Char";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	tab-stops:center 3.25in right 6.5in;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter	{mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Footer Char";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	tab-stops:center 3.25in right 6.5in;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.HeaderChar	{mso-style-name:"Header Char";	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:Header;	mso-ansi-font-size:11.0pt;	mso-bidi-font-size:11.0pt;}span.FooterChar	{mso-style-name:"Footer Char";	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:Footer;	mso-ansi-font-size:11.0pt;	mso-bidi-font-size:11.0pt;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:84.95pt 84.95pt 84.95pt 113.75pt;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Seiring bertambah pesatnya pengguna internet di Indonesia yang pertumbuhan rata-ratanya mencapai 49 persen pertahun, maka pengguna media sosial yang merupakan&lt;/span&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; media&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;online dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini tentu akan berdampak positif jika penggunaan aplikasi-aplikasi yang ada di internet (seperti media sosial) ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, salah satunya adalah untuk membantu proses belajar-mengajar.&lt;/span&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Salah satu bentuk media sosial yang dapat dipergunakan oleh seorang pendidik dengan peserta didiknya adalah blog.&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Blog adalah singkatan dari weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu di&lt;i&gt;update&lt;/i&gt; secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para narablog (blogger). Blog yang pada mulanya merupakan “catatan perjalanan” seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar cerdas mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Media blog dapat dikategorikan sebagai &lt;i&gt;e-learning&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;  Sebuah blog dapat dijadikan media belajar interaktif, misalnya sebuah komunitas guru di sebuah sekolah &amp;nbsp;membuat blog yang isi atau konten sebuah blog menyangkut mata pelajaran yang diajarkan masing-masing guru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Selain itu, aplikasi-aplikasi yang terdapat dalam sebuah blog seperti video, gambar, ataupun konten-konten lainnya juga dapat dimanfaatkan untuk membuat metode pangajaran lebih atraktif. Misalnya dengan memasukkan video ataupun gambar yang berhubungan dengan pelajaran yang diajarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam hitungan saat ini, jumlah mata pelajaran di sekolah tidak lebih dari 20 macam. Jadi jika setiap daerah ada guru yang aktif &lt;i&gt;ngeblog&lt;/i&gt; untuk satu fokus pelajaran tertentu maka pendidikan Indonesia akan dengan cepat maju. Sebab isi blog bisa apa saja, bahkan akan sangat menggigit. Dan tidak akan keluar jalur, karena pengunjung blog bisa saja memberi kritiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hadirnya blogger yang juga berprofesi sebagai guru jelas akan memberikan nilai tambah terhadap kemajuan dunia pendidikan. Seperti yang dipaparkan oleh Sawali (seorang guru dan juga blogger), dunia pendidikan akan makin berkembang secara dinamis karena banyak pemikiran dan ide kreatif dari para guru yang terabadikan melalui internet. Hal ini tentu saja akan semakin memudahkan para pemerhati dan pengamat dunia pendidikan untuk menemukan semangat kaum pendidik di negeri ini dalam menekuni dunianya. Tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah-masalah pendidikan, dengan demikian, akan semakin mudah ditemukan di &lt;i&gt;search engine&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Selain itu, blogger yang berprofesi sebagai guru akan terpacu semangatnya untuk bertindak secara kreatif dan inovatif dalam mengemas proses pembelajaran yang menarik dan memikat. Semangat pembelajaran berbasis pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan akan semakin membumi dan membudaya di ruang-ruang kelas sehingga dunia pendidikan tak lagi menjadi “penjara” yang memasung kebebasan berpikir siswa didik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Persaudaraan dan silaturahmi dengan sesama bloger, baik dari kalangan guru maupun non-guru juga akan terjalin, sehingga akan terbangun suasana keakraban di antara sesama anak bangsa yang sanggup membunuh benih-benih primordialisme sempit berbasiskan kesukuan alias kedaerahan, kelompok, suku, atau agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Blog bisa memperpendek jarak ruang dan waktu sehingga intensitas komunikasi bisa terjalin lebih akrab dan familiar. Bukankah ini sebuah kontribusi nyata dari para bloger dalam menciptakan nilai-nilai kerukunan di antara sesama warga bangsa? Jika atmosfer semacam itu bisa terus berlangsung, jelas akan mampu memperkuat fungsi dan peran dunia pendidikan sebagai agen kebudayaan yang akan mempertautkan dan menyatukan perbedaan etnik menjadi sebuah kebersamaan yang mengagumkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kebiasaan dan budaya mengekspresikan pemikiran-pemikiran kreatif ke dalam sebuah tulisan, setidaknya akan sangat memengaruhi pola dan gaya berpikir seorang guru. Ini artinya, blog bisa menjadi wahana yang tepat dan strategis untuk mengembangkan nilai-nilai kependidikan, kepribadian, profesional, dan sosial seorang guru dalam menjalankan aktivitasnya, baik di dalam mauoun di luar dunia pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Blog juga bisa menjadi media interaktif untuk mewujudkan pembelajaran elektronik yang dialogis dan demokratis sehingga kompetensi siswa bisa berkembang dengan baik. Dalam memberikan tugas, baik terstruktur maupun tidak terstruktur, misalnya, seorang guru bisa memostingnya di sebuah blog, kemudian siswa diberikan kebebasan dan kemerdekaan kreatif untuk menjawab, menyampaikan pendapat, sanggahan, atau usulan melalui kolom komentar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hal ini akan sangat berbeda susasananya jika siswa bertatap muka secara langsung dengan sang guru yang seringkali dihadapkan pada kendala-kendala psikis, seperti rasa sungkan, takut, atau malu. Dari sisi ini, blog bisa menumbuhkan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat yang selama ini menjadi hambatan klasik dalam proses pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tentu saja, masih ada nilai tambah yang lain ketika guru mampu memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Selain itu, penggunaan internet oleh siswa menjadi lebih berguna dan metode &lt;i&gt;elearning&lt;/i&gt; telah dapat dijalankan. Meskipun demikian, harus diakui, bukan persoalan yang mudah untuk menjadikan blog sebagai magnet yang mampu memikat para guru dan siswa. Selain kendala jaringan infrastruktur internet yang belum merata di berbagai daerah, juga masih muncul adanya kesenjangan kompetensi guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam kondisi demikian, dibutuhkan komitmen dan kebijakan para pengambil keputusan untuk tak henti-hentinya mengakrabkan guru dan juga siswa pada dunia blog secara simultan dan berkelanjutan dengan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam melakukan aktivitas &lt;i&gt;ngeblog&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;PS : Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti #pb2010 dan #xlcontest&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-3808985852009270103?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/3808985852009270103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2010/10/blog-media-sosial-yang-efektif-untuk.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3808985852009270103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3808985852009270103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2010/10/blog-media-sosial-yang-efektif-untuk.html' title='Blog, Media Sosial yang Efektif Untuk Pendidikan'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/TMMFBj2WVWI/AAAAAAAAAls/6nIhc9ugnUw/s72-c/2788773_blog.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-7398557987631267010</id><published>2010-03-26T20:42:00.002+07:00</published><updated>2010-03-26T20:46:07.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perahu kertas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ebook'/><title type='text'>Novel Perahu Kertas (Download Ebook)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://daratangse.blogdetik.com/files/2009/09/pk_3d_small-300x228.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://daratangse.blogdetik.com/files/2009/09/pk_3d_small-300x228.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/19480892/Perahu-Kertas-Dee"&gt;&amp;nbsp;DOWNLOAD DI SINI&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Novel ini awalnya hanya bisa didapatkan dengan menggunakan wap XL, kemudian muncul bab per bab dalam versi ebook. Ada 10 bab yang sempat kubaca pada awal Januari 2009. Itu belum selesai, total babnya 12, dan aku baru mendapatkan pada bulan September. Delapan bulan berikutnya. Hm, tanpa memperpanjang mukaddimah, berikut ini aku sisipkan synopsis ceritanya yang langsung saya ambil dari Journal of a 55-Days Novel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-7398557987631267010?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/7398557987631267010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2010/03/novel-perahu-kertas-download-ebook.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7398557987631267010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7398557987631267010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2010/03/novel-perahu-kertas-download-ebook.html' title='Novel Perahu Kertas (Download Ebook)'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-1566246836945642477</id><published>2010-01-15T19:28:00.001+07:00</published><updated>2010-01-15T19:34:13.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bee'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honey'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='benefits'/><title type='text'>Ingredients and Benefits of Honey</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Honey is very much content and useful to man. Ingredients contained in honey are: sugar (glucose and fructose), a variety of minerals (calcium, potassium, magnesium, sodium chlorine, sulfur, iron and phosphorus) and vitamins (B1, D2, B3, B5, B6 and C). Honey also contains small amounts of several kinds of hormones, copper, iodine and zinc, in other words almost all the necessary human body.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Honey protect the body from narrowing of capillary complaint (capilerllary) and arteriosclerosis (blood vessels to the heart) and also kills bacteria. When taken with cool water, honey blend into the bloodstream in just seven minutes, with an element of healing so fast and good for the body. Honey is also very effective with antiseptic quality content.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The benefits of honey, among others: increasing endurance, increase sexual arousal, increase the milk production, high blood pressure cure, blood and urine launched, heat cured in, cure rheumatism, improving brain function, heals burns, good for skin care, treating sinusitis, colds, coughs, etc..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-1566246836945642477?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/1566246836945642477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2010/01/ingredients-and-benefits-of-honey.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1566246836945642477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1566246836945642477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2010/01/ingredients-and-benefits-of-honey.html' title='Ingredients and Benefits of Honey'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-5209626740156249787</id><published>2010-01-15T18:52:00.001+07:00</published><updated>2010-01-15T18:52:20.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diabetics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bee'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honey'/><title type='text'>Honey is Safe for Diabetics</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/S1BWtp9dOzI/AAAAAAAAAlA/7L8l7UlHCyM/s1600-h/honey.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="285" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/S1BWtp9dOzI/AAAAAAAAAlA/7L8l7UlHCyM/s320/honey.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Almost everyone knows he health benefits of honey. Pure honey is safe even for people with diabetes mellitus. High content of fructose in honey helps stimulate the natural production of insulin for diabetes. During this diabetes or diabetes tend to limit the consumption of sugar. No wonder, emerging artificial diets sugar bid to keep blood sugar levels under control. Not many people look at honey for sugar used as replacement options. It is quite reasonable, many chapters have diabetes who feel honey has high sugar content.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr.Aznan Lelo, Sp.FK, PhD, an expert beekeeping products from the Faculty of Medicine, University of North Sumatra, judging that honey can be used as a sugar substitute safe and effective for diabetes. If in case your blood sugar after taking the honey, may be it is not pure honey.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"For diabetes, insulin from the outside is needed to convert sugar into energy. If no insulin, blood sugar levels rise. Honey actually contains fructose, which can stimulate the production of insulin. So very different working principles. Fula require insulin to be energy, while the honey actually spur insulin production naturally, "he explained in a seminar jperlebahan products and their benefits held in Jakarta High Desert.&lt;br /&gt;(source: tabloid Senior No. 384/24-30 November 2006) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-5209626740156249787?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/5209626740156249787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2010/01/honey-is-safe-for-diabetics.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5209626740156249787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5209626740156249787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2010/01/honey-is-safe-for-diabetics.html' title='Honey is Safe for Diabetics'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/S1BWtp9dOzI/AAAAAAAAAlA/7L8l7UlHCyM/s72-c/honey.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-4654272845110789086</id><published>2009-11-12T06:39:00.003+07:00</published><updated>2009-11-14T17:12:25.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><title type='text'>Aku Menangis...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SvtKyoq3IJI/AAAAAAAAAkw/D9GfHKJg1Ac/s1600-h/air-mata.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SvtKyoq3IJI/AAAAAAAAAkw/D9GfHKJg1Ac/s320/air-mata.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Aku menangis saat sebuah persahabatan murni menjadi kemustahilan&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Aku menangis saat kejujuran menjadi lakon yang jarang dilakukan&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Aku menangis saat keikhlasan berubah menjadi kemunafikan&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Aku menangis saat kemungkaran berubah menjadi kebajikan&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Aku menangis saat aku melihat keadilan dianggap tindakan memalukan dan tindakan anarkis menjadi undang-undang&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Aku menangis saat aku melihat seorang ayah yang berdiri lemah di hadapan buah hatinya yang sakit, lalu ia meminta tetangganya yang Allah anugerahkan nikmat agar ia memberinya sejumlah uang untuk mengobati anaknya, lalu sang tetanggatidak mau memberikannya dengan alasan bahwa ia membutuhkan uang itu untuk menghadiri pesta&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Aku menangis saat ajaran agama dan nilai luhur budaya kita mengalami kemunduran&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Aku menangis saat materi telah memperkosa nilai-nilai arif dan prinsip-prinsip kebajikan, sehingga orang yang zalim berubah menjadi miskin dan orang yang dizalimi berubah menjadi anarkis&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Aku menangis saat rasa malas dan menunda-nunda kesungguhan itu muncul.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Aku menangis saat itu…  Saat membaca  buku “Dahsyatnya Terapi Air Mata” yang isinya mengalir kata-kata indah tentang tangisan, air mata ini mengalir deras. Aku menangisi diriku yang selalu memaksakan diri untuk tidak menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang menangis, maka ia telah mengeluarkan semua beban yang berhimpit di dalam hatinya, baik itu emosi, kesusahan hati, ataupun kesedihan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;sumber foto &lt;/span&gt;: &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;http://2.bp.blogspot.com/_qqR_z4Jpaxs/SdcNtl-SoiI/AAAAAAAAAdY/C-wooXF_z0A/s320/air-mata.jpg &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-4654272845110789086?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/4654272845110789086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/11/aku-menangis.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4654272845110789086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4654272845110789086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/11/aku-menangis.html' title='Aku Menangis...'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SvtKyoq3IJI/AAAAAAAAAkw/D9GfHKJg1Ac/s72-c/air-mata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-7129014874075436108</id><published>2009-11-10T14:34:00.001+07:00</published><updated>2009-11-10T14:37:12.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Untukmu Pahlawanku</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Siapakah pahlawan itu? Apakah sosok pahlawan adalah mereka yang pernah mengangkat senjata dalam perlawanan melawan penjajah dan sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 33 Tahun 1964? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;Di dalam pasal itu tertulis bahwa, yang dimaksud pahlawan adalah a)warga Negara Republik Indonesia yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai/merebut/mempertahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Calon juga telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara dan telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia. b)Pengabdian dan perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya (tidak sesaat) dan melebihi tugas yang diembannya.c)Perjuangan yang dilakukannya mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.d)Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.e)Memiliki akhlak dan moral keagamaan yang tinggi.f)Tidak pernah menyerah pada lawan/musuh dalam perjuangan.g)Dalam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nilai perjuangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sehingga dari kriteria-kriteria itu diangkatlah Cut Nyak Dhien, Pangeran Dipenogoro, Pattimura, dan lain-lain menjadi Pahlawan Nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Atau pahlawan itu adalah sosok yang gagah berani yang membela kebenaran seperti yang kerap kita tonton dalam film-film laga seperti Batman, Superman, Spiderman, dan lain-lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semuanya tidak salah. Karena menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa (1988), kata pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Jadi ada tiga aspek kepahlawanan, yakni 1) keberanian, 2) pengorbanan, 3) membela kebenaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Selama ini, mungkin pemahaman kita tentang pahlawan hanyalah terbatas pada mereka yang telah disebutkan di atas. Wajar saja karena dengan keberanian dan pengorbanannya, mereka telah memberikan sumbangsih yang besar untuk negeri ini. Begitu juga dengan sosok jagoan yang diperankan dalam film, mereka dianggap pahlawan karena berhasil menumpas habis musuh-musuh yang mengganggu keamanan penduduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;Namun, seorang pahlawan tidaklah terbatas pada kriteria-kriteria di atas saja. &amp;nbsp;Pahlawan juga &amp;nbsp;akan lahir bila saat ini kita memiliki sikap berani dan rela berkorban untuk melakukan perubahan terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Pahlawan itu mencirikan sosok yang berani dan rela berkorban. Darinya lah karya-karya besar akan terlahir ke dunia ini dan tentu saja yang bermanfaat bagi kita semua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Tangan-tangan dingin para pahlawan; mereka mengubah tantangan menjadi peluang, kelemahan menjadi kekuatan, kecemasan menjadi harapan, ketakutan menjadi keberanian, dan krisis menjadi berkah”(M. Anis Matta, LC.dalam buku mencari pahlawan Indonesia).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Oleh karena itu, untuk menjadi sosok pahlawan tidaklah harus sama persis dengan PerPres atau jagoan dalam film. &amp;nbsp;Sangat banyak pahlawan yang ada di sekeliling kita yang perjuangannya bahkan melebihi pahlawan nasional sekalipun. Contohnya saja ibu kita. Bagaimana perjuangannya saat kita di dalam kandungan, ketika ia melahirkan kita ke dunia, bahkan banyak diantara mereka yang gugur saat itu. Belum lagi tentang jerih payah dan pengorbanannya saat ia membesarkan kita. Kalau diberikan penghargaan, maka tidak hanya gelar pahlawan nasional yang ia dapatkan, tapi pahlawan dunia, layak kita sandangkan baginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bahkan kita sendiri juga bisa menjadi pahlawan ketika kita berani dan rela berkorban dalam membela kebenaran. Tidak perlu jauh-jauh, kita bisa menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri. Seorang ayah atau bisa menjadi pahlawan untuk keluarganya. Seorang satpam bisa menjadi pahlawan untuk orang-orang yang dengan adanya dia mereka merasa lebih aman. Siapapun juga asalkan ia menonjol dengan keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, dalam bentuk apapun itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;Selamat Hari Pahlawan 10 November 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-7129014874075436108?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/7129014874075436108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/11/untukmu-pahlawanku.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7129014874075436108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7129014874075436108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/11/untukmu-pahlawanku.html' title='Untukmu Pahlawanku'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-1345598726281603428</id><published>2009-11-06T20:42:00.002+07:00</published><updated>2009-11-06T22:33:20.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>Sudahlah...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SvQ5tR-zLwI/AAAAAAAAAko/NfojDsNNiGM/s1600-h/Peach-Bloom-Spring.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SvQ5tR-zLwI/AAAAAAAAAko/NfojDsNNiGM/s320/Peach-Bloom-Spring.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sudahlah, tak ingin kurisaukan lagi&lt;br /&gt;Biarkan saja semuanya seperti itu&lt;br /&gt;Jangan kau hiraukan lagi&lt;br /&gt;Aku dan dia hanyalah sentrofi&lt;br /&gt;Tak ada mutual&lt;br /&gt;Semua semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, biarkan saja semuanya tetap seperti itu&lt;br /&gt;Merah,&lt;br /&gt;Turun ke bawah,&lt;br /&gt;Hancur,&lt;br /&gt;Ah, sudahlah&lt;br /&gt;Hancur saja,&lt;br /&gt;Lelah aku&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak kutahu apa inginnnya&lt;br /&gt;Tidakkan ia sadar, atau sedikit merasa iba melihatku?&lt;br /&gt;setiap hari hanya mencoba memberikan yang terbaik untuknya.&lt;br /&gt;Sekarang semua menjadi merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hmmm, bingung. Aku benar-benar bingung dengan nasib blogku sekarang ini. Lelah sudah mengutak-atiknya, sampai akhirnya aku jenuh. Apa yang harus kulakukan agar dia kembali menjadi normal? Kolomnya tetap pada tempatnya tanpa harus turun ke bawah?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-1345598726281603428?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/1345598726281603428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/11/sudahlah.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1345598726281603428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1345598726281603428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/11/sudahlah.html' title='Sudahlah...'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SvQ5tR-zLwI/AAAAAAAAAko/NfojDsNNiGM/s72-c/Peach-Bloom-Spring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-7678796026769088061</id><published>2009-11-02T22:45:00.003+07:00</published><updated>2009-11-14T16:04:59.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;Pictures'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>ABC Rayakan HUT ke 2</title><content type='html'>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="rumoh" class="aligncenter size-medium wp-image-118" height="300" src="http://daratangse.blogdetik.com/files/2009/11/rumoh-287x300.jpg" width="287" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari Minggu kemarin (0111) menjadi hari yang sangat bersejarah bagi &lt;a href="http://acehblogger.org/"&gt;Aceh Blogger Community&lt;/a&gt; atau yang lebih popular dengan sebutan ABC. Karena hari itu perkumpulan blogger Aceh ini merayakan ulang tahunnya yang ke 2. Sudah dua tahun ABC yang diprakarsai oleh Fadli Idris, Aulia Fitri, Fadhul Fahmi, dan Muhammad Ridha berwara-wiri di jagad maya  ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dua tahun bukanlah waktu yang singkat untuk ABC mengepakkan sayapnya. Tiga ratus member lebih yang terdaftar di agregat ABC. Berbagai kegiatan telah dilakukan. Seperti pelatihan ngeblog untuk para pelajar dan mahasiswa yang telah dilaksanakan diberbagai berbagai daerah di Aceh. Aksi penggalangan dana untuk Muslim Rohingya, penduduk minoritas yang diusir dari negaranya Myanmar dan kemudian terdepak di pesisir Aceh. Sosialisasi dan pelatihan &lt;a href="http://acehpedia.org/"&gt;Acehpedia&lt;/a&gt;, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan lain yang telah dilakukan yang tentunya bertujuan untuk memperkenalkan IT kepada seluruh masyarakat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalo memflashback tahun-tahun sebelumnya, ABC sekarang sudah sangat diperhitungkan dalam ranah dunia blogging. Dan kalo dulunya hanya berkomunikasi daring (dalam jaringan atau online) dengan sesama membernya maka sekarang ABC sudah memiliki sekretariatnya sendiri yang diberi nama Rumoh Blogger. Nah, kalo mau rapat atau sekedar kopi darat dengan sesama ngga perlu lagi warung kopi yang dijadikan tempatnya. Datang saja ke Rumoh Blogger yang di dalamnya juga tersedia wi-fi gratis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada ultah yang kedua ini,&amp;nbsp; para personel ABC memilih pantai Ujong Batee sebagai tempat perayaannya. Setelah semuanya berkumpul di Rumoh Blogger yang terletak di Jl. Kupula 2 Lampriet Banda Aceh, pada pukul 10.30 waktu Nanggroe Aceh berangkatlah para blogger ke tempat tujuan dengan menggunakan sepeda motor masing-masing serta membawa berbagai perlengkapan dan makanan untuk perayaan. Dan yang mendominasi dari semua barang-barang yang dibawa adalah kerupuk dan kacang. Kue tartnya mana???  Ups tunggu dulu, ada juga 5 bungkus hadiah untuk yang berhasil memenangkan perlombaan di ultah ABC. Denger-denger hadiahnya berupa modem, flash disk, dan mouse. Kotaknya gede-gede banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Matahari di Minggu itu sangat cerah, secerah hati para blogger Aceh yang sedang merayakan hari jadinya. Hanya memerlukan waktu setengah jam untuk sampai ke pantai. Dan mulailah bloggers yang  mengakui berasal dari berbagai aliran itu melancarkan aksinya. Ada yang bermain bola, jalan-jalan dipinggir pantai, duduk-duduk santai sambil menghabiskan kerupuk dan aneka makanan ringan lainnya, dan ada juga yang sedang melakukan PDKT sambil foto-foto (kurang kerjaan banget sih).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="laut" class="aligncenter size-medium wp-image-116" height="300" src="http://daratangse.blogdetik.com/files/2009/11/laut-300x300.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena hari sudah siang, maka acara resminya baru dimulai setelah shalat dzuhur dan makan siang. Nah, seperti apakah perayaan ulang tahun Aceh Blogger Community itu? mau tau saudara-saudara? Baiklah, saya akan menguraikannya satu persatu. Karena temanya "ABC Fun Day", maka acaranya juga diharapkan bisa memberi kesenangan bagi semua peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1. Perlombaan sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya acara ini terpaksa digagalkan. Karena tak ada bola yang bisa disepak. Yang ada hanya tempurung kelapa yang tak lagi berisi. Namun, ada Maimun doank, Husni, Cek Nas, dan Aneuk yang ikutan nebeng dengan rombongan tak dikenal untuk sekedar menyepak-nyepak bola.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="lomba" class="aligncenter size-medium wp-image-117" height="300" src="http://daratangse.blogdetik.com/files/2009/11/lomba-299x300.jpg" width="299" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2. Lomba makan kerupuk. (Duh ini perayaan  ultah atau tujuhbelasan????)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pesertanya ada 3, Liza, Fadli, dan Citra. Pemenang pertamanya Fadli, kemudian Liza, dan terakhir Citra. Hanya Fadli yang berhasil menghabiskan seluruh kerupuk tampa bantuan tangan, sedangkan Citra dan Liza, untung aja pesertanya hanya 3. Coba kalo lebih, pasti didiskualifikasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3. Lomba tarik tambang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Para pejantan tangguh ABC mencoba menunjukkan kekuatannya pada adu tarik tambang. Kalo dilihat dari postur tubuh lawan, jelas tidak seimbang. Satu grup rata-rata berbadan besar, dan satunya lagi kerempeng. Namun, ternyata tubuh ngga bisa dijadikan modal untuk lomba ini. Kekompakan dan kekuatanlah yang berbicara. Dan hasilnya grup kerempeng yang menang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu barulah hadiah dibagikan. Dan tahukah saudara-saudara apa isi kotak itu? modemkah? Flash disk? Atau mouse? Ternyata tidak. Hadiahnya adalah kerupuk. Cocoknya ulang tahun ABC itu disebut dengan pesta kerupuk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="juara" class="aligncenter size-medium wp-image-115" height="299" src="http://daratangse.blogdetik.com/files/2009/11/juara-300x299.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan pada akhir acara, kita semua-para personil ABC-walaupun tidak semua membernya yang datang- mencoba mengevaluasikan kembali ABC selama setahun ini dan rencana-rencana ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Diadakan pertemuan rutin setiap dua minggu sekali untuk rapat, diskusi, atau hanya sekedar sharing dengan sesama anggota.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Bedah tulisan yang ada diblog member ABC dan waktunya akan ditentukan nanti.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Pemberian award untuk bloggerwan dan bloggerwati dengan kriteria yang akan disepakati dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dan yang terakhir adalah sosialisasi blog dan acehpedia dengan mengadakan pelatihan diseluruh daerah yang ada di Aceh.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begitulah usul-usul yang berhasil ditampung dihari yang telah menjelang senja di pantai Ujong Batee itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="akhir" class="aligncenter size-medium wp-image-114" height="300" src="http://daratangse.blogdetik.com/files/2009/11/akhir-300x300.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan dengan berakhirnya usul-usul tersebut maka berakhir pulalah perayaan ULTAH ke 2 ABC. Selamat Ulang Tahun ABC, semoga semakin mampu menyemarakkan dunia blogging dipenjuru dunia. Keep on blogging.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-7678796026769088061?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/7678796026769088061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/11/aceh-blogger-community-abc-rayakan-hut.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7678796026769088061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7678796026769088061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/11/aceh-blogger-community-abc-rayakan-hut.html' title='ABC Rayakan HUT ke 2'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-4815357402651427703</id><published>2009-10-29T20:23:00.005+07:00</published><updated>2009-11-14T16:45:26.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;DoctorZone'/><title type='text'>Bocah Korban Konflik Derita Penyakit Aneh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="husnul" class="size-medium wp-image-97 alignnone" height="225" src="http://daratangse.blogdetik.com/files/2009/10/husnul-300x225.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Tangan kecil itu tak henti-hentinya menggaruk kepalanya yang luka. Darah bercampur nanah keluar tanpa henti. Malah, beberapa belatung kecil seukuran ujung korek api ikut keluar dari tempurung kepala dan telinga gadis kecil yang malang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Husnul Zafirah, bocah warga Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie, sejak sepekan terakhir menderita penyakit aneh. Berawal dari demam yang sangat tinggi  kemudian muncul benjolan-benjolan hitam disekujur tubuhnya yang mengeluarkan darah dan nanah jika digaruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Jarang sekali putri ke empat Nurlela ini suhu badannya panas. Kalau pun demam, seperti setahun yang lalu, Husnul masih mampu ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;“Sekarang demamnya tinggi sekali dan tumbuh benjolan hitam,” ungkap wanita yang harus menjadi penopang hidup keluarganya sejak sang suami hilang pada masa konflik delapan tahun silam.&lt;span id="more-96"&gt;&lt;/span&gt; Melihat kondisi buah hatinya yang semakin kritis, sang bunda, Nurlela, langsung membawanya ke Puskesmas Geumpang. “Sehari Husnul dirawat disana, setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Sigli,” ungkapnya. Berbekal kartu Askeskin, wanita itu langsung membawa  anaknya ke RSU Sigli pada Selasa (20/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;“Kami orang tak punya dan korban konflik. Semua biaya Husnul saya yang tanggung sendiri.” Jelas Nurlela. Karena itulah, ia sangat mengharapkan uluran tangan dari berbagai pihak  meringankan beban hidup anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Namun, akibat fasilitas RSU Sigli yang kurang memadai membuat tim dokter merujuk bocah kecil itu ke RSU Zainal Abidin, Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;“Luka-luka di tubuhnya telah menimbulkan belatung yang telah menjalar ke bagian kepala, telinga, serta mata. Untuk persoalan ini harus mendapat penanganan yang lebih serius, yaitu pasien perlu dirujuk ke Banda Aceh guna mendapat penanganan secepatnya apalagi kondisinya sangat kritis,” urai Suryadi Umar, dokter spesialis anak yang menangani kasus Husnul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;“Atas kebijakan Direktur RSU Sigli, pasien ini segera dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, mengingat kondisi Husnul Zafira, sangat memprihatinkan, apalagi mereka ini tergolong keluarga yang belum beruntung (miskin),” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;“Husnul menderita Varisela atau lebih dikenal dengan cacar air,”  begitu diagnosis Suryadi untuk penyakit bocah sembilan tahun itu. “Semua penyebab nantinya akan terdeteksi baik asal muasal riwayat penyakit tersebut hingga cara penangananya apalagi nantinya di RSUZA Banda Aceh peralatannya jauh lebih canggih dibandingkan dengan kita,”urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Kini Husnul Zafirah sedang terbaring tak berdaya pada ruang isolasi di kamar Seureune Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Dia dan keluarganya sangat mengharapkan bantuan dari kita semua untuk membantu proses penyembuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Adakah diantara kita yang ingin membantu HUSNUL?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Bagi yang ingin membantu langsung, bisa menghubungi keluarga di ruang isolasi Seureune I RSUZA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;HP anggota keluarga : 081360151580&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Atau melalui Aceh Blogger Community&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;LANGSUNG:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Fadli Idris (08126970717)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Liza Fathia (085260298378)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Fauzan Yusuf (085260090007)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;BANK&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Account Name: Perkumpulan Aceh Blogger&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Account Number :  1312-01-000082- 53-9&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;Bank Name/Address: Bank BRI KK. Unsyiah Banda Aceh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Bagi yang melakukan transfer bank bisa melakukan konfirmasi ke 08126970717. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-4815357402651427703?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/4815357402651427703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/bocah-korban-konflik-derita-penyakit.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4815357402651427703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4815357402651427703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/bocah-korban-konflik-derita-penyakit.html' title='Bocah Korban Konflik Derita Penyakit Aneh'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-8318398763285393905</id><published>2009-10-23T22:56:00.000+07:00</published><updated>2009-10-23T22:56:38.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Dari Server, Poligami, Sampai Climate Exchange</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kamis kemarin aku diajak untuk ikut serta dalam rapat dengan Ford Foundation yang menjadi sponsor acehpedia, ensiklopedi aceh terlengkap. &amp;nbsp;Kebetulan &amp;nbsp;aku anggota aceh blogger community (ABC) dan &amp;nbsp;juga menjadi contributor website yang berisi everything tentang Aceh. Jadi kalo mau tahu informasi tentang Aceh klik saja acehpedia.org&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Setelah mengikuti kuliah microbiology sampai pukul 10 pagi, langsung aku menuju tempat pertemuan yang diselenggarakan di BPDE Aceh. Di sana telah hadir Bang Fadli, Bang Aneuk yang juga dari ABC, mbak&amp;nbsp; Dea dan mbak Afi yang kocak abis dari Air Putih, Pak Zul dari BPDE, Kang Wahyu dari radio komunitas dan beberapa orang lagi dari perwakilan daerah yang semuanya di support oleh FF. Dan dari FF sendiri diwakilkan oleh program officer di bidang sumber daya, Bang Steve, pria kelahiran Korea dan besar di Amrik serta lancar berbahasa Indonesia (karena sudah lama tinggal di Jakarta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SuHRxr_FggI/AAAAAAAAAkY/LuWCRAdR9Yw/s1600-h/10321_163107467161_703547161_2716878_6689694_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SuHRxr_FggI/AAAAAAAAAkY/LuWCRAdR9Yw/s320/10321_163107467161_703547161_2716878_6689694_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;nih lagi diruang isolasi..&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Nah, di BPDE itu kami membahas tentang server acehpedia yang langsung ditangani oleh pusat telematika Aceh itu. Juga memaparkan program-program yang telah jalan diberbagai daerah di Aceh pascatsunami sampai sekarang. Yang dilanjutkan dengan kunjungan keruangan isolasi. Yups, tempat server acehpedia dan berbagai server instansi pemerintahan Aceh diletakkan. Owh, yang familiar bagiku hanyalah computer dan CPUnya saja, selebihnya sangat asing. Apalagi bahasa pemograman, jangankan aku, Bang Steve aja ngga ngerti, heee&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Karena jam makan siang telah tiba, maka mbak Dea mengajak kami untuk makan (Itulah yang kutung-tunggu. Makaaannnnn) di Ayam Tangkap Cut Dek yang letaknya tidak begitu jauh dari kantor BPDE. Di sela-sela makan semua yang hadir saling bercerita tentang pekerjaan yang digelutinya sekarang. Aku pun ngga ketinggalan bercuap-cuap tentang perkuliahan dan blogging activity.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Yang paling menarik ketika Kang Wahyu, pria Sunda yang telah lama berdomisili di Aceh untuk membangun radio komunitas dengan menggunakan tenaga surya dipedalaman Aceh bercerita tentang rutinitasnya. Dan ternyata beliau adalah COPER BOY (karena kemana-mana bawa koper) yang udah keliling Aceh dengan motornya. Kebayangkan jarak yang harus ditempuh dan rimba yang harus dilalui. Belum lagi jika hujan datang, atau yang paling mengerikan jika ban motornya bocor. Duhhh, salut banget sama akang Sunda ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pembicaraan kamipun mulai ngawur ngidul. Mulai dari acara ditelevisi sampai ke poligami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Pada intinya laki-laki yang berpoligami itu ada dua sebab, karena kebutuhan dan keinginan,” ujar Kang Wahyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Tapi, kebanyakan karena keinginan. Jadi ingat supir yang nganterin kita waktu itu ya Dea?” timpal mbak Afi dan mulai bercerita tentang supir angkutan umum yang membawa mereka dari Lhokseumawe ke Banda Aceh yang memiliki dua istri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Berputar-putar tak tentu arah&amp;nbsp; sampai waktu menunjukkan pukul dua siang. Jam 3 nanti bakal ada rapat lagi di Unsyiah untuk melihat kegiatan ICA IOS, pusat penelitian di Aceh yang juga didanai oleh FF. Jadi sambil menunggu jam tiga tiba, kami menuju ke warung kopi. Tempat tongkrongan paling rame dan diminati di Aceh. Dek Mi Rukoh menjadi tujuan, karena letaknya yang tidak berjauhan dengan gedung Unsyiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Karena nongkrong di warkop, pastinya semua pada mesan kopi. Maka akupun ikutan. Ah, biar saja si kantuk ngambek, dan telat menghampiriku. Efek caffeine membuat mataku tetap terbuka sampai pagi, menunggu sampai kantuk datang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dari warkop kami langsung menuju kampus Unsyiah, tepatnya secret ICA IOS/ARTI. Meski kuliah di universitas ini, belum sekalipun aku menginjakkan kaki di gedung yang penuh dengan peneliti , baik itu dari Aceh maupun dari luar negeri. Wow, banyak bule di sana. Dan mereka sangat fasih berbahasa Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Satu hal yang kutangkap dari segala bentuk rangkaian kegiatan yang didanai Ford Foundation itu adalah : Lingkungan, khususnya dalam penanganan Climate Exchange. Jadi bentuk yang ingin ditampilkan berbeda-beda, ada website, video, radio, dan tulisan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Sungguh akan sangat berharga jika semua yang telah ditulis itu dimasukkan dalam acehpedia,” ujar mbak Afi antusias.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Selain itu, jika para peneliti punya blog akan sangat lebih baik lagi. Jadi ilmunya bisa dishare,” tambah Steve.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tapi sayangnya sangat sedikit para dosen, peneliti, apalagi professor yang punya blog. Alas an mereka bermacam-macam, salah satunya adalah takut dijiplak. Duhhh, alas an jadul tuh bapak, ibu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Sebenarnya inti mereka menulis dan meneliti itu untuk apa? Untuk berbagi kan? Nah, kalo tulisan yang telah mereka buat ngga ada yang baca? Pasti sia-sia banget.” Kataku ketika Haydi, perwakilan FF yang concern di bidang media bertanya tentang pendapatku tentang pemanfaatan IT untuk para dosen. Dan wanita itu tertawa lebar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hari pun telah senja, aku pun berpamitan pulang. Sedangkan yang lain masih mendiskusikan berbagai persiapan yang akan dilakukan saat Presiden Ford berkunjung ke Indonesia pada pertengahan November nanti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-8318398763285393905?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/8318398763285393905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/dari-server-poligami-sampai-climate.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8318398763285393905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8318398763285393905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/dari-server-poligami-sampai-climate.html' title='Dari Server, Poligami, Sampai Climate Exchange'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SuHRxr_FggI/AAAAAAAAAkY/LuWCRAdR9Yw/s72-c/10321_163107467161_703547161_2716878_6689694_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-5502024910765546079</id><published>2009-10-20T00:44:00.001+07:00</published><updated>2009-10-20T11:09:19.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lomba blog'/><title type='text'>Vote Liza Yaaaa...</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1016960246&amp;amp;ref=mf"&gt;&lt;span style="color: #3b5998;"&gt;Aris Rinaldi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.liza-fathia.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: #3b5998;"&gt;http://www.liza-fathia.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 10pt;"&gt;kak rumput masuk nominasi pesta blogger 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%253A%252F%252Fwww.liza-fathia.com%252F&amp;amp;h=025de3160e518c6741ad5b897573be62&amp;amp;ref=mf" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: #3b5998;"&gt;Argumentasi Seorang Anak Bangsa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Tahoma, Arial;"&gt;Sumber: www.liza-fathia.com&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Tahoma, Arial;"&gt;Terkejut sekaligus haru ketika membaca catatan seorang teman di facebooknya tentang ajang pemilihan ratu kecantikan seantero Indonesia. Yang membuat saya terkejut bukanlah momentum acara yang tiap ...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: #777777; font-family: Tahoma, Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/posted.php?id=1016960246&amp;amp;share_id=156971766459&amp;amp;comments=1#s156971766459"&gt;&lt;span style="color: #777777;"&gt;4 jam yang lalu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: Tahoma, Arial;"&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;Komentar&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1016960246&amp;amp;ref=ts" title="Klik di sini jika Anda suka"&gt;&lt;span style="color: #3b5998;"&gt;Suka&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;·&amp;nbsp;&lt;span style="color: #3b5998;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=99&amp;amp;appid=2309869772&amp;amp;p%5b%5d=1409418825&amp;amp;p%5b%5d=156971766459"&gt;Bagikan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: #3b5998; font-family: Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;div style="border-top: solid windowtext 1.0pt; border: none; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 1.0pt 0in 0in 0in;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0in 0in 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nah begitulah isi wall facebook temanku Aris. Kak rumput (nama lainku :P) masuk nominasi pestablogger 2009. What? Rasanya ngga percaya banget kalo blog &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.liza-fathia.com/"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;www.liza-fathia.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; ini bisa masuk&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;strong&gt; 5 BESAR XL AWARD untuk kategori JURNAL HARIAN DAN UMUM TERBAIK.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0in 0in 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0in 0in 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nah, untuk itu aku butuh banget dukungan dan vote dari teman-teman semua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0in 0in 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0in 0in 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Caranya klik ke sini &lt;a href="http://award.pestablogger.com/?page_id=51"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;strong&gt;VOTE LIZA FATHIARIANI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Sudah? Kemudian cari kategori Jurnal Harian dan Umum Terbaik. Selanjutnya conteng nama liza fathiariani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0in 0in 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0in 0in 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nah, setelah itu masukkan kode verifikasi dan email. Kalo udah, bang admin bakal ngasih konfirmasi ke email teman-teman dan kemudian klik ke link yang dikasih. Mudah kan???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0in 0in 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 1.0pt 0in 0in 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sekali lagi aku ngucapin terimakasih untuk teman-teman yang udah ngedukung aku. Semoga kebaikan teman-teman dibalas sama Yang Di Atas. Amiin&lt;/span&gt;&lt;span style="display: none; mso-hide: all;"&gt;Bottom of Form&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;img src="http://award.pestablogger.com/gallery/?file=logo_bapb_nominator.jpg&amp;amp;size=200&amp;amp;res=80" style="height: 131px; margin-right: 5px; width: 160px;" /&gt;&lt;img src="http://www.nyambungterus.com/logo_xl_13aniv/XL_anniv_bg_white.jpg" style="height: 99px; margin-right: 5px; width: 163px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-5502024910765546079?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/5502024910765546079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/vote-liza-yaaaa.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5502024910765546079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5502024910765546079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/vote-liza-yaaaa.html' title='Vote Liza Yaaaa...'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-2504464384516687582</id><published>2009-10-19T14:02:00.002+07:00</published><updated>2009-11-14T15:46:49.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Satelite UWRF 2009 di Aceh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/StwOnGq5sQI/AAAAAAAAAj4/asHhyH61VIk/s1600-h/157640.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/StwOnGq5sQI/AAAAAAAAAj4/asHhyH61VIk/s320/157640.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jumat (16/10) kemarin aku mengikuti acara Ubud Writers &amp;amp; Readers Festival (UWRF) di Black and White Café, Banda Aceh. Sebuah festival sastra dan kebudayaan tingkat internasional yang bertemakan “Dengan Menulis Kita Ada, Tidak Menulis Kita Mengada-Ada” yang merupakan tindak lanjut dari UWRF2009 yang digelar di Bali pada 7-11 Oktober silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival ini disponsori oleh Sekolah Menulis Dokarim, Kantor Berita Antero, dan UWRF Bali serta dikemas dalam bentuk diskusi kepenulisan yang menghadirkan pembicara Anthony Loewenstein, jurnalis dan blogger dari Australia, Doel Cp Alisah, perwakilan Aceh pada UWRF 2009, dan perwakilan dari komunitas kepenulisan  di Aceh seperti Forum Lingkar Pena (FLP), Aceh Blogger Community (ABC), Aceh Feature Service (AFS), Gema Sastra dan Budaya Indonesia (Gemasastrin), Aceh Muda dan Kreasi (Amuk) dan Sekolah Menulis Dokarim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebuah perhelatan yang cukup menarik karena di dalamnya hadir para penulis-penulis hebat. Aku belajar banyak dari acara tahunan yang sebenarnya telah ada sejak tahun 2004 itu. Hanya saja yang kemarin itu adalah kali pertama aku hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menarik dari seluruh rangkaian acara itu adalah diskusi kepenulisan yang diisi oleh Anthony&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Merupakan kehormatan yang besar karena saya bisa mengunjungi Indonesia khususnya Aceh dalam rangka berbagi pengalaman khususnya kepenulisan,” ujar Anthony seorang Yahudi yang mengaku sangat peduli dengan Palestina itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang kontradiktif kedengarannya. Seorang Yahudi tetapi peduli dengan Palestina. Bahkan dia juga mengakui sudah beberapa kali ke Ghaza untuk meliput keadaan kaum muslim di sana dan mempublikasikannya di media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya memang Yahudi. Tapi saya bukan Zionis Israel. Yahudi dan Zionis itu berbeda, tapi karena semua zionis itu Yahudi makanya orang-orang berkesimpulan kalau Yahudi adalah Zionis. Kalau orang tidak beragama disebut atheis, maka saya adalah Yahudi yang atheis walau dalam kehidupan saya tetap menerapkan budaya Yahudi.” Jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia juga menghadiahkan doorprize untuk peserta yang mampu menjawab pertanyaan seputar UWRF 2009 yang diikuti dengan tanya jawab dan pembacaan puisi oleh Fathurrahman (14th), penulis termuda yang hadir pada acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Fozan Santa, Kepala Sekolah Menulis Dokarim yang juga penyelenggara even ini sangat mengharapkan perhelatan bertaraf internasional seperti UWRF ini sering diselenggarakan di Aceh. Hal itu juga didukung oleh wartawan lepas Australia yang juga hadir dalam festival UWRF 2009 di Ubud, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, aku juga mendapat oleh-oleh dari UWRF itu. Sebuah tas yang bertuliskan Ubud Writers &amp;amp; Readers Festival yang diberikan bang Herman RN. Terimakasih ya bang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;sumber foto : www.inilah.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-2504464384516687582?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/2504464384516687582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/uwrf-aceh-satelite-event-ubud-writers.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2504464384516687582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2504464384516687582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/uwrf-aceh-satelite-event-ubud-writers.html' title='Satelite UWRF 2009 di Aceh'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/StwOnGq5sQI/AAAAAAAAAj4/asHhyH61VIk/s72-c/157640.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-5674623247594194516</id><published>2009-10-12T23:30:00.001+07:00</published><updated>2009-10-12T23:32:13.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>KONTRAVERSI PUTERI INDONESIA ASAL ACEH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kabarindo.com/photo/Qory%20Sandioriva.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="314" src="http://www.kabarindo.com/photo/Qory%20Sandioriva.jpg" width="182" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Terkejut sekaligus haru ketika membaca catatan seorang teman di facebooknya tentang ajang pemilihan ratu kecantikan seantero Indonesia. Yang membuat saya terkejut bukanlah momentum acara yang tiap tahun diselenggarakan itu, melainkan penobatan sang ratu atau yang lebih populer dengan “Pemilihan Puteri Indonesia (PPI)” jatuh kepada gadis yang berasal dari Aceh. Benar-benar sebuah rekor yang tak pernah dimiliki Aceh sebelumnya. Meski setiap tahun tidak pernah absen dari ajang bergengsi tersebut, tetapi Aceh hanya mampu masuk babak finalnya saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; Puteri Indonesia sendiri adalah kontes kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan sejak tahun 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia yang diketuai oleh Mooryati Soedibyo dan disponsori oleh perusahaan kosmetik Mustika Ratu. Puteri Indonesia akan menjadi wakil Indonesia atau duta bangsa pada kegiatan-kegiatan yang bertaraf Internasional dan ikut serta dalam memajukan komoditas-komoditas ekspor Indonesia, pariwisata dan budaya Indonesia. Puteri Indonesia juga melakukan berbagai aksi sosial ke daerah-daerah yang membutuhkan untuk turut memberikan penghiburan dan bantuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; Sejak tujuh belas tahun diselenggarakan, Provinsi DKI Jakarta mendominasi juara ajang bergengsi yang parameter penilaiannya dikenal dengan istilah 3B, yaitu: &lt;i&gt;brain &lt;/i&gt;(kecerdasan), &lt;i&gt;beauty&lt;/i&gt; (penampilan menarik) dan &lt;i&gt;behavior&lt;/i&gt; (berperilaku baik). Selain itu, terampil dalam berkomunikasi, dapat berpikir secara rasional, memiliki pengetahuan umum yang luas dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta berwawasan pariwisata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; Meski beberapa kali mahkota yang terbuat dari bahan emas putih dengan taburan berlian, batu-batu semi &lt;i&gt;precious&lt;/i&gt;, serta batu akik dan mutiara ini berpindah ke beberapa provinsi lain, namun mahkota itu mampu diraih kembali oleh Zivanna Letisha Siregar yang merupakan perwakilan Jakarta setahun silam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; Namun, pada malam &lt;i&gt;grand final&lt;/i&gt; Pemilihan Puteri Indonesia 2009 di Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu (10/10) dini hari, Qory Sandioriva berhasil merebut mahkota kemenangan dari dua lawan terberatnya, yakni Zukhriatul Hafizah (Sumatera Barat) dan Isti Ayu Pratiwi (Maluku Utara).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; Saya yang hanya membaca berita, tanpa menonton acara yang juga diselenggarakan secara langsung oleh salah satu televisi swasta merasa bangga dan kagum atas apa yang diraih putri berdarah Gayo tersebut. Namun, kebanggaan itu lenyap ketika tahu sang Putri tidak mengenakan busana muslim seperti yang dilakukan pendahulunya yang juga ikut dalam pemilihan Putri Indonesia tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="right" border="0" height="59" style="width: 66px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;img border="0" height="314" src="http://www.kabarindo.com/photo/S5035720.JPG" width="203" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;REPRO KABARIND&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: xx-small;"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Memang, pakaian merupakan sebuah pilihan setiap peserta. Akan tetapi, setiap peserta adalah perwakilan daerahnya dan membawa nama besar provinsi yang diwakilinya. Seperti Aceh yang kini telah menerapkan syariat Islam, maka kontestan yang mewakili Aceh harusnya berpakaian yang syar’i dan mencerminkan budaya Aceh. Hal ini berdasarkan peraturan daerah (qanun) NAD No.11 tahun 2002 mewajibkan para wanitanya berjilbab. Namun, kali ini Qory menanggalkannya demi ajang tahunan ini. Ini artinya, dia menanggalkan Aceh yang diakuinya sebagai daerah asal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; Ada satu hal yang membuat saya tercengang ketika membaca perihal kemenangan mahasiswi semester 1 Universitas Indonesia mengambil jurusan Sastra Perancis ini. Ia mengakui telah meminta izin dari Pemerintahan Aceh terkait dengan penampilannya yang tak menggunakan jilbab demi Pemilihan Putri Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; Lantas, patutkah Aceh yang sedang giat-giatnya menerapkan syariat Islam mengirimkan wakilnya untuk ikut serta dalam ajang yang memamerkan keindahan tubuh itu? Atau Syariat Islam kini hanya isapan jempol belaka dan pemikiran liberal telah merajalela dengan asumsi seperti yang dipaparkan Qory yang dikutip dari &lt;i&gt;waspada online&lt;/i&gt; , “Yang saya ketahui dari agama Islam adalah, kepribadian yang luhur yang juga ditentukan dari &lt;i&gt;brain&lt;/i&gt; (otak) dan &lt;i&gt;behavior&lt;/i&gt; (prilaku), artinya, saya tidak harus memakai jilbab, tapi saya tetap harus menunjukkan kepribadian luhur di dalam Islam tersebut, jadi yang saya jilbabi adalah hati dan kepribadian saya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt; Namun, protes apapun tidak ada gunanya lagi. Kini, putri pasangan Dicky Jatmika Ustama dan Hj. Fariyawati telah menjadi sang Putri yang mewakili Tanah Rencong ini untuk setahun ke depan. Namun saya berharap semoga saja keinginannya untuk mengharumkan dan mengenalkan budaya Aceh kepada masyarakat Indonesia bisa terlaksana tanpa membuang marwah bangsa Aceh yang kental dengan nilai-nilai Islami.Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;sumber foto : repro kabarindo&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;dimuat di www.acehinstitute.org&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-5674623247594194516?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/5674623247594194516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/kontraversi-puteri-indonesia-asal-aceh.html#comment-form' title='32 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5674623247594194516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5674623247594194516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/kontraversi-puteri-indonesia-asal-aceh.html' title='KONTRAVERSI PUTERI INDONESIA ASAL ACEH'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-8509781917645096284</id><published>2009-10-02T23:11:00.003+07:00</published><updated>2009-10-06T05:53:56.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Ketika Allah Dinomerduakan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sore itu aku diundang tanteku untuk berbuka puasa di rumahnya. Bagi seorang anak kos, dapat tawaran seperti ini adalah hal yang luar biasa (mumpung buka gratis, bisa ngirit J). Setelah shalat Ashar, segera aku menstarter motorku menuju rumah tante yang jaraknya sekitar 500 meter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika memasuki rumahnya, aku melihat beberapa teman sepupuku sedang menunggu di depan pintu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Mau kemana?” sapaku kepada mereka yang juga juniorku di kampus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ada buka bareng organisasi kampus, Kak!” jawab mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ade ikut juga?” tanyaku ke sepupuku. Dan ia menjawabnya dengan anggukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak lama kemudian, tante yang sudah selesai memasak menghampiri kami seraya menyuruhku masuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Udah pada shalat semua kalian?” Tanya tante ke teman-teman Ade.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Nanti aja deh, Bu. Takutnya telat, ngga enak sama teman-teman.” Ucap salah satu dari mereka sambil menyikut siku teman di sampingnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekilas aku melihat Bunda- sapaanku untuk tante- tersenyum miris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kalau sempat? Kalau terjadi apa-apa? Kalian yakin bakal oke-oke aja?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLIZAFA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semuanya terdiam. Memang, tanteku sering blak-blakan kalau masalah ibadah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Aneh ya, kita selalu mempertimbangkan perasaan manusia. Sedangkan Tuhan yang telah mneciptakan kita sering kita nomer duakan. Padahal cuma lima menit untuk shalat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu dengan perasaan malu aku melihat mereka masuk ke dalam dan mengambil air wudhu lalu shalat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kita udah seperti orang ngga pernah shalat aja ya,”celutuk salah satu dari mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Iya, masa untuk shalat kita ogah-ogahan gini,” tambah yang lain.&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku hanya tersenyum sendiri melihat mereka sekaligus berkaca pada diri. Aku juga sering seperti itu. Menomor duakan Zat yang Maha Kuasa, yang telah menciptakanku dengan sebaik-baik makhluk. Sering aku menunda-nunda untuk menunaikan kewajibanku sebagai seorang hamba. Seperti shalat. Tak jarang aku lebih memilih menyelesaikan pekerjaan terlebih dulu baru shalat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kan masih waktunya,”dalihku.&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahkan, karena alasan nonton acara di televisi atau sedang menerima telpon membuatku selalu telat menjalankan ibadah. Belum lagi yang lain. Padahal tidak lebih dari sepuluh menit saja waktu yang kubutuhkan untuk menunaikan kewajibanku itu. Namun sering banget aku melalaikannya. Siapa yang menang saat itu? Tentu saja setan laknatullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita biasanya memperlakukan orang lain sebagaimana orang itu bersikap kepada kita. Orang baik biasanya akan diperlakukan baik oleh teman-temannya, dan orang brengsek akan selalu dibenci oleh lingkungannya. Allah memang tidak sama dengan kita. Tapi jika kita-manusia- pun bisa cemburu, maka Allah pun lebih berhak untuk cemburu. Kalau kita renungkan, Allah tidak menuntut banyak dari hambaNya dibandingkan dengan nikmat yang telah dikaruniakanNya. Sedang kita? Kita terlalu takut dengan perasaan manusia dan melupakan Allah.&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beginilah sebuah gambaran sikap kita terhadap Allah SWT. Kita seringkali menomorduakan Allah, padahal tidak mungkin ada sesuatu pun di dunia ini yang lebih utama daripada Dia. Kita sering ‘menyuruh-Nya’ menunggu, padahal Allah tidak pernah lalai dalam menebar rahmat-Nya. Setiap pagi Allah tidak pernah lupa melimpahi kita dengan rahmat berupa udara segar dan perasaan yang nyaman. Mengapa kita berlambat-lambat dalam melaksanakan perintah-Nya yang cuma lima kali dalam sehari?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Coba kita bayangkan, kalau saja Allah marah dan mencabut segala nikmatNya dari kita? Atau Dia memerintahkan malaikat Izrail mencabut nyawa sedang kita belum menunaikan kewajiban kita? Bagaimana ketika akhirat kelak?&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-8509781917645096284?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/8509781917645096284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/ketika-allah-dinomerduakan.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8509781917645096284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8509781917645096284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/10/ketika-allah-dinomerduakan.html' title='Ketika Allah Dinomerduakan'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-5774753490882489371</id><published>2009-09-12T21:03:00.000+07:00</published><updated>2009-09-12T21:03:15.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lomba blog dijaminmurah.com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;DoctorZone'/><title type='text'>Ramadhan dan Regenerasi Sel Tubuh</title><content type='html'>Ramadhan kali ini kita sambut dengan dua semangat ganda. Apakah itu? Pertama, semangat yang masih tersisa saat menyambut ulang tahun kemerdekaan Negara tercinta Indonesia. Kedua, pastinya semangat dalam menjalankan ibadah puasa dalam rangka meraih predikat takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada Ramadhan kali ini juga dijaminmurah.com, sebagai salah satu market leader penyedia domain dan hosting murah dan terdepan di Indonesia menyelenggarakan Lomba Blog dijaminmurah.com 2009.  Tema penulisan yang diambil adalah tentang Kemerdekaan Republik Indonesia atau Bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang puasa Ramadhan, pernah tidak terpikir  mengapa Allah mewajibkan kita-orang muslim-berpuasa sebulan alias tiga puluh hari. Mengapa puasa tidak ditetapkan selama sepuluh hari di bulan pertama, sepuluh hari di bulan kedua, dan sepuluh hari dibulan ketiga? Jumlahnya 30 hari juga, bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sesuatu yang Allah perintahkan pasti terkandung manfaat yang besar di dalamnya. Demikian halnya dengan puasa. Berpuasa sepuluh hari dalam tiga bulan jelas berbeda manfaatnya dengan berpuasa tiga puluh hari dalam sebulan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Coba analogikan dengan lantai sebuah mesjid yang kotor dan kita membersihkannya. Hasilnya tentu berbeda jika kita membersihkan sekaligus dalam tempo tiga jam dibandingkan dengan membersihkannya satu jam hari ini, satu jam besok, dan satu jam besok lusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bersihnya hanya sebagian, maka ketika pengunjung datang ke lantai yang telah dibersihkan, ia akan melalui lantai yang kotor lebih dulu hingga akhirnya lantai yang bersih juga terkotori. Demikianlah yang terjadi tiga hari. Jadi selama tiga hari, kita akan berfikir bahwa seluruh lantai mesjid telah bersih, tetapi kenyataannya lantai itu tidak pernah bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya jika kita membersihkan lantai mesjid tiga jam sekaligus sampai debu dan kotoran hilang. Ketika pengunjung datang, ia tidak akan melewati lantai yang kotor dan terbawa ke bagian lain yang bersih. Mesjid tetap bersih dan pengunjung dapat merasakan nikmat dan manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan ibadah puasa. Ketika berpuasa terjadi proses regenerasi sel tubuh yang rusak dan mati. Tubuh kita terdiri dari berbagai jenis sel. Sesuai dengan sifatnya, sel tersebut akan mengalami penuaan dan kemudian mati dalam hitungan hati, minggu dan bulan. Kita dapat bertahan hidup karena adanya pembentukan sel-sel baru. Bila sel tubuh dibiarkan mati tanpa adanya pengganti, maka hati yang berfungsi sebagai penawar racun akan kehilangan kemampuannya menyaring dan membuang racun tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tubuh kita telah dirancang sedemikian rupa oleh Sang Khalik untuk memperbaiki diri dan mempunyai kemampuan untuk mengganti sel-sel yang mati. Beberapa sel mengalami penggantian sel baru dalam periode tahunan seperti sel-sel otak. Beberapa sel mengalami penggantian setiap beberapa bulan sekali, seperti sel darah merah setiap 4 bulan (120 hari). Sel saraf, pembentukan sel melanin di kulit, dan sel-sel yang berhubungan dengan proses haidh memiliki periode pergantian setiap satu bulan (28-30 hari). Namun sebagian besar sel tubuh kita melakukan regenerasi kurang dari satu bulan. Ada yang mempunyai periode mingguan, bahkan beberapa jenis sel berganti setiap hari, seperti sel kulit kepala, sel-sel hati, dan sel-sel yang membentuk kalsium pada tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas pembentukan sel baru sangatlah bergantung pada kualitas makanan (nutrisi dan mineral) yang dibawa darah. Bila aliran darah membawa racun hasil pencernaan, sel-sel baru yang terbentuk menjadi ‘cacat’ dan akan menimbun racun yang dapat menyerang sel-sel sehat lain. Dengan proses &lt;i&gt;autolisis, detoksifikasi&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;cleansing&lt;/i&gt; ketika berpuasa, maka zat makanan dalam darah dijamin berkualitas tinggi dan terbebas dari racun. Sehingga sel-sel pengganti yang dibentuk juga sesuai dengan standard yang diperlukan oleh tubuh manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berpuasa sehari, maka sel-sel hati dan sel-sel kalsium pada tulang akan mengalami pergantian. Bila kita berpuasa satu bulan, seluruh sel-sel reseptor saraf dan sel-sel melanin di kulit digantikan oleh sel-sel baru yang lebih sehat. Sel-sel darah merah akan mengalami regenerasi dengan sel yang sehat jika kita berpuasa selama empat bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan memberatkan memang jika kita bepuasa selama empat bulan agar seluruh sel mendapat kesempatan pergantian dengan kualitas tinggi. Tetapi kita dapat menguapayakan agar seluruh sel tubuh mendapat kesempatan melakuakan proses peremajaan dengan dengan proses bebas pencemaran dan racun terutama untuk organ-organ penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tempo regerasi sel, dapat dikatakan bahwa semua atau hampir semua sel telah melakukan peremajaan dalam waktu satu bulan. Hanya sel darah merah dan sel otak yang melakukan proses peremajaan berbulan-bulan dan bertahun-tahun, yang tidak seluruhnya di remajakan pada saat kita berpuasa. Kita tidak perlu kawatir karena pembentukan sel darah merah ditentukan oleh tingkat kesegaran organ-organ lain dalam badan. Sehingga apabila organ lainnya sudah berada dalam keadaan prima berkat puasa sebulan penuh, maka pergantian sel darah merah juga berjalan dalam kualitas prima Begitu juga dengan sel otak. Dengan sel darah merah dan organ tubuh yang sehat, maka penggantian sel-sel otak dengan kualitas terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu‘aim bersabda: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;“&lt;i&gt;Shuumuu tashiihuu&lt;/i&gt; (Berpuasalah, maka anda akan sehat)”.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiga ahli dari Barat (non-muslim) juga ikut mengemukakan pendapatnya tentang faedah puasa. Seperti Allan Cott M.D. dari Amerika Serikat, telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuawan berbagai negara lalu dikumpulkannya dalam buku yang diberi judul “Why Fast”. Dalam buku yang mengalami 17 kali cetak ulang dalam tempo sewindu itu, Allan Cott membeberkan berbagai hikmah puasa. Antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;(a) &lt;i&gt;To feel better physically and mentally&lt;/i&gt; (merasa lebih baik secara fisik dan mental); (b) &lt;i&gt;To look and feel younger &lt;/i&gt;(melihat dan merasa lebih muda); (c) T&lt;i&gt;o clean out the body (membersihkan badan);&lt;/i&gt; (d) &lt;i&gt;To lower blood pressure and cholesterol levels&lt;/i&gt; (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak); (e) T&lt;i&gt;o get more out of sex&lt;/i&gt; (lebih mampu mengendalikan seks); (f) &lt;i&gt;To let the body health itself &lt;/i&gt;(membuat badan sehat dengan sendirinya); (g) &lt;i&gt;To relieve tension &lt;/i&gt;(mengendorkan ketegangan jiwa); (h) &lt;i&gt;To sharp the senses&lt;/i&gt; (menajamkan fungsi indrawi); (i) &lt;i&gt;To gain control of oneself&lt;/i&gt; (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri); dan (j) &lt;i&gt;To slow the aging process&lt;/i&gt; (memperlambat proses penuaan).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara menurut Alvenia M Fulton, direktur lembaga makanan sehat “Fultonia” di AS menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Dr. Yuri Nikolayev, direktur bagian diet pada rumah sakit jiwa di Moskow, menilai bahwa kemampuan untuk berpuasa yang mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi awet muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;i&gt;“What do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting&lt;/i&gt; (Menurut pendapat Anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional),” papar Yuri Nikolayev.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dengan mengetahui betapa Allah sangat menyayangi hambaNya dengan menyuruh kita untuk berpuasa, maka kita harus berusaha agar tidak meninggalkan puasa di tengahnya kecuali bagi orang-orang yang Allah sebutkan dalam Alqur’an surat Al Baqarah ayat 184 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-5774753490882489371?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/5774753490882489371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/09/ramadhan-dan-regenerasi-sel-tubuh.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5774753490882489371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5774753490882489371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/09/ramadhan-dan-regenerasi-sel-tubuh.html' title='Ramadhan dan Regenerasi Sel Tubuh'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-2023470414959892582</id><published>2009-09-06T22:46:00.003+07:00</published><updated>2009-09-13T08:54:42.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batik Aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Pesona Batik Aceh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SqPZGaDW0wI/AAAAAAAAAiY/srW1-7ZDGtE/s1600-h/Batik+aceh2+600x450_2782008_102142.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SqPZGaDW0wI/AAAAAAAAAiY/srW1-7ZDGtE/s320/Batik+aceh2+600x450_2782008_102142.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indah dan glamor. Itulah kesan pertama yang tertangkap saat menyaksikan pajangan batik  di Rumah Batik Aceh yang berada di Desa Meunasah Manyang, Aceh Besar.  Ternyata tidak hanya Pulau Jawa yang identik dengan pakaian tradisional Indonesia ini, tetapi Provinsi Aceh juga mempunyai potensi yang tidak kalah dalam menghasilkan busana yang istilahnya diambil dari Bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Corak dan variasi batik Aceh jelas berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Rata-rata batik Aceh menampilkan unsur alam dan budaya dalam paduan warna-warna berani seperti  merah, hijau, kuning, merah muda, dan sebagainya. Keberanian memainkan warna itulah yang memberikan kesan glamor.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Motif yang digunakan dalam batik Aceh mengandung makna falsafah hidup masyarakatnya. Motif pintu misalnya, menunjukkan ukuran tinggi pintu yang rendah yang melambangkan kepribadian orang Aceh. Rumah adat Aceh memang berpintu rendah, namun di dalamnya memiliki ruangan yang lapang hal ini. Ciri khas itu menandakan bahwa rakyat Aceh memiliki tabiat dan adat-istiadat yang tidak mudah terbuka dengan orang asing, tetapi akan menjadi sangat baik bahkan bagaikan saudara kandung bila sudah saling mengenal. Motif tolak angin menjadi perlambang banyaknya ventilasi udara di setiap rumah adat. Motif itu mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah menerima perbedaan. Sedangkan motif bunga jeumpa-bunga kantil-diambil karena banyak terdapat di Aceh dan bentuknya sangat indah. Kuatnya pengaruh Islam juga turut mewarnai motif-motif batik. Di antaranya ragam hias berbentuk sulur, melingkar, dan garis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain itu ada juga motif Rencong yang merupakan senjata khas Aceh. Awan berarak dari Kutacane, Motif Gayo berupa garis-garis dengan titik di tengahnya,” ungkap Khadijah, salah satu pengrajin di Rumah Batik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari motif, penerapan padu padan batik dalam busana perempuan Aceh diwarnai dengan model celana panjang longgar. Hal itu menurut Khadijah menunjukkan persamaan derajat antara pria dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri yang dikelola Dewan Kesenian Nasional (Dekranas) Aceh ini telah mengadakan pelatihan yang diikuti 30 peserta (17 perempuan dan 13 laki-laki) dari seluruh Aceh untuk membuat dan meningkatkan kualitas batik Aceh pada Mei-Juli 2007 silam. “Pelatihnya didatangkan dari Pekalongan dan Cirebon,” imbuh Khadijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu sebulan, pengrajin batik Aceh ini telah mampu menghasilkan 200 potong kain batik yang masih dipasarkan di dalam Provinsi Aceh yang kerap dikunjungi oleh berbagai pihak dari yang berasal dari dan luar Aceh seperti di Bandara Sultan Iskandar Muda, Hermes Palace Hotel, Dekranas Aceh, dan Rumah Batik.”Sedangkan untuk promosi ke luar Aceh pemerintah selalu mengikutsertakan batik Aceh dalam pameran-pameran nasional,”papar wanita itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga batik Aceh pun bervariasi, tergantung jenis kain dan kombinasi warna yang digunakan. ”Untuk kain katun dengan satu kombinasi warna harganya sekitar Rp.200.000,”tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ketua PKK Aceh Darwati A Gani mengatakan bahwa dalam kurun waktu 1,5 tahun, batik Aceh sudah berkembang sedemikian bagus. “Sekarang ini banyak yang menggunakan produk batik Aceh,” sebut Darwati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Istri Irwandi Yusuf ini menyebutkan untuk lebih memperkenalkan batik motif Aceh kepada publik, pihaknya menganjurkan kepada pegawai pemerintahan untuk memakai batik Aceh saat bekerja. “Pegawai dinas-dinas perlu memakai batik, satu hari dalam seminggu, sehingga batik Aceh dipakai masyarakat dan menjadi kebanggaan kita bersama,” harapnya serius.(liza fathiariani)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;sumber gambar : www.visitaceh.com&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-2023470414959892582?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/2023470414959892582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/09/pesona-batik-aceh_06.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2023470414959892582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2023470414959892582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/09/pesona-batik-aceh_06.html' title='Pesona Batik Aceh'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SqPZGaDW0wI/AAAAAAAAAiY/srW1-7ZDGtE/s72-c/Batik+aceh2+600x450_2782008_102142.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-7446454012579284599</id><published>2009-09-06T19:21:00.002+07:00</published><updated>2009-09-06T21:49:23.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tangse'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;Pictures'/><title type='text'>Sawah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SqPJzVhRYzI/AAAAAAAAAh4/L2oLvqXUAu8/s1600-h/23122007398.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SqPJzVhRYzI/AAAAAAAAAh4/L2oLvqXUAu8/s320/23122007398.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-7446454012579284599?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/7446454012579284599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/09/sawah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7446454012579284599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7446454012579284599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/09/sawah.html' title='Sawah'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SqPJzVhRYzI/AAAAAAAAAh4/L2oLvqXUAu8/s72-c/23122007398.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-2536342033316820744</id><published>2009-08-24T13:12:00.012+07:00</published><updated>2009-09-13T08:56:04.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba nge-Blog Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-64'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>Hiduplah Indonesia Raya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://blogger.telkomselcommunity.cc/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIwGGv7OAI/AAAAAAAAAgY/3VyYk7jUhrI/s320/bannerhutri400px.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa  Indonesia telah berumur 64 tahun pada hari Senin tanggal 17 Agustus 2009 lalu. Enam puluh empat tahun kalau diumpamakan seorang wanita, maka ia telah menjadi seorang nenek. Usianya telah senja. Dengan tubuh ringkih dan rapuh, ia tak dapat berbuat banyak untuk menopang hidupnya. Wanita itu telah tua. Berbagai jenis penyakit &lt;i&gt;geriatric&lt;/i&gt; (orang tua)pun&amp;nbsp; seperti hipertensi, penyakit jantung, mata yang semakin rabun, bahkan pikun telah menggerogoti jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIoOOG0HbI/AAAAAAAAAfw/aYYx3Xfghvo/s1600-h/indonseia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIoOOG0HbI/AAAAAAAAAfw/aYYx3Xfghvo/s200/indonseia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, aku tidak mengharapkan negeriku menjadi ibu tua yang&amp;nbsp; sakit-sakitan dan hanya bisa mengharap belas kasih dari negara lain. Diusia yang tidak bisa dibilang muda lagi ini aku ingin Indonesiaku semakin matang. Semakin jaya. Mampu belajar dari banyak pengalaman yang telah dialami dalam perjalan hidupnya ini.Indonesia bukanlah wanita tua itu.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIqcvWAI_I/AAAAAAAAAf4/yq3uq5AMB94/s1600-h/oh+tidak.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIqcvWAI_I/AAAAAAAAAf4/yq3uq5AMB94/s320/oh+tidak.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Namun, ibu pertiwi akan benar-benar tua dan mati kalau anak negeri hanya berdiam diri. Lantas apa yang dapat kulakukan sebagai anak negri untuk ibu yang sedang bersusah hati ? Pertama sekali sebagai bukti cintaku, aku ingin memproklamirkan kalau aku sangat BANGGA menjadi bagian dari negeri ini. Ya, aku sangat bangga dilahirkan di negeri yang konon katanya &lt;i&gt;gemah ripah loh jinawi&lt;/i&gt;. Kenapa mesti malu? Bukankah &lt;i&gt;hubbul watani minal iman&lt;/i&gt; (cinta tanah air sebagian dari iman) ?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Aku sangat bangga bertanah airkan Indonesia. Karena di dunia ini hanyalah Indonesia yang bernama Indonesia, berbahasa Indonesia, memiliki ribuan pulau, berbagai macam suku dan kebudayaan dengan bahasa daerah yang beragam jua, sumber daya alam yang melimpah ruah, dan merupakan negara tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangga menjadi rakyat Indonesia. Rakyat dari sebuah negara yang kaya raya, yang memiliki total penduduk seratus juta lebih, yang hampir setiap tahunnya dilanda bencana. Bayangkan saja kalau Indonesia tidak terdapat banyak bencana, maka pusat penelitian bencana akan berpindah ke negara-negara lain. Bukan bermaksud senang dengan bencana. Dari pada bersusah, mending kita mengambil hikmahnya sambil terus membenah diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jangan Hanya Mengkritik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontradiktif memang. Membagakan tanah air yang isinya penuh dengan para koruptor, pelanggar HAM, bahkan menjadi gerbong para teroris. Namun, apakah kita akan diam saja melihat negeri ini penuh dengan kemelut? Apakah kita hanya mampu melontarkan kritikan tanpa mau berbenah? Atau tetap saja saling menumpahkan darah di tanah ibu pertiwi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa saja berdalih kalau kita hanyalah rakyat kecil yang menjadi korban para penguasa. Siapakah yang memilih penguasa? Kita juga kan? Kita-rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, ngga fair itu. Saya ngga tahu menahu dengan semua itu. Saya hanya korban.” Lantas kenapa ngga mau mencari tahu? Kenapa hanya ikut-ikutan? Dan mau-maunya dikorbankan? Berapa abad kita sudah dijajah Belanda ditambah beberapa tahun oleh Jepang? Nah sekarang kan sudah merdeka, kenapa tetap mau dijajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya bisa berdalih, menyalahkan orang lain, mengkritik, tapi tidak mau memberikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi merajalela, kenapa? Karena kita telah menganggapnya hal yang biasa. Sogok-menyogok juga biasa. Semua dianggap biasa. “Sudahlah, biar urusannya cepat selesai,” kita kembali berdalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau hal itu tidak diberantas dan tetap menjadikannya sebagai hal yang biasa. Maka siapa yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik boleh-boleh saja. Tapi negeri ini bukanlah miliknya para penguasa saja. Bukan milik para pejabat. Bukan hanya milik segelintir orang. Tapi, kita yang mengaku jadi rakyat Indonesialah pemiliknya. Jadi, jangan hanya mengkritik! Tapi berikanlah solusinya. Jangan hanya mengharap, tapi terjunlah bersama-sama membangun negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan malu dengan keadaan negeri kita, tapi merasa malulah pada diri sendiri dan malu kepada Tuhan, serta malulah berkumpul bersama-sama dengan orang yang tidak mengerti arti hidup. Orang yang tidak bisa menerima hidup ini dengan iklas. Malulah berkumpul dengan orang-orang Indonesia yang tidak dapat jujur pada dirinya sendiri, suka bohong, menipu, maling (apapun bentuknya, lebih-lebih maling berdasi). Yang harus Anda malu adalah jika Anda berkumpul bersama dengan para pejabat negara dan para selebriti yang senang berfoya-foya, yang memiliki gaya hidup gengsi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi saya yakin, ditengah bobroknya kondisi bangsa, masih banyak orang-orang yang sangat mencintai negeri ini. Orang-orang yang senantiasa saling menjaga dalam kebaikan masih ada, dan akan terus bertambah. Orang-orang yang yang mau bangkit dan bergerak, serta bisa menjadi solusi. Terlebih lagi dengan telah dilaksanakannya Pemilu Capres/Cawapres dengan pasangan SBY-Boediono yang menjadi pemenangnya. Besar harapan yang digantungkan dipundak pemimpin bangsa ini untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Aku tidak malu jadi orang Indonesia ... Biar orang bilang apa saja, biar, biar ... Indonesia negara paling korup di dunia. Indonesia negara gagal. Indonesia negara lemah.Indonesia melanggar HAM. Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan. Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;(H. Rosihan Anwar, wartawan nasional)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIrWEuIa7I/AAAAAAAAAgA/-arRwlAEWEI/s1600-h/kpk1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIrWEuIa7I/AAAAAAAAAgA/-arRwlAEWEI/s200/kpk1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Kontribusiku untuk Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIuKiTpyfI/AAAAAAAAAgI/UFfcZ6vfPk0/s1600-h/untuk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIuKiTpyfI/AAAAAAAAAgI/UFfcZ6vfPk0/s320/untuk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sekarang kembali pada diriku. Apa yang telah kulakukan untuk negeri ini? Tidak banyak yang kuberikan untuk tanah airku di usia yang telah beranjak 21 tahun ini. Namun aku tidak mau diam saja. Bukankah yang sedikit itu lebih baik dari pada tidak sama sekali? Maka berikut ini adalah baktiku untuk negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;b&gt;1. Tidak mencontek ketika ujian. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; 2. Belajar yang rajin dan mampu menjadi dokter yang bisa menyehatkan bangsaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; 3. Membuat blog yang mengupas habis potensi Tangse, kampung halamanku yang kelak nantinya bisa menjadi tujuan wisata Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; 4. Tetap berusaha menggunakan produk dalam negeri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; 5. Mengoptimalkan berjalan kaki untuk mengurangi polusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; 6. Terus menulis dan mempromosikan kebudayaan daerah Aceh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; 7. Menggunakan Telkomsel sebagai operator selularku yang merupakan produksi dalam negeri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; 8. dan lain-lain…&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://zuch.files.wordpress.com/2008/07/new_kartu_as_front.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://zuch.files.wordpress.com/2008/07/new_kartu_as_front.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang telah kau berikan untuk negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Mereka tidaklah seperti air yang menggenang, yang hanya diam saja dan menjadi sarang penyakit. Mereka adalah air yang mengalir, air yang bermanfaat bagi sekitarnya. Dan tentu saja mereka bukanlah orang-orang yang berkerumun tidak beraturan.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-2536342033316820744?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/2536342033316820744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/08/hiduplah-indonesia-raya.html#comment-form' title='29 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2536342033316820744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2536342033316820744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/08/hiduplah-indonesia-raya.html' title='Hiduplah Indonesia Raya'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SpIwGGv7OAI/AAAAAAAAAgY/3VyYk7jUhrI/s72-c/bannerhutri400px.png' height='72' width='72'/><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-6338993840571272476</id><published>2009-08-16T15:32:00.001+07:00</published><updated>2009-09-13T08:56:55.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Aceh Blogger Kampanyekan IT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ACEH Blogger Community Regional III Bireuen bekerjasama dengan BEM STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe mengadakan Panel Forum yang bertemakan “Perkembangan Teknologi Informasi bagi Masyarakat Bireuen”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara yang berlangsung pada hari sabtu (15/8) di Aula Kampus Universitas Almuslim dibuka oleh Pembantu Rektor (Purek) III Drs. Syarkawi, M.Ed. Dalam kata-kata sambutannya menyebutkan bahwa, “hadirnya inisiatif dari kalangan muda seperti hari ini untuk menyelenggarakan acara yang bertemakan IT memang sangat perlu bagi masyarakat Bireuen”, ujar Purek III mewakili Rektor Almuslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam panel forum yang berlangsung setengah hari ini juga hadir panelis dari Media Online Acehkita.com dan juga dari Pemda Bireuen yang diwakili oleh Bappeda Bireuen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik dalam materi yang disampaikan oleh perwakilan Pemda Bireuen yakni tentang masalah klasik (anggaran, -pen) tidak perlu lagi menjadi alasan utama untuk penghambat maju Bireuen dalam hal teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dari pihak media, juga menekankan bahwa peran media online sangat membantu dalam mempublikasi informasi Aceh kepada pihak luar seperti saat terjadi tsunami dan konflik yang berkepanjangan yang melanda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-6338993840571272476?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/6338993840571272476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/08/aceh-blogger-kampanyekan-it.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/6338993840571272476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/6338993840571272476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/08/aceh-blogger-kampanyekan-it.html' title='Aceh Blogger Kampanyekan IT'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-885374489164792576</id><published>2009-08-13T20:47:00.004+07:00</published><updated>2009-09-13T08:58:04.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>Aku Menjadi Tersangka</title><content type='html'>Huff…  Akhirnya ngeposting  juga. Lama tidak ngeblog membuatku berada diatas puncak kerinduan yang sangat mendalam dengan rumah keduaku ini. Banyak hal sebenarnya yang ingin kuceritakan. Mulai dari acara MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional XI yang kuikuti sepekan yang lalu sampai beberapa pengalaman lain yang ingin kubagi-bagi dengan teman-teman yang dengan setia mengikuti blogku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu hal yang ingin sekali kuluapkan di sini. Dan apakah itu? Hiks, AKU MENJADI TERSANGKA (hwaaaaaaaaaaaa)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa, why, limaza, aku bisa menjadi orang yang disangka? Pastinya disangka membuat kejahatan seperti Nurdin M.Top yang sangat menghebohkan itu tentunya. Apa pun itu, dan siapa pun itu yang namanya tersangka tetaplah tersangka meski kasusnya ngga sama parah. Kenapa aku menjadi tersangka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya aku ingin tertawa saja jika mengingat kejadian Rabu (12/08/09) sore itu. Hari ketika aku membawa adikku yang jatuh dari motornya ke dokter ortopedi. Mungkin ini yang disebut naas. Tepat di persimpangan Jambo Tape, aku yang tanpa melihat rambu lalu lintas yang melarang belok kiri dengan tanpa rasa bersalah langsung saja melintas di belokan yang di trotoarnya terdapat polisi lalu lintas yang dengan arogannya berdiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Stop,” ucapnya tanpa ba bi bu dan menghampiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang tanpa rasa bersalah mengikuti saja ucapannya.&lt;br /&gt;“Kenapa Pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tidak lihat rambu-rambu di larang belok?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, apakah aku telah melanggar peraturan? Pantas saja tidak ada satu kendaraanpun yang berbelok ke arah yang sama denganku. Ingin ku tertawa saja saat itu. Tapi aku ingat di depanku adalah polisi-polisi angkuh dengan pakaian dinasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya sudah, cepat Pak!” suaraku mulai meninggi, ”Saya harus membawa adik saya ke rumah sakit.”Pikiranku saat itu tertuju pada adik semata wayangku yang telah dulu pergi bersama temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu sibuk, saya juga sibuk, motor ibu harus kami tilang” jawab polisi itu dengan gugup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo sama-sama sibuk jangan banyak ceramah. Ya udah, kalo kamu mau nilang, silakan! Saya tinggalkan motor saya di sini. Kamu ngga bisa rasain gimana kalo adik kamu sedang sakit apa?” segera kukeluarkan SIM, STNK, dan kunci motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eits Bu, tunggu dulu,” aku melihat ada rona ketakutan di wajah laki-laki yang sempat kulihatnya namannya berinisial E. Saat itu aku ingin tertawa, ngga nyangka bisa marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu mau bayar 95 ribu dan urusan Ibu tuntas, atau saya kasih surat tilang biar diproses di pengadilan?” tawarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu pikir saya mau bayar kamu? Serahkan aja surat tilangnya. Biar saya urus di pengadilan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus memandang surat tilang itu tanpa berkedip. Di dalamnya tertulis kalau aku menjadi tarsangka pelanggaran lalu lintas dan akan disidangkan tanggal 09-09-09, benar-benar tanggal, bulan, dan tahun yang serasi, tapi tidak untukku.&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-885374489164792576?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/885374489164792576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/08/aku-menjadi-tersangka.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/885374489164792576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/885374489164792576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/08/aku-menjadi-tersangka.html' title='Aku Menjadi Tersangka'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-8771591823304674673</id><published>2009-08-07T23:18:00.001+07:00</published><updated>2009-09-13T09:02:22.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>HAN dan Jaminan Pemenuhan Hak Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SnxTj8wkCpI/AAAAAAAAAfo/-wZsvSSoMYM/s1600-h/anak-anak+Aceh+di+children+centre.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="171" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SnxTj8wkCpI/AAAAAAAAAfo/-wZsvSSoMYM/s320/anak-anak+Aceh+di+children+centre.jpg" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;“Saya Anak Indonesia Kreatif, Inovatif dan Unggul untuk Menghadapi Tantangan di Masa Depan.” Begitulah tema yang diusungkan pemerintah dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2009. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 B ayat (2) yang menyatakan bahwa: “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi", telah memberikan landasan yang kuat bahwa anak berhak untuk hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak untuk memperoleh perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia mempunyai komitmen untuk menjamin terpenuhinya hak anak dan perlindungan anak yang merupakan bagian dari hak asasi manusia, antara lain hak untuk hidup, kelangsungan hidup, tumbuh kembang, berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi demi terwujudnya anak Indonesia yang sejahtera, berkualitas dan terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kenyataan di lapangan yang sering kita saksikan malah sebaliknya. Anak-anak sering dieksploitasi untuk berbagai kepentingan, termasuk ekonomi. Hal itu selain dilakukan oleh pelaku usaha, juga melibatkan orang tua mereka sendiri. Di beberapa persimpangan jalan di Kota Banda Aceh dapat kita lihat bagaimana anak-anak sering dieksploitasi untuk keperluan ekonomi, namun hak-haknya belum tentu terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga sudah menjelaskan tentang sanksi bagi mereka yang mengeksploitasi anak. Dalam Pasal 88 UU tersebut dijelaskan, setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam penerapannya masih saja pemerintah melakukan diskriminasi saat program kepentingan anak dilakukan. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan masih didominasi oleh kepentingan perempuan. Padahal, anak merupakan modal bangsa yang sangat potensial dan anak lebih tidak berdaya dibandingkan perempuan. Bila dianggap konsisten dalam membela kepedulian anak, seharusnya pemerintah mempunyai keberanian dan kemauan politik untuk membentuk kementrian anak. Atau, paling tidak tidak melakukan diskrimasi dalam program peningkatan hak anak dalam Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pengeksploitasian, anak-anak juga kerap menjadi korban kekerasan, pemukulan, bahkan pelecehan seksual kaum dewasa. Kasus gizi buruk yang melanda anak-anak Aceh pun semakin merebak di tengah-tengah maraknya program pemerintah dalam memberantasi kwasihokor dan marasmus di negara ini. Hal ini membuktikan masih kurangnya perhatian baik itu dari pemerintah maupun dari elemen masyarakat lainnya terhadap pemenuhan hak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, momentum peringatan Hari Anak Nasional ini hendaknya tidak hanya sekadar seremonial biasa yang kerap dilaksanakan setiap tahunnya. Sudah saatnya pemerintah dan seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan agar setiap anak memperoleh hak, seperti : pelayanan pendidikan dan pengajaran bermutu dalam rangka pengembangan pribadi dan semua potensi kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya; pelayanan kesehatan bermutu dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial anak; kebebasan berpartisipasi untuk menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan; beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak sebaya, bermain, berekreaksi sesuai dengan minat, bakat dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri, serta perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, penganiayaan, ketidak adilan dan perlakuan salah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat upaya untuk memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan hak anak telah menjadi komitmen nasional dan internasional, maka diperlukan dukungan sebagai kewajiban dan tanggung jawab negara, pemerintah, lapisan masyarakat, keluarga serta orang tua dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tahun 2009 merupakan Tahun Indonesia Kreatif seperti yang telah diluncurkan Peresiden SBY pada tanggal 22 Desember 2008 yang bertepatan dengan Peringatan Puncak Hari Ibu ke-80 tahun 2008. Beliau menyatakan bahwa kreatifitas dan inovatif dapat ditumbuhkan sejak masa kanak-kanak. Untuk itu, kesadaran tentang kemampuan berkreatifitas dan berinovatif perdibangkitkan sejak usia anak-anak. Peringatan HAN 2009 merupakan wadah untuk membangkitkan inovatif dan kreatifitas pada diri Anak Indonesia agar kelak menjadi manusia seutuhnya, yaitu berbudi pekerti luhur, unggul, tangguh dan berkarakter serta cinta tanah air, yang dapat menjawab tantangan di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Dimuat di acehinstitute.org&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-8771591823304674673?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/8771591823304674673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/08/han-dan-jaminan-pemenuhan-hak-anak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8771591823304674673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8771591823304674673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/08/han-dan-jaminan-pemenuhan-hak-anak.html' title='HAN dan Jaminan Pemenuhan Hak Anak'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SnxTj8wkCpI/AAAAAAAAAfo/-wZsvSSoMYM/s72-c/anak-anak+Aceh+di+children+centre.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-1325699883287674200</id><published>2009-07-17T18:58:00.001+07:00</published><updated>2009-09-13T09:04:04.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun ke-11 detikcom'/><title type='text'>Email Pertamaku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sekarang kalau mau ngirim surat ngga perlu lagi lama-lama. Cukup dengan email, dalam hitungan menit surat kita akan tiba ke email tujuan kita.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku masih mengingat dengan jelas kata-kata yang diucapkan Pak Anwar, guru Bahasa Inggrisku ketika duduk di kelas tiga SMP. Saat itu aku hanya terpana dengan bibir membentuk huruf “o”. Aku sama sekali ngga mengerti dengan apa yang dijelaskan sang guru. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Email? Jenis binatang apa itu. Kata &lt;i&gt;mail&lt;/i&gt; sering kubaca di amplop  dengan pinggiran biru-merah yang kerap kugunakan untuk mengirimkan surat. Pasti itu tidak jauh-jauh dari surat menyurat, pikirku saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Email itu apa, Pak? Terus kalau mau ngirim itu harus pake pos juga?” tanyaku yang benar-benar tidak tahu apa-apa. Aku yakin, semua teman sekelasku juga merasa senasib sepenanggungan denganku. Maklum saja, di tahun 2003 teknologi canggih seperti itu belum sampai ke Lueng Putu, sebuah kecamatan di Kabupaten Pidie, tempatku menuntut ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka Pak Anwar pun menjelaskan apa itu email yang kemudian aku tahu kalau itu adalah singkatan dari &lt;i&gt;electronic mail&lt;/i&gt;  atau surat elektronik dan untuk mengirimnya harus menggunakan internet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bah!!! Apa lagi itu. Internet? Bahasa yang sangat asing. Dan karena keunikan namanya, kami sering menggunakan kata internet untuk teman-teman yang kerasukan jin. Inter untuk masuk, dan net untuk jin. Ngga ada hubungan sama sekali memang, tapi karena keanehannya aku rasa istilah itu sangat cocok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kuakui, aku sangat buta teknologi kala itu. Jangankan untuk mengoperasikan internet yang sama sekali tidak kuketahui bentuknya bagaimana, memegang keyboard komputer saja aku belum pernah. Aku hanya bisa menatap kagum ketika petugas tata usaha sekolah dengan cekatannya mengetik berbagai macam surat dengan menggunakan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika duduk di bangku kelas satu SMA, tanpa sedikit rasa malu pun aku langsung mununjuk tangan ketika guru komputer bertanya, “Siapa diantara kalian yang belum pernah memegang komputer sekalipun?” semua mata saat itu tertuju padaku. Teman-teman baru di SMA Modal Bangsa (Mosa) yang merupakan SMA terbaik di Aceh melihatku dengan aneh. Aku tak tahu apakah saat itu mereka menatapku dengan sinis atau malah bangga punya teman yang benar-benar gaptek sepertiku. Betapa tidak, rata-rata teman-temanku itu telah menguasai &lt;i&gt;microsoft office&lt;/i&gt;, bahkan  ada yang telah bisa mengedit foto dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt; photoshop&lt;/i&gt;. Tapi, ada satu hal yang hampir sama denganku. Banyak di antara teman-teman baruku itu yang juga belum mengenal internet. Karena saat itu akses internet baru ada di Banda Aceh. Jadi, hanya mereka yang berasal dari Banda Aceh saja yang &lt;i&gt;melek&lt;/i&gt; dengan teknologi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku merasa beruntung sekali bisa berada di tengah orang-orang cerdas seperti teman-temanku. Mereka semua tidak pelit ilmu. Ketika Minggu tiba, kami diizinkan untuk keluar asrama (kami semua diasramakan di sekolah itu), Widdha, teman sekelasku mengajak aku ke warnet. “Warnet itu singkatan dari warung internet,” jelas Widdha, siswa yang berasal dari Aceh Utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, ternyata internet itu ada warungnya. Hampir sama seperti wartel atau warkop.” batinku.&lt;br /&gt;Di dalam warnet, aku baru tahu kalau internet itu ada di dalam komputer yang disambung ke server. Aku terkagum melihat bagaimana lihainya Widdha &lt;i&gt;ngechat&lt;/i&gt; di salah satu aplikasi &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;. “Aku kemarin diajari sama kakak angkatku, kak Jeni,” jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Chat&lt;/i&gt;? Kata-kata itu mengingatkanku pada komedi berjudul &lt;i&gt;“Chatting”&lt;/i&gt; yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;“Widdha udah punya email?” tanyaku kemudian. Yang aku tahu dari internet  hanyalah email.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; “Apaan tuh, Za?” tanyanya dengan mata terus tertuju pada monitor dengan jemari berlari-lari di atas keyboard. Ia sedang asyik-asyiknya &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt; dengan menggunakan nama samaran “flower”. &lt;i&gt;Nickname&lt;/i&gt;, begitu jelas Widdha saat kutanyakan kenapa harus menggunakan flower.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Aku merasa bangga dalam hati, ternyata Widdha yang menurutku sudah mahir dalam dunia internetan tidak tahu apa itu email. Berbekal penjelasan guru Bahasa Inggris SMPku dulu, akupun menjelaskannya dengan semangat pada sosok yang ada di sampingku. “Email itu singkatan dari &lt;i&gt;electronic mail&lt;/i&gt; yang artinya surat elektronik. Jadi dengan fasilitas internet ini kita bisa mengirimkan surat dengan cepat ke teman kita,” ucapku berapi-api.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; “Oooo…” Widdha ber”o” panjang seakan mengagumi pengetahuanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; “Liza ngga &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt; juga? Sini Widdha ajari caranya. Nanti Liza pake komputer kosong yang di samping itu,” ucapnya kemudian. Aku tak tahu apakah itu salah satu bentuk pengusiran secara halus karena sedari tadi aku hanya mengganggunya atau temanku itu kasihan kepadaku yang hanya bisa terpana melihatnya &lt;i&gt;ngechat&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Mulailah ia menjelaskan satu persatu cara &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt; di aplikasi yang sedang digunakannya. Mulai dari &lt;i&gt;register &lt;/i&gt;nama, email, &lt;i&gt;nickname&lt;/i&gt;, memilih server, sampai mengunjungi kamar-kamar yang tersedia ada di aplikasi&lt;i&gt; chat &lt;/i&gt;tersebut. “Liza gabung di &lt;i&gt;room&lt;/i&gt; Mosa aja. Di sini ada semua anak-anak Mosa baik yang udah lulus atau masih sekolah. Nanti Liza tanyain aja ke mereka. Kata kakak angkat Widhha, mereka semua baik-baik.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Berbekal ilmu yang ngga sepenuhnya kuingat itu, aku pun memberanikan diri untuk menjelajahi internet sendiri. Sejak masuk Mosa aku telah bisa mengoperasikan komputer. Yeah, walau hanya sekedar menghidupkan, &lt;i&gt;shut down&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;restart&lt;/i&gt;, dan mengetik di M.Word. Lumayanlah, dari pada ngga sama sekali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Akupun menyalakan komputer yang ada di depanku saat itu. Kuikuti petunjuk yang telah diajari Widdha untuk membuka aplikasi &lt;i&gt;chat&lt;/i&gt;. Naasnya, aku lupa langkah-langkah yang harus kutempuh selanjutnya. Aku hanya menatap kode-kode yang bermunculan tanpa kutahu artinya. Mau nanya ke Widdha, gengsi. Selama setengah jam aku hanya melihat huruf dan angka yang terus berjalan. Sampai akhirnya kuputuskan untuk mematikan komputer dan kembali ke tempat Widdha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; “Cepat banget, Za?” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; “Lagi ngga&lt;i&gt; mood chat&lt;/i&gt;. Nantilah kapan-kapan aja,” kilahku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; “Jangan takut dengan komputer,” ucap Pak Lazu, guru komputerku, “kamu bisa menekan apa saja yang kamu mau. Kalau sudah hang, restart saja. Setelah itu ia akan normal kembali.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Aku menyimak penuh antusias.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; “Bagitu juga ketika kalian mengoperasikan internet. Sama saja dengan komputer. Kalau tidak tahu, jangan segan-segan tanya ke operatornya,” lanjut laki-laki itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Yups, kenapa tidak kutanyakan saja sama operator warnet cara-cara &lt;i&gt;chat&lt;/i&gt; dan membuat email. Akupun kembali semangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Maka, pada hari Minggu selanjutnya aku semakin berani untuk internetan. Sendiri, dengan modal nekad aku pun menuju warnet yang dulu pernah diajak Widdha. Dan keberuntungan seakan memihak padaku. Apakah itu? Ternyata sang operator pada hari itu adalah Bang Adek, tetanggaku di kampung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Langsung saja kumeminta dia untuk mengajariku cara membuat email. Hanya dalam hitungan menit, aku telah memiliki sebuah email. Ini dia alamat email pertamaku : fatheeya@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Bang adek juga mengajariku cara &lt;i&gt;chat&lt;/i&gt; diberbagai aplikasi yang ada diinternet dan mencari berbagai informasi melalui search engine. Aku benar-benar tidak bisa melukiskan betapa senangnya aku saat itu. Ketika pulang, aku memamerkan email baruku kepada seluruh teman-teman di asrama karena kutahu hanya sedikit diantara mereka yang memilikinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sekarang enam tahun sudah aku berinteraksi dengan dunia maya ini. Banyak hal yang kudapat. Mulai dari ilmu, teman, bahkan pekerjaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-1325699883287674200?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/1325699883287674200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/07/email-pertamaku.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1325699883287674200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1325699883287674200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/07/email-pertamaku.html' title='Email Pertamaku'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-7593809447703630507</id><published>2009-07-10T19:58:00.001+07:00</published><updated>2009-09-13T09:09:15.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>What's wrong dengan Diriku?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam beberapa minggu ini (lebih malah), aku merasakan banyak hal yang melenceng telah kulakukan. Banyak waktu yang terbuang percuma hanya untuk sesuatu yang sama sekali ngga bermanfaat. Pada intinya, I wasted my time.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa aku menyimpulkan seperti itu? Jelas, karena aku yang menjalani hidupku. Aku yang paling tau siapa diriku, bagaimana aku, dan apa saja yang kuperbuat. Dan tahukah kamu apa yang telah kulakukan dalam mengisi waktuku sampai terbuang percuma? Walau dengan sedikit malu (ngga papa kan sedikit? Ketimbang ngga ada, hee), akan kukatakan dengan jujur. Sesuatu hal yang sebenarnya telah lama ingin kutinggalkan, tapi aku malah semakin addicted. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/Slc6086v42I/AAAAAAAAAfQ/BX-TVgAZC1U/s1600-h/images.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/Slc6086v42I/AAAAAAAAAfQ/BX-TVgAZC1U/s320/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Eits, jangan salah. Aku bukan junkies alias tukang ngedrugs. I’m okay. Yang membuatku ketagihan adalah CHATTING di MIG33. itu dia. Kalo kamu ngga tau apa itu mig33, silakan &lt;a href="http://www.mig33.com/"&gt;klik disini&lt;/a&gt;. Mig merupakan sebuah aplikasi chatting lewat hp yang menyediakan fasilitas chat ngga hanya untuk mig33 community saja, tapi bisa YMan, g-talk, msn, dll. Awalnya aku diperkenalkan temanku dengan dunia mig ini. Bukan untuk menjadi migger, tapi hanya menggunakan aplikasinya untuk chatting ke YM. Namun, namanya juga anak cerdas yang kepingin tahu segala hal. Mulailah ku utak-atik semua menu yang ada di dalamnya. Dan ternyata ada room chat daerah2, seperti aceh, medan, dll. Mulailah aku menjadi penghuni dunia mig33 itu sampai akhirnya aku memiliki banyak teman. Entah itu cowok or cewek. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Yang membuatku heran adalah tangan khususnya jempolku yang secara refleks langsung menekan keypad hp untuk membuka mig33 ini disetiap tanganku meraih hp. Kalo kupikir-pikir, ngga ada salahnya sih chat dan mencari banyak teman. Tapi adakah hal-hal yang berguna yang kulakukan disitu? Padahal disaat itu aku bias melakukan sesuatu yang bermanfaat. Sedangkan ini hanya “say hallo” dan ketawa-ketiwi dengan orang-orang yang sama setiap harinya. Bukankah ini namanya addicted?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Aku sudah berkali mencoba untuk setidaknya mengurangi kebiasaan burukku ini. But, lagi-lagi, aku tidak bisa. Bukankah ini hanya membuang-buang waktu? Sedangkan disaat ini aku harus mempersiapkan diri untuk MTQ mahasiswa tingkat nasional pada akhir Juli. Ujian blok dan skills lab. Berbagai lomba yang ingin kuikuti. Tapi, kalau aku terus-terusan seperti ini. Liza.. come on!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-7593809447703630507?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/7593809447703630507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/07/whats-wrong-dengan-diriku.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7593809447703630507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7593809447703630507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/07/whats-wrong-dengan-diriku.html' title='What&apos;s wrong dengan Diriku?'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/Slc6086v42I/AAAAAAAAAfQ/BX-TVgAZC1U/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-5915839902736824115</id><published>2009-06-30T10:09:00.001+07:00</published><updated>2009-09-13T09:10:30.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>Mahasiswa Kampungan. Hohoho</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Weekend kemarin kembali kuhabiskan dengan pulang kampung. Kembali. Karena sebulan sebelumnya aku juga menginjakkan kakiku ke kampung halaman. Ngga bosan-bosan. Malah kalo disuruh milih untuk tetap tinggal, aku akan memenuhinya. Oh, benar-benar kampunger sejati. Hehhe…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kalo dikategorikan, Liza itu termasuk mahasiswa kampungan. Tiap bulan pulkam,” ujar Zikri teman sekampusku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biarin aja. Yang penting happy &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alasanku pulkam pun beraneka ragam. kadang-kadang karena Jum’at, Sabtu ngga ada kuliah, maka segera kubergegas meminta mamaku untuk memesan bus untuk mengantarkanku pulang. Karena liburan tentunya. Dan kali ini kepulanganku karena aku ingin menghadiri pesta pernikahan keponakanku. Kak Cut Yah. Maklum saja, aku itu tuha bijeeh dalam istilah Bahasa Aceh. Jadi kecil-kecil begini aku udah punya banyak keponakan dan cucu. ;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Hari Sabtu pagi bersama sepupu dan keluarganya kami pun berangkat ke Tangse. Jarak Banda Aceh-Tangse memakan waktu paling cepat 4 jam. jadi ketika hari sudah siang, kamipun tiba. Segera kubergegas mencari mamaku yang sedang sibuk-sibuknya memasak di rumah yang punya hajatan. Dan mulailah aku mengekori mamaku. Meuiku-iku julukan salah seorang teman untukku. Kemanapun mama pergi kuikuti. Layaknya anak ayam yang takut kehilangan induknya, begitulah aku. (duh jadi malu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sebenarnya aku punya alasan tersendiri kenapa terus mengekori kemana mamaku pergi. Pertama karena mamaku adalah temanku. Kedua, teman-teman yang sebaya denganku rata-rata udah pada merid atau harus ke sawah untuk kerja. jadi, yaa gitu deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sambil terus bersama mama, kukerjakan apa-apa saja yang bisa. Seperti merajang bawang, mengaduk-aduk bumbu, menjadi kacung, dan bercanda dengan ibu-ibu yang ada di situ. Aku lebih comfort berada di tengah ibu-ibu di dapur daripada duduk di depan bersamagadis-gadis lain sambil menggosip hal-hal yang tak berguna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Keesokan harinya itu adalah hari yang ditunggu-tunggu pengantin. Hari itu akan dilaksanakan ijab Kabul pernikahan dan kedua mempelai akan menjadi The King and Queen sehari. Sedangkan aku ditugaskan untuk menjaga prasmanan bersama beberapa orang keponakan yang usianya hanya beberapa tahun di bawahku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sore Minggu aku harus bergegas kembali ke Banda Aceh. itulah saat-saat yang paling tidak kuharapkan. Membayangkan panasnya suhu negeri Kutaraja itu dan seabrek tugas kuliah serta kerja membuatku mumang. Huh, tapi apa hendak dikata, aku tetap harus kembali tanpa meninggalkan statusku sebagai mahasiswa kampungan. So, kalo liburan datang lagi aku akan pulang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Ohya, Alhamdulillah disela-sela sibuknya di pesta pernikahan keponakanku aku mendapatkan kabar kalau tulisanku dimuat di &lt;a href="http://id.acehinstitute.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=547:peran-mahasiswa-dalam-pemberantasan-narkoba&amp;amp;catid=54:kesehatan&amp;amp;Itemid=87"&gt;The Aceh Institute&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-5915839902736824115?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/5915839902736824115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/06/mahasiswa-kampungan-hohoho.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5915839902736824115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5915839902736824115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/06/mahasiswa-kampungan-hohoho.html' title='Mahasiswa Kampungan. Hohoho'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-2688588427332943351</id><published>2009-06-23T20:38:00.000+07:00</published><updated>2009-06-23T20:38:45.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>DJA Itu Apa Ya???</title><content type='html'>Assalamualaikum. Halo semuaaa. Apa kabar nih? Hmm, lama juga ya aku ngga meninggalkan jejak di blogku tercinta ini. sekedar mengintip melihat komentar yang masuh sih ada, tapi untuk posting tulisan? Nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tanpa memanjangkan mukaddimah. Langsung saja dengerin aku berpidato ya bapak-bapak ibu-ibu siapa yang punya anak tolong aku kasihani aku.. eitss, kok udah kagak nyambung gini. Come on!!! Focus Liza! Pertama-tama dan yang paling utama marilah sama-sama kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah Swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Stop! Katanya ngga pake mukaddimah lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit lagi, dan kepada baginda Nabi Muhammad Saw. Udah!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, aku jadi teringat masa-masa SMP dulu. setiap malam Jum’at ada acara muhadharah alias public speaking di sekolahku. Ya pastinya ngga jauh-jauh dari dunia perpidatoan. Maklum aja, dulu aku pernah mondok di pesantren Dayah Jeumala Amal selama tiga tahun sebelum terdampar di SMA Modal Bangsa dan FK Unsyiah. Jadi sisa-sisa perjuangan masa lalu sangat membekas diotak tumpulku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang pesantren, ada beberapa hal yang sangat unik dan jarang dijumpai di tempat-tempat yang lain. Mulai dari nama pesantren itu sendiri sampai murid dan guru-gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, sekarang aku mulai dengan keanehan sang pondok&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SkDaxQhFb3I/AAAAAAAAAfI/7vjb3fqdKWc/s1600-h/9046999569s.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SkDaxQhFb3I/AAAAAAAAAfI/7vjb3fqdKWc/s320/9046999569s.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;DJA, begitu kami memendekkan nama ponpes. Ya, selain dayah jeumala amal, DJA memiliki banyak kepanjangan yang lain. Seperti DAERAH JARANG AIR. Why kenapa bisa seperti itu? ya karena di dayah itu sangat sulit mendapatkan air.  Kalo musim kemarau, bersiap-siaplah mangantri panjang dengan lima ratus santriwati di sumur yang sangat kecil untuk sekedar mendapatkan air untuk wudhu atau buang air kecil. Harus bangun pagi-pagi biar ngga telat shalat subuh di mushalla. Nah, kalo air di bak mandi atau pun di sumur sudah tak ada lagi (emang pernah? Ya iyalah), siap-siaplah dirimu menuju sungai di belakang pondok yang harus ditempuh dengan melompati pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, DJA juga menjadi DAERAH JAJAHAN ANJING. Anjing-anjing dari berbagai pelosok negeri (hah? Masa sih) berkumpul di sini. Setiap paginya para santri yang piket harus menyamak tempat-tempat yang di datangi Si Aan itu. mungkin karena banyak makanan ya, makanya si Aan betah amit ke sana. Sampai-sampai dibuat pasukan khusus untuk memerangi Aans (jamak untuk aan ). Bukan hanya anjing, kucing pun cukup meraja lela di negeri itu. kucing yang ngga sopan itu kerap BAB di atas kasur santri. Tak jarang kalo setiap pulang dari sekolah terdengar teriakan “Laaa, firasyi… qitton bakhil,” (tidak, kasurku. Duh kucing bodoh!!) dari setiap sudut ketika menaiki ranjangnya yang telah terdapat sepotong kue hadiah mas kucing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanehan selanjutnya adalah KERASUKAN. Yupz, ada mitos-mitos tersendiri mengenai kerasukan ini. Konon menurut isu-isu dari seniorku, ada waktu-waktu tertentu si makhluk ghaib itu merasuki tubuh manusia. “biasanya tiga tahun sekali ukh, dan tahun kalian jatahnya,” tutur seniorku. Hah? Itu artinya akan ada santri yang kerasukan pada tahun-tahun keberadaanku di DJA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku sempat ngga percaya, tapi melihat teman-temanku satu per satu roboh dan dirasuki makhluk halus itu, tak ada kata mustahil lagi. Bayangkan saja, saban harinya ada puluhan santri yang kerasukan. Ketika diinterogasi, ada yang mengaku dari Jawa, Medan, Cina, Jepang. Duh ada-ada saja. memang, kalo pondok pesantren itu kerap menjadi sasaran. Apalagi kalo kondisi kita sedang labil dan hipotensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah, ngga mau lagi ngebahas tentang kerasukan. Jadi merinding sendiri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-2688588427332943351?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/2688588427332943351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/06/dja-itu-apa-ya.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2688588427332943351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2688588427332943351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/06/dja-itu-apa-ya.html' title='DJA Itu Apa Ya???'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SkDaxQhFb3I/AAAAAAAAAfI/7vjb3fqdKWc/s72-c/9046999569s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-4136911291701771341</id><published>2009-06-10T11:07:00.001+07:00</published><updated>2009-06-10T11:09:26.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><title type='text'>Alhamdulillah...</title><content type='html'>“Selamat ya mbak, tulisannya &lt;a href="http://acehjourney.net/2009/06/05/pengumuman-pemenang-lomba-blog-ayo-menuliskan-aceh-di-internet/"&gt;menang&lt;/a&gt;.” Tiba-tiba sebuah instant message muncul ketika aku membuka facebook.  Awalnya aku hanya membaca bagian awal pesan itu saja. “selamat mbak tulisannya…” dimuat. Memang, beberapa hari yang lalu tulisanku dimuat di &lt;a href="http://www.harian-aceh.com/"&gt;Harian Aceh&lt;/a&gt;. Jadi aku berterimakasih dengan hambar. (bukan ngga bersyukur, tapi karena udah beberapa kali dimuat, jadi rasa kerterkejutan sedikit berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih ya,” jawabku singkat. Kemudian aku melihat teman yang mengirimkan pesan itu kepadaku. Seseorang yang pernah kulihat tapi belum sekali pun kami berujar. Setelah itu aku melihat kembali pesan pertamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan apa? Batinku. Memang sempat terpikir kalau itu tulisan yang pernah kuikutsertakan dalam &lt;a href="http://acehjourney.net/2009/04/23/lomba-blog-ayo-menuliskan-aceh-di-internet/"&gt;Lomba Menulis Aceh di Internet&lt;/a&gt;. Ada dua tulisan. Tapi yang mana ya?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;a href="http://www.liza-fathia.com/2009/05/kegetiran-seorang-hafizh.html"&gt;Kegetiran Seorang Hafizh&lt;/a&gt;, punya mbak kan?” &lt;br /&gt;“Iya.”&lt;br /&gt;“Mbak dapat juara satu lho, tadi dikonfirm lewat email,”jelasnya,”coba mbak check email aja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung aku membuka email yang kupakai untuk mengirimkan link dan biodataku untuk lomba tersebut. Nihil, tak ada email yang memberitahuku tentang pengumuman lomba tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang bener? Bang, jangan ngerjain saya dong!” Aku sempat waspada saat itu. Pengalaman seorang temanku yang pernah ditipu oleh temannya sendiri membuatku sangat berhati-hati ketika menerima berita baik. Betapa senangnya kita jika mengetahui kalo kita berhasil menang disebuah kompetisi, tapi alangkah sakitnya bisa itu hanya isu yang dikarang oleh teman kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong forward emailnya bang, ke rumput_liar008@yahoo.com,” pintaku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kumenunggu tak juga email itu terkirim. Jam pun sudah menunjukkan pukul 18.30 wib, magrib akan segera tiba. Itu artinya aku harus segera meninggalkan warnet dan beranjak pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di kost, segera kubuka email melalui ponselku. Email dari teman itu sudah sampai. Ternyata benar. Tulisanku menjadi juara satu lomba menulis tersebut. Panitia salah dalam mengetik emailku, mereka mengirim ke rumput_liar00 bukan ke rumput_liar008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.liza-fathia.com/2009/05/kegetiran-seorang-hafizh.html"&gt;Kegetiran Seorang Hafizh&lt;/a&gt; menjadikanku memiliki sebuah modem HSDPA. So, aku ngga perlu menghabiskan waktuku di warnet atau membengkakkan jariku dengan keypad ponsel untuk internetan. Terimakasih Hafizh, kisah hidupmu memberiku jutaan inspirasi untuk terus berkarya. Terimakasih untuk warnet AMM, tempatku mempostingkan tulisan-tulisanku,  &lt;a href="http://www.acehjourney.net/"&gt;Aceh Journey&lt;/a&gt;, SGP, &lt;a href="http://www.acehblogger.org/"&gt;ABC&lt;/a&gt;, dan semua pihak mensponsori lomba ini. Dan terimakasih untuk teman-teman blogger yang telah mendukung dan mengomentari tulisanku. Good Bless U All.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-4136911291701771341?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/4136911291701771341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/06/alhamdulillah.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4136911291701771341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4136911291701771341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/06/alhamdulillah.html' title='Alhamdulillah...'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-4808635677828656051</id><published>2009-06-01T12:24:00.002+07:00</published><updated>2009-06-01T12:30:29.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><title type='text'>Kapan Aku Punya Sepeda?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SiNl1V62-_I/AAAAAAAAAeE/5-7ewahe4zg/s1600-h/sepeda-mini.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SiNl1V62-_I/AAAAAAAAAeE/5-7ewahe4zg/s200/sepeda-mini.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sepeda. Ohhh. If I have a bike, maka aku akan keliling-keliling dunia. Hah? Emang bisa n sanggup? Entahlah, aku hanya berandai-andai. Bagaimana seandainya kata seandainya itu ngga ada? Pastinya diriku ngga bisa berandai-andai untuk memiliki sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginanku untuk memiliki sepeda sebenarnya udah lama banget. Sejak sepeda pertamaku yang dihadiahkan papa waktu aku kelas satu SD itu rusak total. Yupz. Dan tahukah itu kapan? Setelah sepuluh tahun umurnya. Lama juga yaaa. Kalo dibilang rusak, sepeda Olimpicku itu waktu berumur satu-dua tahun udah berulah. Mulai dari bocor ban, rantai yang jatuh, stang yang bengkok, sampai akhirnya harus direparasi ulang total. Tapi tunggu dulu, itu masih layak pakai. Namun setelah sepuluh tahun usianya, sepeda yang selalu menemani hari-hariku terpaksa dijual ke tukang loak. Hikss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku ngga punya sepeda. Sampai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SiNnQek8zhI/AAAAAAAAAeU/SACjsiN-nbU/s1600-h/speda5gk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SiNnQek8zhI/AAAAAAAAAeU/SACjsiN-nbU/s200/speda5gk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika duduk di bangku SMA, niatku untuk membeli sepeda hampir saja terpenuhi. Ya, waktu itu aku menang lomba. Lumayan lah untuk beli sepeda murahan. Tapi… “Mending uang itu ditabung aja Liz, kamu kan ngga begitu perlu sepeda itu.” Usul mamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener juga usul mama, aku harus nabung untuk biaya kuliahku nanti. Dan akhirnya aku tidak punya sepeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa SMA telah kulalui, tapi aku juga belum punya sepeda. (duh, aku kok jadi seperti anak-anak yang minta dibeliin mainan ya? hehheh).. Coba ya ada program pembagian sepeda dari pemerintah untuk mengurangi emisi gas karbon, maka aku yang pertama akan mengajukan diri untuk menjadi penerima sepeda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kubertanya, kapan aku punya sepeda? Yang akan kukayuh keliling Banda Aceh aja deh, ngga usah jauh-jauh. Ntar kalo aku hilang gimana coba? Bisa berabe kan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-4808635677828656051?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/4808635677828656051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/06/kapan-aku-punya-sepeda.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4808635677828656051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4808635677828656051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/06/kapan-aku-punya-sepeda.html' title='Kapan Aku Punya Sepeda?'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SiNl1V62-_I/AAAAAAAAAeE/5-7ewahe4zg/s72-c/sepeda-mini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-5183473716759185239</id><published>2009-05-14T12:37:00.001+07:00</published><updated>2009-06-01T12:38:34.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>KEGETIRAN SEORANG HAFIZH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SiNpK2kXvGI/AAAAAAAAAe4/t0p09FBK4Fs/s1600-h/Lhok+Mataie+1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SiNpK2kXvGI/AAAAAAAAAe4/t0p09FBK4Fs/s320/Lhok+Mataie+1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bocah nelayan itu menatap hamparan laut dengan pilu. Kemudian ia memalingkan pandangannya pada bukit nan rimbun yang terletak berhadapan dengan kumpulan air terbesar di dunia. “Dulu, sebelum tsunami, saya, ayah dan &lt;i&gt;mak&lt;/i&gt;, serta adik saya tinggal di sini,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung Pancu, nama daerah tempat ia berada sekarang. Sebuah perkampungan penduduk yang terletak di Peukan Bada Aceh Besar. Kampung itu memiliki kenangan sendiri di benak anak laki-laki yang bernama Muhammad Hafizh Rihanda. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Dulu saya sering bermain di pinggir pantai bersama teman-teman sepulang sekolah. Bermain bola, mencari kepiting. Banyak pokoknya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra dari pasangan Muhand Abdullah dan Ida Yulianti ini seolah memutar kembali memorinya ke saat-saat di mana ia berada di perkampungan nelayan itu. Sebuah senyuman tergurat dari bibirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, beberapa menit kemudian wajahnya menjadi murung. Matanya yang mulai mengeluarkan butiran bening kembali menatap laut. “Sekarang semua itu tidak ada lagi,” ucapnya terbata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai yang indah Ujung Pancu kini telah tenggelam oleh permukaan air laut yang semakin naik akibat tsunami. Rimbunan &lt;i&gt;Pinus mercusi&lt;/i&gt; yang dulunya menghiasi bibir pantai  tumbang dihanyutkan gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pagi itu saya sedang mengangkut air untuk membantu &lt;i&gt;mak &lt;/i&gt;yang sedang mencuci,” ungkap bocah hitam manis itu, “Terus tiba-tiba gempa. Kuat sekali gempanya. Karena takut kena reruntuhan rumah saya langsung keluar. &lt;i&gt;Mak&lt;/i&gt; mengambil &lt;i&gt;dek&lt;/i&gt; Adha  yang waktu itu masih bayi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafizh mencoba mengingat-ingat kembali hal-hal yang dialaminya pada hari yang menjadi catatan sejarah penting dalam buku agenda dunia. “Waktu keluar rumah, saya melihat semua orang kampung telah berkumpul di depan rumah masing-masing. Kami melihat air laut tiba-tiba surut ratusan meter. Ikan-ikannya kelihatan semua. Ada yang mengambil ikan itu, ada juga yang melihat saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafizh berhenti sejenak, kemudian melanjutkan ceritanya. “Tapi, tiba-tiba gelombang laut datang lagi, tinggi sekali. Setinggi pohon kelapa. Orang-orang kampung berlarian ke bukit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafizh yang saat itu masih berumur lima tahun juga digendong ayahnya menaiki bukit. Begitu pula dengan ibu dan adiknya yang masih bayi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yang sangat ketakutan hingga  menangis tersedu-sedu. Tidak hanya Hafizh yang merasa takut, seluruh penduduk kampung pun demikian. “Ada yang berdoa,  menangis, macam-macam pokoknya. Kami semua ketakutan seolah-seolah mau mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di bukit, lelaki kecil itu harus berpuas dengan mengunyah dedaunan dan meminum air payau untuk mengisi perutnya. Ia sadar, di saat genting seperti itu pasti tidak ada nasi dan lauk pauk lezat seperti yang sering dihidangkan ibunya. Beras yang telah bercampur dengan air asin pun menjadi begitu nikmat kala itu. Ketakutan telah melenyapkan lapar dan dahaga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik sempat sakit waktu di bukit karena kekurangan makanan,”cerita Hafizh tentang keadaan adik laki-lakinya yang bernama M. Adha Zaifullah yang waktu itu masih berumur satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah dua hari tiga malam Hafizh dan seluruh penduduk kampung berada di bukit, mereka memutuskan untuk turun dan menuju perkampungan terdekat untuk mencari perlindungan dan makanan. Akhirnya mereka pun tiba di Simpang Dodik yang letaknya tiga kilometer dari Ujung Pancu. Setiba di sana mereka sadar kalau bukan hanya Ujung Pancu yang menjadi sasaran amukan tsunami, tetapi seluruh Banda Aceh mengalaminya. Kemudian mereka di tempatkan di pengungsian yang terletak di Kecamatan Lampeuneurut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak enak di pengungsian. Kalau malam banyak nyamuk, dan kalau hujan, banjir. Saya dan ayah sering tidak tidur kalau malam karena harus jaga-jaga biar air tidak masuk ke dalam tenda,”tutur Hafizh. “Waktu di barak Siron Lambaro,  sudah  enak. Tempatnya lebih bagus dibanding waktu di tenda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah polos Hafizh tidak bisa menyembunyikan betapa merananya tinggal di pengungsian. Hidup dengan segala keterbatasan. Namun, anak kedua Muhand Abdullah ini tetap bersyukur karena ia masih bisa melanjutkan sekolah dan tetap berkumpul bersama kedua orangtua dan adiknya. “Tapi,” guratan riang lenyap tiba-tiba. “Kak Feby tidak selamat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feby Putri Handayani, kakak yang sangat disayang Hafizh menjadi salah satu korban amukan gelombang tsunami yang sangat dahsyat itu. “Kak Feby tinggal di Blang Oi bersama nenek. Semua keluarga di sana tidak ada yang selamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Hafizh sadar semua itu adalah kehendak Allah dan ia harus menerimanya. Setelah dua tahun lebih tinggal di barak, Hafizh bersama orang tuanya memilih tinggal di Blang Oi, di rumah nenek Hafizh yang tidak berpenghuni lagi. Ia tidak tinggal lagi di Ujung Pancu, tapi sesekali ia tidak lupa untuk sekadar mampir dan mengunjungi rumahnya yang dulu serta bermain bersama teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Hafizh telah duduk di kelas tiga SD Blang Oi. Bencana tsunami memberikan kenangan tersendiri baginya. Perasaan trauma yang dialaminya ketika melihat laut pun hilang seiring berjalannya waktu. Kesedihan karena ditinggal pergi sang kakak pun memudar hari demi hari. Ia yakin Allah Maha Adil. Dan sekarang Sang Maha Adil itu telah memberikan pengganti kakaknya dengan seorang adik perempuan yang sangat lucu. “Mulina Putri Handayani, namanya,” seru Hafizh sambil tersenyum ceria.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung Pancu, Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;sumber gambar : http://picasaweb.google.com/lh/photo/fSO2pAG2enZQNG9Gx9zc4w&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-5183473716759185239?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/5183473716759185239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/05/kegetiran-seorang-hafizh.html#comment-form' title='36 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5183473716759185239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5183473716759185239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/05/kegetiran-seorang-hafizh.html' title='KEGETIRAN SEORANG HAFIZH'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SiNpK2kXvGI/AAAAAAAAAe4/t0p09FBK4Fs/s72-c/Lhok+Mataie+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>36</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-6378396621358220256</id><published>2009-05-07T10:44:00.000+07:00</published><updated>2009-05-07T10:44:49.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>KEMELUT DAN AIR MATA</title><content type='html'>&lt;i&gt;Mengapa harus dengan letupan senjata&lt;br /&gt;Kalau kau ingin menghapus air mata?&lt;br /&gt;Mengapa harus dengan aliran darah&lt;br /&gt;Kalau kau ingin membasuh luka lara&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Tanyaku pada malam yang tak lagi hening&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Tanyaku pada subuh yang tak lagi teduh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        ( Lueng Putu, 2003)&lt;br /&gt;Sepenggal sajak di atas adalah  kenangan yang masih tersimpan rapi di buku catatan harianku tentang pancarian jawaban terhadap kemelut yang melanda Tanah Rencong beberapa dasawarsa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada akhir yang indah dari sebuah kemelut. Peperangan, pertumpahan darah, kemiskinan, ketakutan, kebencian, kematian, dan air mata. Semua bercampur menjadi sebuah buku kehidupan yang tak ingin dikenang. Namun, perselisihan antar umat manusia seolah tak akan pernah lenyap dari muka bumi ini, meskipun pertentangan terhadapnya selalu digemparkan. Konflik, begitu orang-orang menyebutnya. Dan Serambi Mekahku juga tak luput dari konflik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku masih kecil, aku tidak mengerti mengapa kaum lelaki dari desaku berbondong-bondong menuju markas TNI. Aku sama sekali tidak tahu arah pembicaraan mereka. Sesekali di tengah perjalanan, aku mendengar makian dalam bahasa Indonesia. Aku dan ibu yang saat itu sedang membeli obat nyamuk di kios yang letaknya sekitar 50 meter dari rumah bergegas pulang. Aku tidak paham, kenapa ibu  terburu-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya para istri dari suami yang dibawa aparat pada malam itu dan para ibu dari anak lelaki yang di juga ikut serta bersama rombongan menangis histeris. Aku hanya bisa melihat iba, tanpa tahu apa maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan tahun 1998, seluruh penduduk Tangse-sebuah kecamatan di Kabupaten Pidie-diwajibkan mengungsi. Semua sangat tiba-tiba. Tak ada yang tahu pasti siapa yang menyuruh kami mengungsi. Aparatkah? Atau GAM? Atau hanya sebuah “kabar burung” yang tidak tahu dari mana asalnya karena beberapa desa  lain di “Kota Dingin” itu telah mengungsi lebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus mengungsi? Tanyaku pada ibu. Sepengetahuanku desa Pulo Mesjid II, tempat tinggalku tidak  mengalami keributan seperti di desa-desa lain. Aman-aman saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat kasihan melihat ibuku saat itu. Setahun yang lalu, bapak telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa karena penyakit kencing manis yang dideritanya. Dan sekarang dalam situasi yang rumit, ibu harus mengurus kepergian, tepatnya pengungsian kami seorang diri. Tak ada saudara yang datang membantu, apalagi menawarkan tumpangan untuk kami. Semua nafsi-nafsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih rasanya, sampai-sampai ibu ingin tetap saja tinggal di desa. “Biarlah Allah yang menjadi penolong kita kalau nantinya terjadi sesuatu,” desisnya. Namun, akhirnya kami tetap ikut mengungsi. Ternyata ditengah kemelut itu masih ada manusia yang prihatin terhadap kami dengan memberikan tumpangan di mobilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangse begitu sepi kala itu. Hanya ada beberapa mobil patroli polisi yang terlihat. Padi di sawah yang telah menguning dan siap panen harus ditelantarkan begitu saja oleh pemiliknya menjadi pemandangan yang mengiris hati. Betapa tidak, padi di sawah yang menjadi tumpuan hidup masyarakat harus ditinggalkan untuk sebuah pengungsian yang tidak jelas alasannya. Bau bangkai hewan ternak begitu menyengat hidung dan tak bisa dielakkan selama perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah kelahiranku telah disulap menjadi kota mati. Tak ada riuh dan tawa. Hanya ada kesunyian dan ketakutan yang sangat mengganggu jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah Meunasah  Kecamatan Beureunun yang jaraknya memerlukan waktu 1 jam lebih dari Tangse kami mengungsi. Tak ada kenikmatan di pengungsian, semua serba darurat. Nyamuk yang bagaikan bala tentara di medan perang, penyakit-penyakit yang mewabah akibat sanitasi lingkungan yang tidak bersih. Dengan makanan ala kadarnya yang terkadang musti mengharap belas kasihan penduduk sekitar. Tidak ada hal indah yang layak dicatat dalam memori  saat-saat di pengungsian, terlebih lagi di pengungsian yang tidak jelas alasannya kenapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keamanan yang tidak kondusifkah ? Tapi mengapa penduduk yang berasal dari kecamatan tetangga bisa dengan leluasa menjarah hasil bumi tempat tinggal kami dengan leluasa? Mengapa mereka tidak terbunuh kalau memang tempat tinggal kami tidak aman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang waktu itu baru saja naik di kelas enam sekolah dasar tidak tahu harus melanjutkan sekolah dimana, begitu juga dengan yang lainnya. Pegawai-pegawai kantoran terpaksa libur karena ikut juga mengungsi. Para pedagang dan petani tak bisa membanting tulang seperti biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah kurang lebih tiga bulan hidup di pengungsian yang tidak jelas ujung pangkalnya membuat masyarakat kampungku nekad kembali ke rumah masing-masing. Kalaupun harus meninggal di ujung senapan, mereka sudah pasrah. Semuanya diserahkan kepada Sang Pemilik alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun setelah di pengungisian, tepatnya tahun 2000, aku melanjutkan pendidikan di  pondok pesantren Dayah Jeumala Amal, Kecamatan Lueng Putu, Pidie Jaya. Konflik bersenjata masih saja berlangsung, malah kian menjadi-jadi. Apalagi setelah dilaksanakannya pawai besar-besaran untuk menuntut referendum Aceh. Keberadaan kaum adam di rumah membawa ketakutan tersendiri. Mereka yang tidak berkerja di kantor pemerintah dicurigai sebagai pemberontak oleh aparat keamanan. Dan yang menjadi abdi negara dianggap sebagai pecundang oleh GAM dan kerap menjadi sasaran pemerasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja semua dampak konflik waktu itu tak kurasakan secara langsung. Di keluargaku hanya adikku yang laki-laki sehingga tak ada yang menjadi sasaran kecurigaan baik dari aparat atau pun GAM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun 2003, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan yang saat itu dijabat oleh Susilo Bambang Yudhoyono, yang kini menjabat sebagai Presiden RI, memutuskan untuk menetapkan status Aceh menjadi Daerah Darurat Sipil, sebuah peralihan dari status Darurat Militer  karena perjanjian gencatan senjata antara TNI dan GAM tak jua terlaksana. Zona-zona aman yang disepakati tetap saja dilanggar oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada perbedaan antara Darurat Sipil dan Darurat Militer ini. Cuma nama saja yang berbeda, konflik tetap saja berlangsung dan seakan tak akan pernah ada ujung pangkalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku sedang duduk di bangku kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Dayah Jeumala Amal. Sebuah dayah (pondok pesantren) yang dibangun tepat di pinggir jalan menuju Banda Aceh-Medan. Di seberangnya terdapat kantor-kantor pemerintahan yang telah dialihfungsikan menjadi markas aparat. Di belakang dayah, terdapat perkampungan penduduk yang sering dilewati oleh GAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di masa itu, jadilah dayah kami sebagai benteng perperangan antara aparat dan GAM. Setiap saat semua santri harus bersiap siaga kalau saja terjadi kontak senjata. Tiarap dimana saja kami bisa untuk menghindari timah panas yang tak mengenal siapa sasarannya.Tidur malam tak lagi nyenyak seperti biasa. Proses belajar mengajar hanya formalitas semata. Kehidupan berlangsung seadanya saja. Karena rasa was-was telah meracuni jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pelaksanaan Ujian Akhir Nasional, kontak senjata menyambutnya bagaikan pesta tahun baru yang sangat meriah. Lembaran-lembaran kertas ujian tetap kuisi sambil tiarap di tengah-tengah peluru yang berterbangan. Pecahan kaca jendela, membuatku dan teman-teman menjadi khawatir, tapi semangat kami tetap menyala. Ujian tetap berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik terakhir keberadaanku di dayah begitu hampa. Tak ada pesta perpisahan yang mengiringi kepergianku dan santri lain seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.  Hanya ada suara peluru dan dentuman bom yang dengan setia mengiringi. Yang lebih menyedihkan, tepat pada hari seluruh santri harus meninggalkan dayah, ibu tidak bisa menjemputku pulang. Sweeping terjadi dimana-mana. Entah itu yang dilakukan aparat keamanan ataupun GAM. KTP merah putih menjadi jimat yang mujarab ketika sweeping dilakukan aparat. Sebaliknya, KTP tersebut menjadi sumber malapetaka ketika GAM mensweeping. Semua menjadi serba salah. Masyarakat memilih diam saja di rumah karena takut. Angkutan umum mogok untuk mengangkut penumpang karena tidak ingin mengambil resiko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh benar-benar menjadi kota mati saat itu. Tak ada kehidupan, yang terlihat hanya aparat yang melakukan pratoli dengan tank-tank yang berisikan senjata dan peluru. &lt;br /&gt;Satu persatu temanku dijemput oleh orang tuanya dengan menggunakan sepeda motor ataupun becak. Modal nekadlah yang mereka miliki saat itu. Apapun akan ditempuh asalkan bisa berkumpul lagi bersama-sama keluarga. Namun, aku harus berpuas diri untuk tetap berada di dayah selama beberapa hari setelah kelulusanku. Ibu tak mungkin menjemputku. Mau menjemput dengan kendaraan apa? Sepeda motor tak punya, tak ada becak di Tangse. Menyewa ojek juga tidak mungkin. Jarak Tangse-Lueng Putu tidak dekat, butuh waktu 2 jam lebih dan harus melalui pegunungan yang tidak ada yang bisa menjamin keamanannya. Angkutan umum masih tetap mogok. Aku benar-benar dituntut untuk lebih mandiri saat itu. Aku harus sabar dan tabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku bisa menumpangi sebuah labi-labi “nekad” yang membawaku ke Sigli. Rumah sepupuku menjadi tujuan. Hari-hari di Sigli sangat jauh berbeda dibandingkan ketika aku masih di dayah. Kontak senjata hanya sesekali terdengar, sedangkan di Lueng Putu bunyi letupan senjata bagaikan santapan setiap hari. &lt;br /&gt;Aku mengisi hari libur dengan mengurus segala urusan sekolahku. Mulai dari pendaftaran ke SMA, Bolak-balik Lueng Putu-Sigli untuk mengurus ijazah hingga suatu hari aku dapat kembali ke kampung halaman. Ya, aku bisa kembali ke Tangse dengan menumpangi sebuah mobil pick up milik penduduk Tangse yang sedang membeli sembako di Beureunun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, konflik benar-benar membuat semua orang menderita termasuk diriku. Aku tidak bisa kembali ke Sigli untuk mengikuti ujian masuk SMA. Semua kendaraan kembali di sweeping. Modal nekad tidak dapat diandalkan lagi. Hanya ambulans yang diizinkan untuk berpergian untuk membawa pasien. Dan Allah Maha Pengasih, di hari yang naas itu aku diizinkan menumpangi ambulans yang akan membawa pasien ke kota Sigli. Tak masalah harus duduk berdesakan. Sampai di Sigli dan mengikuti tes ujian masuk SMA Modal Bangsa adalah tujuan utamaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diterima  di SMA Modal Bangsa yang letaknya di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.  Alangkahkah berbedanya suasana Aceh Besar dan Banda Aceh dengan Lueng Putu ataupun Tangse. Semua aktivitas penduduk berjalan normal. Hanya di pedalamannya saja yang memerlukan penjagaan yang ketat pihak keamanan. Selebihnya tidak. Jarang sekali terdengar letupan peluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Desember 2004, Aceh kembali diuji dengan bencana gempa dan tsunami. Rakyat kembali berduka, tidak sedikit korban yang berjatuhan baik dari korban jiwa atau pun finansial. Namun, setiap musibah pasti ada hikmahnya. Musibah dahsyat itu ternyata tidak sepenuhnya membawa luka lara bagi rakyat Aceh, tetapi juga mengahasilkan sebuah kenikmatan. Perjanjian damai antara pemerintah RI dan GAM pada tanggal 15 Agustus 2005 di Helsinski, Finlandia, bagaikan angin segar bagi rakyat Aceh. Betapa tidak, dengan ditandatanganinya MoU (Memorandum of Understanding) tersebut, maka berakhir pula konflik yang berkepanjangan di Nanggroe Aceh Darussalam. Tak ada lagi peperangan, kematian, dan semua kesengsaraan.&lt;br /&gt;Semoga damai ini tetap terjaga dan tak ada yang menodainya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-6378396621358220256?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/6378396621358220256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/05/kemelut-dan-air-mata.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/6378396621358220256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/6378396621358220256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/05/kemelut-dan-air-mata.html' title='KEMELUT DAN AIR MATA'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-7738227712653635123</id><published>2009-05-04T13:22:00.000+07:00</published><updated>2009-05-04T13:22:47.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><title type='text'>Namanya Juga Anak-anak (Part 1)</title><content type='html'>Setiap masa memiliki arti tersendiri bagi kita. Entah itu masa ketika kita masih kecil, remaja, dewasa, atau bahkan saat usia ini telah beranjak tua. Bagiku semua masa itu sangat berharga. Terlebih ketika usia ini masih kecil dan belum begitu paham tentang dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yupz, aku sangat merindukan masa-masa kecilku yang sudah tentu ngga bakal kugapai lagi. Kalau direfresh kembali, maka otakku akan mengingat hari ketika adikku dilahirkan. Saat itu aku masih berumur 3 tahun. Selebihnya aku ngga ingat apa-apa lagi diusia tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di umur empat tahun, aku diantar mama untuk masuk taman kanak-kanak. Ya, aku masih mengingat jelas masa itu. Waktu itu mama menggendong adik yang masih bayi. Kami pergi bersama Cut dan ibunya. Saking senangnya, aku terus saja berlari-lari tak sabar ingin segera tiba di TK kecamatan yang berjarak sekitar setengah kilo dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana aku bertemu dengan Bu Nong yang kata-katanya selalu kuingat, “Jangan ribut ya, nanti ibu kunci mulutnya.” Saat itu aku benar-benar membayangkan seorang Bu Nong, yang merupakan keturunan Aceh-Medan itu mengambil kunci lemari lalu mengunci mulut kami. Bu Nong yang bahasa Acehnya kurang lancar itu sering menggunakan Bahasa Indonesia untuk berinteraksi dengan kami. Walhasil, aku yang dengan kemampuan bahasa yang pas-pasan hanya mengangguk-angguk saja ketika beliau berbicara. Sedangkan teman-teman yang tinggal di kecamatan memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang cukup baik, malahan banyak di antara mereka adalah anak-anak tentara yang sama sekali tidak bisa bahasa aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Bu Nong, ada juga Bu Rohana yang rambutnya dikeriting. Saat itu rambut keriting memang sangat ngetrend lho, mamaku yang dulu sempat membuka salon selalu mendapat pelanggan yang hendak mengkriwil-kriwilkan rambutnya. Duh, aku paling benci saat-saat itu. Bau obat untuk membrekelekan rambut sangat menyengat. Ngga tahann…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Rohana berasal dari Meulaboh, beliau sering banget pulkam. Jadinya kami ngga begitu dekat dengannya. Ada juga Bu Halimah. Ibu itu sedikit judes, jadi aku kurang menyukainya. Jadi di antara ke tiga guru TK ku itu, Bu Nong is the best..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi nilai plus Bu Nong. Apakah itu ? Yupz, Bu Nong dengan senang hati selalu membelikan kue bakwan untuk kami. Pastinya setelah mengumpulkan Rp 25 dari setiap murid. Sebelum makan, ia selalu mengajak kami untuk berdoa bersama. “Allahumma bariklana fiimaa razaqtana waqina ‘aza bannar. Siapa yang ngga baca doa, maka dia makan ???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pajoh jeen (makan setan) buuu,“ jawab kami serentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika TK aku termasuk murid yang cuek. Teman-temanku cowok semua. Sering aku bersama Zul mengganggu murid-murid yang lemah. Pernah sekali kami menakut-nakuti anaknya Pak Camat yang mengalami retadarsi mental. Tanpa merasa bersalah kami usir dia dari tempat duduk yang menjadi daerah kekuasaan kami. Kemudian menakut-nakutinya dengan menarik bibir kami menyerupai monster berbibir besar sampai akhirnya dia ngga mau lagi masuk sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sering bergaul dengan cowok, aku menolak langsung ketika Bu Rohana memintaku untuk menari dengan yang lain. “Han ek buk (ngga mau Bu) !!!” tolakku tegas lalu berlari keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo ngga nari, kamu ngga bisa ikutan ke Sigli, Liza!” rayu Bu Rohana. Namun aku tetap ngga mau. Aku paling benci menari. Dan hanya merasa sedikit menyesal ketika Cut, teman yang rumahnya dekat dengan rumahku memamerkan fotonya ketika menari di Sigli. Egp eikkzzzz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa nama teman-teman TK yang masih membekas di otakku. Seperti Zulfikar, Kak Rifka Junina, Nafsul Muthmainnah, Cut Rauzatul Jannah, Adi, Heri Finaldi, Irdawati, Fajar, Tina, Eric, Ayu, Maida, dan yang lainnya aku lupa. Aku tidak bersama mereka lagi ketika duduk di bangku SD kecuali Cut. Aku dimasukkan ke SD yang ada di desaku. Alasannya? “1. SD kecamatan jauh, 2. walaupun SD kampung, tapi kualitasnya cukup bagus.” Jelas papaku. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-7738227712653635123?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/7738227712653635123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/05/namanya-juga-anak-anak-part-1.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7738227712653635123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7738227712653635123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/05/namanya-juga-anak-anak-part-1.html' title='Namanya Juga Anak-anak (Part 1)'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-3470160764684522827</id><published>2009-04-29T14:11:00.000+07:00</published><updated>2009-04-29T14:11:37.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><title type='text'>Dari Carier Sampe Kecurangan UN</title><content type='html'>Lama banget ngga ngeposting bikin tanganku gatal untuk kembali menulis. Yeah, maklumlah secara akukan wanita carier! Eits, betewe carier penyakit apa ya? Soalnya kalo di kedokteran istilah carier itu sering digunakan sebagai pembawa penyakit keturunan. Misalnya carier hemofilia, carier DM, dan lain-lain. Tapi istilah carier yang kugunakan sekarang ngga ada label kedok-teran segala yha!!! Ini karir dalam arti umum. Ingat tuh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sok banget menjuluki diri wanita karir!!! Hahaha, biar aja, toh julukan untuk diriku sendiri kok, bukan untuk kamu, dia, atau siapa saja. Maklum saja rutinitasku yang berjibun mengalahkan presiden SBY (masak iya?). ya iyalah, pagi kuliah sampe siang kadang-kadang sorepun kuliah. Kalau ngga kuliah pasti masuk kerja. Malamnya ngerjain tugas atau chatting di mig33 khususnya room Aceh, Sigli, dan Banda Aceh. Kalo kamu doyan ngemigg juga, jangan lupa tuh add aku fathia_dr, be.angel, rumput_liar008, lizfari_dr. Nah itu semua nick name ku di dunia permig33.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/Sff9GBNXYCI/AAAAAAAAAd0/mWDcJQYMuo0/s1600-h/deni-triwardana-curang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/Sff9GBNXYCI/AAAAAAAAAd0/mWDcJQYMuo0/s320/deni-triwardana-curang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;http://deni3wardana.files.wordpress.com/2007/04/deni-triwardana-curang.jpg&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berhubung sudah lama tidak mengungkapkan argumenku, rasanya hati ini panas banget lho! Otak ini mau meledak! Hekzzz,. Emang bom bisa meledak! Whateverlah, yang jelas banyak hal yang ingin kuutarakan. Dan diantara yang banyak itu, aku memilih pelaksanaan ujian nasional untuk siswa SD-SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ujian Nasional Untuk Apa?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Kalo zamanku, istilahnya ujian akhir kelulusan itu adalah UAN yang sebelumnya pernah berganti-ganti beberapa kali, mulai dari EBTANAS, UAN, dan menjadi UN. Yang menarik disini adalah kecurangan yang kerap ditimbulkan dalam pelaksanaan ujian yang sangat nentuin lulus atau ngga nya siswa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangin aja, cape-cape belajar bertahun-tahun hanya ditentukan oleh tiga hari itu. Kenapa sih UN itu ngga dihilangkan aja? Coba deh kamu hitung berapa keuntungan Negara kalau UN ngga dilaksanakan? Mulai dari biaya percetakannya, honor gono gini, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, yang sangat mengherankan. Tiga hari penentuan itupun tak lepas dari unsure-unsur kecurangan. Mulai dari penyelundupan soal sampe ke pembocoran jawaban oleh para guru. Temanku pernah yang kebetulan seorang cikgu itu pernah berkomentar nih “&lt;br /&gt;Untuk apa sih selama ini kita ajarin para siswa, kita tetapkan berbagai aturan, kalau mau UN kita berikan bimbingan tambahan sampai-sampai ada acara baca doa bersama agar anak didik lulus kalau toh akhirnya kita sendiri yang membuat mereka hancur dengan memberikan jawaban pada saat ujian.” Kebetulan nih, temanku itu sedikit idealis. Makanya dia ngomong seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa jawaban para manipulator itu? “kalo kita ngga ngebocorin jawaban, bisa-bisa mereka ngga lulus. Kasian kan kalo harus ngulang. Coba deh kamu resapi gimana kalo ada diantara keluargamu yang ngga lulus ujian nasional? Sedih bangetkan? Belum lagi beban mental yang ditanggung sekolah jika ada yang ngga lulus. Bisa-bisa tahun ajaran ini bakal ngga ada siswa yang mau masuk sekolah kita.” Halah, itu namanya menghalalkan segala cara bu,pak!!! Ingat doooosaaaa dunk!! Ada yang Maha Melihat tuh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus ada juga yang nambahin, “Lagian bukan kita aja kan, banyak tuh sekolah yang lain yang ngebeberin jawaban ke siswanya. Biar sama-sama senanglah. Siswa lulus, predikat sekolah pun baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup! Ngga tahan lagi deh. Jujur walaupun diri ini bukan orang idealis, tapi benci banget sama yang begituan. Dulu ketika ada siswa yang nyontek langsung tuh dikeluarkan dari kelas. Nah sekarang guru pun ikut-ikutan, jadi solusinya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Modus Kecurangan UN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penggunaan jaringan komunikasi (telepon seluler),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kirim &amp;amp; terima jawaban melalui sms)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penggunaan soal sisa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Soal sisa digunakan oleh guru dari sekolah yang bersangkutan yang tidak dikirim untuk menjadi pengawas silang spesial untuk guru yang mata pelajarannya sedang di ujikan/tim sukses sekolah untuk mencari jawaban yang kemudian jawabannya diberikan kepada siswa (diberikan dikelas dalam kertas kecil, disuruh diambil di wc (siswa pura-pura ke wc) atau dapat juga di isikan ke LJK siswa setelah selesai sebelum dimasukan ke Amplop dan dilem, mungkin bisa juga diisikan pada LJK kosong yang tersedia, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengeleman Amplop Lembar Jawaban Komputer di luar ruangan kelas (di ruang panitia sekolah),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pengeleman dilakukan setelah LJK diperbaiki atau bahkan setelah ditukar dengan LJK yang diisikan oleh panitia khusus dari sekolah yang berbuat curang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Proses Pengepakan Soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/0704/16/195752.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembocoran kunci jawaban,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Soal didapat pagi sekali, atau dari soal sisa yang kemudian dikerjakan oleh TIM SUKSES SEKOLAH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengawasan UN yang longgar.&lt;br /&gt;(Para pengawas pengawas UN dengan sengaja melonggarkan pengawasan sehingga para siswa punya kesempatan untuk saling mencontek atau menanyakan jawaban. Para pengawas UN di kelas lebih banyak menunggu di luar sembari membaca koran” ada yang dengan sengaja memberi kesempatan kepada para siswa untuk saling mencontek. Bahkan ada juga pengawas yang memberikan sejumlah jawaban soal-soal UN. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/062006/23/0701.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Modus Yang lain lagi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum ujian nasional dilaksanakan. Cara yang dipakai dengan membocorkan soal. Misalnya pengakuan murid di Garut, mereka diperintahkan datang lebih awal ke sekolah agar bisa memperoleh jawaban dari guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jawaban dibuat pada saat ujian. Biasanya dilakukan oleh tim, yang berisi guru bidang studi. Proses distribusi jawaban bervariasi, ada yang menggunakan telepon seluler, seperti yang terjadi di Cilegon. Dalam satu kelas, satu atau dua murid dijadikan sebagai simpul. Mereka bertugas menerima dan membagikan jawaban kepada yang lain melalui kode tertentu. Ada pula yang memakai kertas kecil atau kertas unyil. Murid mengambilnya di tempat yang sudah disepakati dengan tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketiga, tim bekerja setelah ujian nasional selesai. Biasanya murid diminta tidak menjawab pertanyaan yang dianggap sulit karena nantinya tim yang akan mengisi. Tapi ada pula yang membiarkan murid menjawab. Apabila salah, tugas tim sukses yang akan membetulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.duniaesai.com/pendidikan/pend15.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-3470160764684522827?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/3470160764684522827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/04/dari-carier-sampe-kecurangan-un.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3470160764684522827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3470160764684522827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/04/dari-carier-sampe-kecurangan-un.html' title='Dari Carier Sampe Kecurangan UN'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/Sff9GBNXYCI/AAAAAAAAAd0/mWDcJQYMuo0/s72-c/deni-triwardana-curang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-6566350553771304012</id><published>2009-04-24T16:05:00.001+07:00</published><updated>2009-04-24T16:24:29.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><title type='text'>FLP menerima anggota baru lho</title><content type='html'>fuihhh,.. lama banget aku ngga ngeblog. Kangen sekangen-kangennya untuk menulis kembali di rumah keduaku ini. Tapi apa daya, waktu jua yang memisahkan kita (haiyah, uadah seperti penutup pidato saja :)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada kesempatan yang berbahagia ini izinkanlah saya memberikan sepatah dua patah kata (sekaligus goyang patah-patahnya UUT) --&gt; beneran jadi tukang ceramah waktu maulid nih. hehehe.. oke diulangi ya, izinkanlah saya menyampaikan sepatah dua patah kata yang kemudian saya susun menjadi sebuah kalimat yang pada akhirnya menjadi sebuah paragraf berupa pengumuman kepada saudara-saudara semua tentang akan adanya PENERIMAAN ANGGOTA BARU FORUM LINGKAR PENA (FLP) ACEH. (Wah. pengulangan katanya banyak banget!!! ngga efektif kalimatnya ---&gt;&gt; kalo sempat dibaca guru B. Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini Pengumuman ALAKADARNYA &lt;br /&gt;FLP Aceh membuka kesempatan emas untuk kamu-kamu semua (UNTUK SEMUA GOLONGAN USIA) yang suka baca, nulis, kreatif, dan imajinatif untuk bergabung dengan komunitas penulis Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pendaftarannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Mengisi formulir pendaftaran dengan membayar Rp 50.000 (DISKON 20% untuk pendaftar yang tulisannya pernah dimuat di media atau memenangkan perlombaan dengan menunjukkan tulisan dimuat/menang)&lt;br /&gt;2. Menulis karangan deskriptif tentang “Orang Yang Paling Dekat Kamu” dan menyerahkannya ketika pengembalian formulir&lt;br /&gt;3. Pendaftaran dibuka dari tanggal 25 April sampai 5 Mei 2009&lt;br /&gt;4. Nama-nama peserta yang memenuhi kualifikasi akan diumumkan di www.dzerobuletin.blogspot.com&lt;br /&gt;5. Peserta yang memenuhi persyaratan akan diadakan screening test di RUMAH CAHAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan dan pengembalian formulir serta persyaratan lainnya dapat dilakukan di &lt;br /&gt;1. Al Kahfi Book n Cinema&lt;br /&gt;2. Dunia Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimakasih atas perhatiannya. untuk keterangan lebih lanjut silakan tinggalkan komentar di halaman ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-6566350553771304012?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/6566350553771304012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/04/flp-menerima-anggota-baru-lho.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/6566350553771304012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/6566350553771304012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/04/flp-menerima-anggota-baru-lho.html' title='FLP menerima anggota baru lho'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-1994387692060699183</id><published>2009-04-06T14:00:00.000+07:00</published><updated>2009-04-06T14:00:02.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>Liza = Lazy ???</title><content type='html'>Minggu kemarin aku merasa berada dipuncak kemalasanku. Malas se malas-malasnya.&lt;br /&gt;Mungkin julukan seorang dosenku terhadap nama yang kusandang ada benarnya. Liza, Laiza, Lizzy, dan yang terakhir adalah LAZY. Huaaaaaaa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku benar-benar ditakdirkan menjadi seorang pemalas? Dari namaku saja ada unsur kemalasannya. Lazy? Haruskah kuganti nama yang telah kusandang selama dua pulu satu tahun ini?&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SdmoMv-zxAI/AAAAAAAAAds/EjOlZiLKphE/s1600-h/malas_logo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SdmoMv-zxAI/AAAAAAAAAds/EjOlZiLKphE/s320/malas_logo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Malas..&lt;br /&gt;Ya, aku benar-benar malas hari itu.&lt;br /&gt;Tak ada niatku untuk menghilangkan malas itu karena aku memang sedang malas.&lt;br /&gt;Jangan dipelihara malasmu itu, Liza! Kata hatiku&lt;br /&gt;Tapi aku malas membuangnya&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Malas,. &lt;br /&gt;Bahkan untuk beranjak untuk makan punaku enggan&lt;br /&gt;Perutku sudah kenyang dengan kemalasanku&lt;br /&gt;Apa lagi jalan-jalan keluar&lt;br /&gt;Untuk sekadar keluar kamar saja&lt;br /&gt;Kupaksakan diri yang telah dilumuri rasa malas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar dipuncak kemalasanku&lt;br /&gt;Bahan-bahan kuliah hanya kubiarkan tregeletak begitu saja&lt;br /&gt;Memang, hari-hariku yang dulu sering dirundung malas&lt;br /&gt;Namun, puncaknya hari itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak kau tulis saja kemalasanmu, Liza&lt;br /&gt;Duh! Jangankan untuk menulis&lt;br /&gt;Memikirkan isi tulisanku saja aku malas&lt;br /&gt;Apalagi mengambil buku dan pena&lt;br /&gt;Atau menghidupkan laptopku&lt;br /&gt;Malas banget rasanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar malas&lt;br /&gt;Dan aku menikmati kemalasanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku bisa malas?&lt;br /&gt;Ah, malas aku menjawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-1994387692060699183?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/1994387692060699183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/04/liza-lazy.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1994387692060699183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1994387692060699183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/04/liza-lazy.html' title='Liza = Lazy ???'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SdmoMv-zxAI/AAAAAAAAAds/EjOlZiLKphE/s72-c/malas_logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-5027809520795322539</id><published>2009-03-27T13:38:00.003+07:00</published><updated>2009-03-27T13:51:05.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;DoctorZone'/><title type='text'>What A Cute Baby</title><content type='html'>Bip. Bip. Sebuah pesan masuk ke ponselku. Hari Kamis tanggal 19 lalu. Dari teman satu anggakatan waktu SMA tempoe doeloe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“ Info Gen X : Asslmkm. Berita bahagia. Alhmdulillah Lydia dah melahirkan semalam jam 8 di Seulanga. Anaknya cowok. Bagi yang mau besuk, qt ngumpul didpn MU café.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHAT? Lydia udah melahirkan? Duh senang banget diri ini waktu ngebaca pesan singkat itu. My roommate waktu di Mosa dulu udah punya momongan. Duh anaknya pasti cakep kayak mama-papanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga terasa banget, udah hampir tiga tahun ninggalin bangku SMA. Dan sekarang seorang teman yang sekamar dan juga sekelas denganku udah membentuk sebuah keluarga yang semakin komplit dengan hadirnya sang bayi. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Liza kapan ya? Kapan-kapan deh! (Belum terpikirkan,..kabooorrrr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Jumat sore, kami langsung janjian untuk ngumpul di tempat yang udah di sepakati. &lt;br /&gt;“Ce, Jet nebeng ya!” pintaku pada Icut, teman SMAku dulu. Ce &amp;amp; Jet, panggilan kesayangan kita berdua. (Haiyaaa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And then, kita pun segera menuju rumah target (emang tersangka, bah!). Di perjalanan, aku dan Icut keasyikan tertawa. Ngebayangin kalau apa yang dilakukan ibu kami dulu, sekarang kami lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dulu kan Jet, setiap ada teman mama Ce yang melahirkan, mama selalu bilang “Mama mau nengok adek bayi dulu ya!” ucapnya dengan semangat, “dan sekarang kita ya Jet yang jenguk adek bayi. Anaknya teman kita.”&lt;br /&gt;Aku hanya mengangguk dan tertawa membayangkan apa yang kami lakukan layaknya ibu-ibu. “Kita udah tua ya Ce! Oh, tidak! Ijet masih kecil,”timpaku kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keasyikan ngobrol, kita ketinggalan dari teman-teman lain. Walhasil, bayangin aja apa yang terjadi jika kita ngga tau alamat rumah yang dituju? Yupz, apalagi kalau bukan KESASAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh, cape deh. Hampir aja ngga jadi jenguk adik bayinya. Namun, setelah nanya kesana kemari dapat juga rumah yang dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terenggggg…. Tanpa mempedulikan teman-teman yang lain, aku menerobos masuk ke kamar Lydia. Aku kan teman sekamarnya selama tiga tahun dan yang paling dekat dengannya (sok merasa lu!). Dan di sana sudah tergeletak sebuah boneka, eits salah! Adik bayi sedang tertidur pulas di dalam kelambunya. “Selamat ya Bu!” ucapku sambil cipika-cipiki (kebiasaan mak-mak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami cerita-cerita banyak hal. Aku dan Icut masih di sana walaupun teman-teman yang lain sudah pamit duluan. Melihat makhluk yang belum terjamah dosa itu memang sangat mengasyikkan. Ngga bosan-bosan. Ditambah lagi dengan cerita nenek dan ibunya Lydia yang memang telah akrab denganku.(Halah...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/ScxxuJtQBvI/AAAAAAAAAdM/SSdJe5vRGY0/s1600-h/dirumah+lid.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/ScxxuJtQBvI/AAAAAAAAAdM/SSdJe5vRGY0/s320/dirumah+lid.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Last, Cuma mau ngucapin SELAMAT YA ibu tiri! (julukan khusus untuk Lydia waktu di Mosa dulu). Semoga kelak dia menjadi anak yang shaleh dan menjadi kebanggaan ayah-ibunya. Amiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-5027809520795322539?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/5027809520795322539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/03/what-cute-baby.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5027809520795322539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/5027809520795322539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/03/what-cute-baby.html' title='What A Cute Baby'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/ScxxuJtQBvI/AAAAAAAAAdM/SSdJe5vRGY0/s72-c/dirumah+lid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-1967777500188414913</id><published>2009-03-23T16:30:00.008+07:00</published><updated>2009-03-23T17:21:56.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>GOLPUT  Ngga Ya???</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/ScdcxDjNWeI/AAAAAAAAAc4/G_0wdHiWAs8/s1600-h/golputx.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="102" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/ScdcxDjNWeI/AAAAAAAAAc4/G_0wdHiWAs8/s200/golputx.jpg" style="cursor: move;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sore ini di kala jaringan internet kantor sedang lemot-lemotnya. Lambat banget deh!!! Ngga jauh beda dengan jalannya SIPUT (bukan seafood ya). Tiba-tiba aja sebuah inspirasi datang. Inspirasi untuk… Apa lagi kalau bukan ngeblog. &lt;i&gt;Posting my blog anymore.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku ingin menulis tentang haramnya golput yang telah difatwakan MUI (duh MUI, kenapa harus menfatwakan haram sih?). Memang golput itu ngga ubahnya dengan tindakan mubazir. Dan orang yang suka memubazirkan sesuatu itu temannya syaitan. &lt;i&gt;Innal mubazziriina kanuu ikhwanasy syayathin. Wakanusy syaithanu lirabbihi kafura&lt;/i&gt;. (Artinya cari sendiri ya!)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah, ngomong-ngomong tentang keharaman golput waktu pemilu nanti. Sebenarnya aku setuju aja sih dengan fatwa ini. Ya, satu suara kita sangat menentukan bangsa ini ke depan dan seburuk apapun pemimpin yang dihasilkan dari pemilu, itu lebih baik daripada tidak ada pemimpin sama sekali. Tapi, yang sangat disayangkan adalah fatwa yang mereka tetapkan itu mutlak. Ngga ada kompromi sama sekali. Berbeda dengan fatwa haramnya merokok yang ditujukan untuk kalangan tertentu saja. (btw, merokok bisa mengurangi resiko Parkinson disease lho, hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali pernyataan Professor Ali Musthafa Ya’qubProfessor Ali Musthafa Ya’qub mengatakan, bahwa fatwa MUI tentang haramnya golput itu semata karena Allah. MUI bertanggung-jawab kepada Allah, bukan kepada manusia. Wilayah fatwa MUI bersifat moral, tidak bisa memaksa, apalagi sampai mengawasi. MUI bertanggung-jawab kepada Allah dengan memberikan penjelasan-penjelasan kepada Ummat sesuai Syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan untuk Professor Ali seperti yang ditulis oleh AM. Waskito dalam tulisannya Menerima atau Menolak “Fatwa” Haram Golput :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;"Apakah orang-orang yang salah dalam memilih wakil-wakilnya, apakah mereka kelak tidak ditanya di Akhirat? Apakah yang ditanya hanya soal ikut atau tidak ikut dalam Pemilu saja? Sementara yang salah pilih, atau mendukung orang-orang yang keliru, mereka tidak ditanya?"&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Back again to&lt;/i&gt; golput. Tiba-tiba aku jadi teringat dengan teman-temanku yang berasal dari luar daerah dan masih ber-KTP kota tempat tinggalnya. Kasihan banget teman-temanku itu kalau harus menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk mencoblos (eits salah CONTRENG bo!) di kota asal mereka. Betapa tidak, mereka harus kembali ke kampung halaman hanya untuk tanggal 9 April. It's okay, kalau mereka berasal dari Sigli, Lhokseumawe, atau paling jauh Medan. Nah, kalau pemilih itu datang dari Padang, Jambi, Jakarta, dan kota lainnya yang ngga mungkin ditempuh dalam perjalanan sehari (kalau pun bisa, harus lewat udara yang biayanya sampe jutaan rupiah) hanya untuk pulang sehari? Gimana tuh? Belum lagi kalau kampus hanya meliburkan satu hari saja! Berabe banget. Udah dosa dunk! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain ceritanya kalau pemerintah (lagi-lagi p-e-m-e-r-i-n-t-a-h) ngasih ongkos PP untuk mereka, &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;"Kalo ada yang mau ngebayarin aku pulang untuk ikut pemilu, bakal kucontreng deh tuh caleg…haha"&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;ujar salah satu temanku yang berasal dari Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;So how ? Do you have any suggestion?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-1967777500188414913?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/1967777500188414913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/03/golput-ngga-ya.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1967777500188414913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1967777500188414913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/03/golput-ngga-ya.html' title='GOLPUT  Ngga Ya???'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/ScdcxDjNWeI/AAAAAAAAAc4/G_0wdHiWAs8/s72-c/golputx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-7012034270611345813</id><published>2009-03-18T14:43:00.000+07:00</published><updated>2009-03-18T14:43:11.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;DoctorZone'/><title type='text'>Apa yang Kamu Lihat, Liza?</title><content type='html'>Aku semakin merasakan hawa itu. Hawa yang terus menerus mengikuti sejak pertama sekali kuputuskan untuk memasuki gerbang yang kini menjadi bagian hidupku. Terkadang ingin aku berlari menjauhinya, tapi ia seakan tak henti-hentinya mengikutiku. Terus bersamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sebelum memasuki gerbang yang kini mengurungku, aku pernah beberapa kali bertemu dengan hawa, bahkan aku pernah sekali sangat dekat dengannya. Ya, ketika aku melepaskan kepergian ayahku untuk selamanya. Kemudian aku kembali bertemu dengannya ketika gelombang pasang tsunami menghapus bersih Serambi Mekahku. Aku melihatnya tersenyum ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, ia telah mengekori setiap jejak langkahku. Menghantuiku, menemaniku, bahkan menyeretku ke ruangan yang penuh dengan teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari itu benar-benar takkan kuhapus dalam memoriku. Hari ketika hawa memaksaku untuk memasuki ruangan putih yang dipenuhi dengan puluhan temannya. Bulu kudukku berdiri tegak, adrenalinku melonjak, membuat denyut nadiku semakin cepat. Teman-temannya tersenyum ke arahku. Dan itu sungguh membuatku tak dapat menahan rasa takutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin aku berlari dari ruangan yang menurutku tak beda dari tempat berkumpulnya orang-orang yang sebentar lagi dicabut nyawanya oleh Izrail. Namun, lagi-lagi hawa menahan langkahku. Aku hanya bisa terpaku ketika ruangan itu telah berlumuran darah, dipenuhi oleh jeritan, penuh dengan kesedihan, dan menyesakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepat, resusitasi!” sebuah suara menggelegar memecah ruangan. &lt;br /&gt;“Airwaynya clear!” teriak suara yang lain&lt;br /&gt;“Breathing dan sirkulasi spontan!” tambah suara yang lain.&lt;br /&gt;“Circulationnya juga normal. Dia udah stabil.” Suara-suara itu melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu teman dari hawa kulihat berlari menjauhi suara-suara itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa-apaan kalian?” sebuah bentakan menggema ditengah kesesakan ruangan itu. bentakan yang tiba-tiba masuk dan menarik perhatian.&lt;br /&gt;“Masak kalian biarin ayahku tergeletak sendiri di radiology? Dia udah ngga bisa membalikkan badan lagi! Kencingnya juga ngga keluar! Kalau terjadi sesuatu kubunuh kau!” bentakan itu mengancam seorang lelaki jangkung berbaju putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa kembali tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awas-awas!” sebuah tandu memasuki ruangan itu. sebilah pisau telah menancap di perut orang yang ditandu. Darah terus mengalir dari tempat tusukan. Orang itu tidak sadar. Hawa lagi-lagi menyungging bibirnya. Tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, Za!” aku hampir saja terjatuh ketika sebuah tepukan mendarat di bahuku. Reflek aku menoleh.&lt;br /&gt;“Melamun aja kamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak melihat hawa-hawa itu lagi, tapi aku dapat merasakan kalau mereka masih setia memenuhi ruangan ini. Kini, mereka telah digantikan dengan sekelompok manusia berbaju putih yang juga telah memutuskan memasuki gerbang yang sama denganku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah selesai mengobservasi?” sebuah suara berat keluar dari barisan manusia berbaju putih itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Udah, dok!” jawabku&lt;br /&gt;“Apa yang kamu lihat, Liza?”&lt;br /&gt;“ Hawa kematian,” jawabku cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-7012034270611345813?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/7012034270611345813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/03/apa-yang-kamu-lihat-liza.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7012034270611345813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7012034270611345813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/03/apa-yang-kamu-lihat-liza.html' title='Apa yang Kamu Lihat, Liza?'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-413422231546761228</id><published>2009-03-05T12:04:00.001+07:00</published><updated>2009-03-05T12:50:22.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>Menikmati Kebosananku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/Sa9n__3dbsI/AAAAAAAAAco/_bk0z0h7d3E/s1600-h/kartun.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/Sa9n__3dbsI/AAAAAAAAAco/_bk0z0h7d3E/s320/kartun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wah wah,.. ngga terasa udah lama juga ya aku ngga ngeblog. Kira-kira dua minggu gituan lah yaa. Biasanya hampir setiap hari aku mengupdate blog ini. Ada apa denganmu liza? Aku ngga kenapa-napa kok. Cuma, yeahh, sifat dasarnya manusia yang terkadang mengalami kebosanan atas sesuau aktivitas yang rutin ia kerjakan menyerangku hingga akupun mulai bosan. Bosan dengan rutinitasku ini, walau sebenarnya aku tidak bisa mengatakan menulis blog adalah sebuah rutinitas.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ngeblog adalah hobiku disela-sela padatnya jadwal kuliah dan kerjaku. Menuliskan berbagai unek-unek di kepala yang pastinya tidak berhubungan dengan mata kuliah dan berita ekonomi yang setiap hari mengisi waktuku. Ada kepuasan tersendiri ketika sebuah tulisan berhasil kutulis. Memang benar apa yang dituliskan oleh seorang psikolog (namanya siapa ya? lupa) dalam buku Quantum Writing tentang dahsyatnya menulis. Menulis masalah/unek-unek yang ada di pikiran membuat kita lebih tenang dan baik untuk kesehatan. Bahkan penelitiannya membuktikan bahwa hampir semua mahasiswa yang menjadi objek penelitiannya mengaku lebih sehat dan segar setelah menuliskan segala hal yang membuatnya trauma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau banyak teman-teman yang ikut mengomentari tulisan kita tersebut, pasti jadi lebih senang untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beberapa hari yang lalu aku benar-benar tidak ingin menulis. Menulis blog tepatnya. Aku tidak perlu berasionalisasi untuk mencari seribu alasan yang bisa menjawab kenapa aku tidak menulis. Aku sedang bosan, itu saja. Dan aku ingin menikmati kebosananku. Nah lho, bingungkan??? Bosan kok dinikmati? Hehehe, susah juga menjelaskannya. Yang jelas aku benar-benar menikmati kebosananku dan membiarkannya menggerogoti jiwaku sampai akhirnya ia berpamitan sendiri dan aku kembali menulis. Seperti sekarang, aku menulis. Aku mencoba memposting kembali tulisanku di blog ini. Karena bosan sedang cuti sebentar untuk liburan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-413422231546761228?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/413422231546761228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/03/menikmati-kebosananku.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/413422231546761228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/413422231546761228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/03/menikmati-kebosananku.html' title='Menikmati Kebosananku'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/Sa9n__3dbsI/AAAAAAAAAco/_bk0z0h7d3E/s72-c/kartun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-3465363564838183185</id><published>2009-02-20T16:25:00.001+07:00</published><updated>2009-02-20T16:35:31.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Pohon Asam Kok Buahnya Caleg?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SZ528A1ybBI/AAAAAAAAAcU/RnHI0RcNl9o/s1600-h/koruptorlingkngan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SZ528A1ybBI/AAAAAAAAAcU/RnHI0RcNl9o/s320/koruptorlingkngan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;http://www.duaberita.com/main/images/stories/fruit/koruptorlingkngan.jpg &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Akhir-akhir ini fenomena aneh melanda negeri ini. Tidak hanya di satu tempat saja, tetapi dari Sabang sampai Merauke kejadian aneh tapi nyata terjadi. Nah lho? Apakah itu? Yoohaaa,..pohon-pohon tidak lagi menghasilkan buah sebagaimana layaknya. Buahnya telah berubah. Pohon mangga tidak hanya menghasilkan buah mangga. Pohon asam jawa yang belum musimnya berbuah juga telah berbuah, tapi bukan buah asam. Bahkan pohon yang tidak berbuah sekalipun kini telah berbuah. Buahnya sama semua. Aneh tapi nyata. It’s the fact. Semua berbuah foto CALEG. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Buah-buah caleg itu dihasilkan oleh berbagai pohon (terutama yang terletak di sepanjang jalan) melalui hasil mutasi gen dan juga persilangan antara sang pohon dan kampanye Pemilu 2009. Buah yang dihasilkan juga beraneka warna dan jenis kelamin. Ada warna putih dengan lambang bintang, atau warna hijau dengan lambang bulan. Ada warna merah gambar burung (mungkin untuk mempercepat penyerbukan). Pokoknya segala macam warna yang ada di dunia ini (mejikuhibiniu) menjadi warna buah sang pohon. Kemudian isi buahnya ada laki-laki atau pun perempuan. Ada yang masih muda atau telah lanjut usia. Buah-buahnya juga beda-beda kualitas. Ada yang bertaraf kabupaten, provinsi, bahkan negara. Semua buah itu yang akan dipilih masyarakat Indonesia nantinya pada tanggal 9 April 2009 untuk menjadi wakilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, terpikirkah kita dengan hadirnya buah-buahan yang sangat aneh tersebut dan marak pada beberapa bulan terakhir sangat tidak diharapkan sang pohon. Istilah kasarnya buah yang tidak diinginkan. Betapa tidak, buah tersebut bukanlah murni dihasilkan pohon tersebut. Semua buah tersebut adalah para caleg 2009 yang sedang melakukan kampanye. Mereka telah merusak pohon-pohon tersebut dengan memaksa makhluk yang menghisap CO2 sepanjang masa untuk “berpura-pura” menjadi pohon dari buah tersebut. Ada yang memaku, mengikat dengan kawat, atau menjadikan sandaran, meski pohonnya masih kecil dan belum cukup kuat menahan beban angin (bisa patah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana mereka bisa benar-benar bisa diberi amanat untuk menjadi wakil rakyat kalau mereka sendiri masih suka menzalimi. Bukankah pohon itu adalah makhluk hidup dan juga ciptaan Yang Maha Kuasa? Berapa banyak jaringan-jaringan tumbuhan tersebut yang mati karena terkena paku atau ikatan kawat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa kalau para caleg ini, sudah tidak punya kepedulian pada lingkungannya, jangan harap mereka akan peduli pada kader atau simpatisan yang sudah memberikan suara pada mereka, waktu pemilu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja kita tidak tertipu dengan wajah cantik atau ganteng dari para caleg yang terpampang di pinggir-pinggir jalan, dipaku di pohon, ditempel di tiang listrik atau telepon, bahkan di cat di tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita sebagai masyarakat yang demokratis, lebih bijak, dalam menentukan masa depan bangsa kita, dengan menitipkan aspirasi kita, pada calon legislatif yang punya kepedulian tinggi pada lingkungan, tidak sekedar janji atau ucapan, tapi praktek nyata di masyarakat dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Selamatkan Lingkungan dan Bumi kita dari perusakan, demi masa depan generasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-3465363564838183185?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/3465363564838183185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/pohon-asam-kok-buahnya-caleg.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3465363564838183185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3465363564838183185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/pohon-asam-kok-buahnya-caleg.html' title='Pohon Asam Kok Buahnya Caleg?'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SZ528A1ybBI/AAAAAAAAAcU/RnHI0RcNl9o/s72-c/koruptorlingkngan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-7612396894805012311</id><published>2009-02-17T12:10:00.000+07:00</published><updated>2009-02-17T12:10:00.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>ZINDAGI MIGZARA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SZpGjBC1uQI/AAAAAAAAAcM/_ptQsetFSg8/s1600-h/kite%2Brunner.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SZpGjBC1uQI/AAAAAAAAAcM/_ptQsetFSg8/s320/kite%2Brunner.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Zendagi Migzara. Sebuah kalimat yang mungkin ngga asing lagi di telinga kita. Namun, aku yakin, banyak diantara kita yang tidak tahu artinya. Aku juga ngga bakal tau artinya atau bahkan ngga tau kata-kata tersebut sebelum membaca novel karyanya Khaled Hoseini " The Kite Runner ". Sebuah novel yang menceritakan kisah hidup Amir di Afganistan. Oke, sebelum aku berkisah tentang Sang Pengejar Layang-Layang itu, biar ngga membuat semuanya bingung tentang arti ZINDAGI MIGZARA (kalo udah tahu diam aja yaaa,..hehhehe ini khusus untuk yang belum tau :)), pernah dengar Life Goes On? Atau Hidup Terus Berjalan? Nah itulah arti Zindagi Migzara.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Waktu luang ketika libur semester kali ini kumanfaatkan untuk bekerja dan membaca. Ada beberapa novel tergeletak di kamarku. Satu The Kite Runner yang kupinjam dari FLP dan satu lagi Dunia Bahagi yang kusewa disebuah taman bacaan. Sekarang aku akan menceritakan sedikit tentang The Kite Runner, sebuah novel dengan ketebalan 600an halaman dan kuhabiskan dalam waktu sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;The Kite Runner, Sang Pengejar Layang-Layan&lt;/b&gt;g.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini merupakan karya pertama Khaled Hoseini tentang Afganistan (two thumbs for this novel). Memuat banyak filosofi kehidupan dengan penyampaian yang begitu mengalir dan tidak menggurui (kapan ya aku bisa seperti Agha Khaled?) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkisah tentang perjalanan hidup Amir sejak kecil hingga dewasa. Dengan seting Afganisatan sebelum, pada dan sesudah masa taliban. Amir bukanlah seorang anak pemberani dan mandiri ketika kecil, haus kasih sayang ayah yang sangat maskulin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tingkah laku Amir ketika kecil yang terkadang kita juga sering melakukannya, membuat kita berkaca bahwa kita juga sering mnecuri. Mencuri. Satu-satunya bentuk kejahatan yang berulang-ulang disindir dalam buku ini. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Semua sumber kejahatan adalah mencuri. Ketika seseorang berbohong, maka sesungguhnya Ia mencuri kesempatan orang lain untuk mendapat kebenaran,"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;ucap Baba (ayahnya Amir) yang sering kali diingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini bercerita bahwa meski sederet dosa dilakukan, hal tersebut adalah sebuah kewajaran sebagai manusia, tak perlu menghukum diri seumur hidup dengan lari dari kenyataan sebenarnya. Amir melarikan diri dari rasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan Hassan, sahabat setianya. Terkadang Amir juga merasa iri dengan kasih saying yang diberikan Baba untuk Hasan, seorang anak pelayan, yang menurutnya sangat berlebihan. Namun akhirnya terungkap bahwa ternyata Hasan adalah saudara tirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kembalinya dia ke Afganistan (setelah 15 tahun menetap di Amerika sejak pecahnya perang Afganistan melawan Soviet)membuatnya harus melakukan perubahan besar terhadap dirinya sendiri. yaitu menebus rasa bersalahnya dengan menyelamatkan Shohrab, anak Hassan dari keganasan perang Taliban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pesan yang bisa kutangkap dari novel ini, salah satunya adalah &lt;br /&gt;&lt;b&gt;saat rasa bersalah menggerakkan seseorang melakukan kebaikan itulah penebusan dosa sejati&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Amir memang melakukan kesalahan dengan menutupi kesalahannya dengan menghamili Saunubar (wanita Hazara yang akhirnya dinikahi Ali), dan Hassan sebagai anak kandungnya. Namun dia berusaha menebusnya dengan mendirikan panti asuhan dan perbuatan amal baik. Karena toh..masa lalu tak akan bisa di ulang kembali. &lt;br /&gt;Hal itulah pelajaran terakhir yang di pelajari Amir dari Ayahnya, dan dia meneruskannya dengan jujur pada dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, ketika membaca buku ini aku menangis. Ketika Khaled menggambarkan bagaimana kepengecutan Amir yang rela membiarkan Hassan sahabat sejatinya diperkosa di depan matanya. Dan kelakuan Amir yang menuduh Hassan sebagai pencuri dengan tujuan agar diusir dari rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, gambaran kekejaman taliban, ketika Amir kembali ke Afganistan, sangat menyedihkan. Perbandingan antara gambaran Afganistan di masa kecil Amir, dan ketika masa Taliban, membuat pilu.&lt;br /&gt;bagaimana bisa sebuah motivasi untuk menegakkan agama yang Rahmatan alamin bisa begitu penuh darah. . Menghacurkan peradaban dengan sehancur-hancurnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Kite???&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengejar layang-layang adalah garis merah dalam cerita ini. Budaya bermain dan mengejar layang-layang adalah simbol dimana suatu masa, Afganistan tidak memperdulikan ras dan agama, syiah atau sunni, tetapi hanya sebuah kebersamaan, kegembiraan. Sebuah masa dambaan seorang Amir...dan kupikir juga masa-masa yang didambakan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-7612396894805012311?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/7612396894805012311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/zindagi-migzara.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7612396894805012311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7612396894805012311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/zindagi-migzara.html' title='ZINDAGI MIGZARA'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SZpGjBC1uQI/AAAAAAAAAcM/_ptQsetFSg8/s72-c/kite%2Brunner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-296057261880771875</id><published>2009-02-12T15:15:00.003+07:00</published><updated>2009-02-12T15:57:45.515+07:00</updated><title type='text'>Semangat Itu Tak DiObral (Manusia Perahu Part Two)</title><content type='html'>Penuh dengan semangat!!!Itulah yang dapat tersirat dari teman acehblogger dan KPLI. Mereka dengan penuh semangat menelusuri persimpangan jalan di seputaran Simpang Lima Banda Aceh untuk mengumpulkan lembaran rupiah demi membantu Muslim Rohingya, Manusia Perahu itu. Hanya kata "maaf" yang bisa kuucapkan karena sejenak saja diri ini ikut bergabung (Maaf ya, teman-teman semua....). &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksi penggalangan dana itu, aku benar-benar terharu melihat antusiasme masyarakat. Mereka benar-benar peduli dengan sesama. Yeah, walaupun tak pengendara kendaraan bermotor itu memberikan sumbangan, tapi senyuman mereka membuat letih ini hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang membuatku terharu, ya, aku hampir saja meneteskan air mata ketika ada bapak-bapak yang tidak segan-segan mengeluarkan lembaran biru uang kertas yang memuat gambar I Gusti Ngurah Rai. Kemudian abang becak (dalam beberapa bulan ini aku semakin dekat dengan pengendara becak)yang dengan serta merta langsung memberikan uang hasil jerih payahnya. Satu lagi, seorang lelaki, yang masih remaja langsung saja menyodorkan uangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, masih banyak lagi masyarakat yang ikut menyumbang. Yeah, aku tak peduli dengan gombalan para "lelaki kurang kerjaan" ketika aku menengadahkan kotak sumbangan. Yang penting kalian nyumbang,hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Saudaraku semuanya, semoga amal ibadah kalian diterima oleh Allah Swt,..Amiin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira sekarang teman-teman sedang ngapain aja ya di jalanan? Di tengah teriknya matahari siang? Bergumul dengan debu jalanan dan asap kendaraan? Semoga kalian tetap semangat, kawan. Walaupun sedikit yang penting kita peduli. Semangat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, disana aku juga bertemu dangan blogger Aceh lainnya. Selama ini aku hanya mengenal mereka dari dunia maya (selain baiquni dan bang Husni). Ada Aneuk!! (ooohhh, itu rupanya yang namanya aneuk.. ngga sopan bgt selama ini aku memanggilnya dengan aneuk. mestinya Pak Aneuk.. ada juga muda bentara, dan lain-lain)... salam kenal yaaa,..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-296057261880771875?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/296057261880771875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/semangat-itu-tak-diobralmanusia-perahu.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/296057261880771875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/296057261880771875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/semangat-itu-tak-diobralmanusia-perahu.html' title='Semangat Itu Tak DiObral (Manusia Perahu Part Two)'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-8007909904986896286</id><published>2009-02-09T12:43:00.012+07:00</published><updated>2009-02-09T12:46:33.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Manusia Perahu Adalah Saudara Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SY_DHdU35cI/AAAAAAAAAbs/p7EjhGazrCA/s1600-h/muslim+ronghiya.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SY_DHdU35cI/AAAAAAAAAbs/p7EjhGazrCA/s320/muslim+ronghiya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Permulaan tahun 2009, pekan kedua bulan Januari dan awal Februari, Aceh kedatangan ratusan tamu luar negeri yang dibuang oleh negaranya sendiri. Sungguh malang nasib tamu yang terkenal dengan sebutan “manusia perahu” ini. Di negeri asalnya disiksa dan dizalimi, di negeri tetangga diusir dan dibuang. Dan sekarang, tamu yang merupakan Muslim Rohingya itu terdampar diperairan Sabang dan Idi Rayeuk, Nanggroe Aceh Darussalam. Akankah mereka akan mengalami nasib serupa dari pemerintah kita?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manusia tanpa negara&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Etnis Rohingya adalah orang-orang tanpa kewarganegaraan yang mendiami kawasan perbatasan antara Myanmar-Bangladesh. Di Myanmar mereka mengalami penganiayaan dan siksaan yang brutal dari rezim junta militer. Inilah yang memaksa mereka menjadi manusia perahu yang berlayar dari satu negara ke negara lain, terutama Thailand, Malaysia dan Indonesia,  untuk mencari tempat penghidupan yang lebih baik. Selain Myanmar, Thailand adalah negeri yang paling tidak bersahabat dengan orang Rohingya. Pemerintah negeri yang dulu bernama Siam itu selalu bertindak keras dan kasar bahkan mengarah ke pembantaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim Rohingya adalah keturunan Bengali, Panthay dan campuran Burma-Cina. Sejak abad ke-7 Masehi mereka telah mendiami kawasan Arakan, sebuah wilayah seluas 14.200 mil persegi yang terletak di Barat Myanmar. Walau tinggal di kawasan yang masuk wilayah Myanmar, namun junta militer tidak mengakui kewarganegaraan mereka. Oleh sebab itu, mereka disebut juga dengan manusia tak bernegara atau orang tanpa kewarganegaraan (stateless people).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Muslim yang hidup di bawah tekanan junta militer, tak mudah bagi etnis Rohingya menjalankan keyakinan mereka. Ratusan masjid dan madrasah di wilayah mereka dihancurkan, Al-Qur’an sebagai kitab suci dinjak-injak dan dibakar para tentara yang brutal. Perlakuan tak manusiawi ini membuat mereka berontak. Untuk menyelamatkan diri dan akidah, mereka melarikan diri dari tanah kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim Rohingya termasuk dalam daftar pengungsi terbesar di dunia. Bangladesh adalah salah satu negara yang menampung mereka. Menurut data UNHCR, organisasi PBB yang mengurusi masalah pengungsi, jumlah pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp UNHCR Bangladesh mencapai 28 ribu orang. Di luar itu, lebih dari 200 ribu orang yang tak terdata. Mereka memilih hidup sebagai manusia perahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ada tempat berpijak lagi, umat Islam yang terusir dari tanah kelahirannya ini memilih tinggal di atas perahu. Berlayar dari satu tempat ke tempat yang lain. Kadang mereka juga mendiami beberapa pulau kosong yang terdapat sepanjang perbatasan Myanmar-Thailand. Walau hidup susah, namun di pulau-pulau tak bernama ini mereka lebih leluasa menjalani hidup. Beberapa ormas dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) internasional kadang memberikan mereka bantuan pangan, obat-obatan maupun fasilitas pendidikan dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nasib Manusia Perahu di Aceh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ditemukan terkatung-katung di tengah laut tanpa persediaan makanan oleh nelayan dan TNI AL, ratusan manusia perahu ini ditangkap oleh militer Thailand tepatnya di wilayah perairan Laut Andaman dan menahan mereka secara rahasia di sebuah pulau bernama Koh Sai Daeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai ditahan selama beberapa hari, kaum Muslimin yang tak berdaya ini kemudian diseret ke tengah laut lalu dintinggalkan di atas kapal tanpa mesin. Bahkan sebagian hanya ditinggali dayung. Tak ayal, sebagian besar manusia “tanpa negara” ini hilang dan mati tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ratusan “manusia perahu” yang juga beragama Islam telah tiba di Serambi Mekkah setelah ditemukan oleh nelayan setempat (Sabang dan Idi Rayeuk) . Kisah pilu manusia perahu itu membuat masyarakat Aceh sadar dan rasa ingin membantu. Yang paling memilukan adalah mereka harus membuang 22 saudara mereka yang meninggal ke laut lepas. Mereka meninggal karena kelaparan dan tidak adanya persediaan  logistik di tengah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimana nasib mereka selanjutnya setelah terdampar di negeri yang hampir seratus persen penduduknya beragama Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diberitakan detiknews (02/02/09), Pemerintah Indonesia akan segera mendeportasi “manusia perahu” ke negera asal mereka, Myanmar. Pemerintah menyimpulkan bahwa manusia perahu yang terdampar di Sabang diduga kuat bermotif ekonomi (economy migrant) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti yang dituliskan Junaidi Beuransyah (acehlong.com), kesimpulan yang diambil pemerintah dalam proses pendataan dan investigasi terkesan dan terdapat adanya manipulasi.  Pemerintah cendrung melibatkan International Organization for Migration(IOM) ketimbang UNHCR dalam menangani Muslim Rohingya. Seharusnya Pemerintah harus bekerjasama dengan pihak badan resmi PBB United Nation High Commision for Refugee(UNHCR) karena ini tugas dan wewenangnya mengurusi para pengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan IOM semata tanpa adanya pihak UNHCR soal penanganan pengungsi Myanmar ini sebenarnya belum sempurna segi keakuratan data dan informasi. Akibatnya mencuat isu dari politik berubah kemotif ekonomi. Kita yakin bahwa warga Rohingya yang terseret arus laut di perairan Aceh itu adalah bahagian dari keburukan politik dan penindasan penguasa junta militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sangat memahami penyebab buruknya ekonomi itu merupakan akibat dari runyamnya situasi politik sehingga membuat para manusia perahu itu harus hijrah menyelamatkan diri sekaligus memperbaiki ekonomi dari luar negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, persoalan politik dan ekonomi yang sedang dihadapi para pengungsi politik dimanapun di dunia, merupakan dua sisi kehidupan antara keselamatan nyawa dan perubahan hidup. Jika perlindungan telah ada, maka secara otomatis akan menyusul dengan perbaikan nasib untuk hidup secara ekonomi. Singkatnya dua hal tersebut tak mungkin terpisahkan dan itu fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Himbauan untuk Pemerintah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita meminta kepada Pemerintah Indonesia supaya mempertimbangkan kembali niatnya untuk mendeportasikan Muslim Rohingya  agar keselamatan mereka terjamin. Departemen luar negeri kiranya perlu melihat secara lebih teliti bahwa kehadiran mereka ke Indonesia itu masih dalam konteks politik negara Myanmar yang begitu parah yang menyebabkan mereka tertindas dan keluar dari negaranya untuk mencari perhatian dan perlindungan politik dunia internasional. Mereka perlu dilindungi secara politik oleh Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan menyambut baik semua manusia perahu dengan memberikan status negara kedua dan pemberian suaka kepada mereka sambil menunggu adanya jaminan keamanan yang menyeluruh dari negara ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib manusia perahu  sangat memerlukan perhatian dan bantuan dari Pemerintah Indonesia. Mereka itu (etnis muslim minoriti) golongan tertindas dan diusir dari negaranya akibat perlakuan penguasa junta militer yang cukup ganas. Sekarang mereka sudah terselamatkan dalam wilayah hukum negara Indonesia atau mereka kini berada di negara kedua. Karena itu perlindungan dan keselamatan harus diberikan kepada mereka dan bukannya membuang mereka kembali ke negara asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya Pemerintah Indonesia sesegera mungkin mencari jalan terbaik bagi menangani pengungsi tersebut. Pemerintah sangat diharapkan segera mengambil langkah positif untuk mengizinkan dan mengundang pihak UNHCR guna mempercepat penanganan mereka dan selanjutnya diterbangkan kenegara ketiga. Nasib dan derita yang mereka alami saat ini sungguh memprihatinkan. UNHCR adalah lembaga paling tepat untuk mengurusi mereka yang berstatus pelarian politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis adalah Pengurus Forum Lingkar Pena Aceh, Ketua Litbang BEM FK Unsyiah&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-8007909904986896286?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/8007909904986896286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/manusia-perahu-adalah-saudara-kita_09.html#comment-form' title='33 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8007909904986896286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8007909904986896286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/manusia-perahu-adalah-saudara-kita_09.html' title='Manusia Perahu Adalah Saudara Kita'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SY_DHdU35cI/AAAAAAAAAbs/p7EjhGazrCA/s72-c/muslim+ronghiya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-6588547517673879169</id><published>2009-02-06T12:00:00.010+07:00</published><updated>2009-02-06T13:32:48.271+07:00</updated><title type='text'>Happy Birthday To Me</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SYvFO-kRgaI/AAAAAAAAAbc/HXGa-b7gQLE/s1600-h/Happy+Birthday+card_mainpic.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SYvFO-kRgaI/AAAAAAAAAbc/HXGa-b7gQLE/s320/Happy+Birthday+card_mainpic.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wah ngga terasa banget kalo hari ini aku genap berumur duapuluh satu tahun (tua banget dah :)). Rasanya baru kemarin aku menyelesaikan bangku SMA. Sang waktu tak kenal kompromi untuk berlalu. Padahal aku udah berkali-berkali memutarnya agar kembali berputar ke masa lalu atau menyuruhnya untuk berjalan pelan-pelan saja. Tapi GATOT alias gagal total. Emang aku siapa bisa memutar-mutar waktu?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku berumur duapuluh satu tahun. Kira-kira apa ya yang telah kuperbuat dalam rentang usiaku ini? Ohh, aku jadi malu sendiri jika mengingatnya apalagi jika menceritakannya ke orang-orang. Sangat sedikit perubahan yang kulakukan, sangat banyak waktu yang terbuang percuma. LIZA!!!! Please deh. Bangun!!! Hari sudah senja. Umurmu juga hampir senja. Lakukan sesuatu. Tetap semangat yaa… Pantang menyerah. Dan selalu tersenyum J Peace!!! (menyemangati diri sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, ngga ada salahnya kan aku mengucapkan Happy Birthday untuk diriku sendiri di blog ini. Lagian ini blogku. Walau sebenarnya aku juga ingin pembaca blog ini mengucapkan selamat ulang tahun untukku (hehehe). Jujur nih. Semua keluar dari palung hati (ngga pake lubuk lagi sekarang, palung, man!). Yeah, setidaknya akan bertambah orang-orang yang mendoakan agar umurku diberkahi sama Yang Di Atas. Semoga saja yaa,.amien. Berkahilah umurku Ya Allah. Semoga sisa umurku ini bisa kujalani dengan hal-hal yang berguna,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, mau ngapain ya di hari jadiku ini? Jalan-jalan sendiri mengelilingi kota Banda Aceh? wah, ide yang bagus juga tuh. Sudah lama aku ngga jalan-jalan sendiri yang menurutku sangat asyik karena kita bisa memutuskan sendiri arah dan tujuan kita. Tapi,.. hah??? Aku belum bisa menaklukkan The Man Of The Week!!! Siangnya juga ada introduksi ujian Skills Lab. Aku juga harus nyetor berita hari ini. Ya sudahlah, mending aku mengerjakan yang penting-penting dulu. Satu lagi Liza, jangan lupa belajar untuk OSCE. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong tentang The Man Of The Week, sumpah dia susah banget ditaklukkan. Dalam minggu ini sudah beberapa kali aku menghubunginya. Sudah berjam-jam aku menunggunya di kantor. Namun yang kudapat tidak ada apa-apa alias nothing. Susah banget sih, (ayoo Za jangan nyerah). Semoga saja The Man mau membalas smsku dan menentukan kapan kita bisa ketemu dan membahas hal yang sangat penting. Mohon doanya yaaa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup dulu postinganku hari ini. Semoga hari ini adalah hari yang indah diusiaku yang baru. Dan semoga hari-hari yang kujalani nantinya merupakan hari-hari yang bisa membawaku menuju kedewasaan dan menambah rasa syukurku pada Ilahi Rabbi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-6588547517673879169?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/6588547517673879169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/happy-bithday-to-me.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/6588547517673879169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/6588547517673879169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/happy-bithday-to-me.html' title='Happy Birthday To Me'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SYvFO-kRgaI/AAAAAAAAAbc/HXGa-b7gQLE/s72-c/Happy+Birthday+card_mainpic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-2556342643017477894</id><published>2009-02-03T11:01:00.003+07:00</published><updated>2009-02-03T16:39:17.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>Mau Tau Kepribadianmu Seperti Apa?</title><content type='html'>Iseng-iseng nanya ini itu sama Oom Google, dapat deh cara ngetes kepribadian. Kali ini ada yang versi Indonesia,. Asyik banget kan? Ngetest kepribadian sendiri tanpa harus mumet-mumet mutar pikiran untuk cari tahu artinya, soalnya dulu-duu hanya ada versi english. Kalo mau coba, download aja (dalam bentuk excell ya).. (ada juga english version nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, bagaimana hasil test kepribadian kamu?&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/11598583/Tes-Kepribadian-Kamu"&gt;Download Yukk!!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-2556342643017477894?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/2556342643017477894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/mau-tau-kepribadianmu-seperti-apa.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2556342643017477894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2556342643017477894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/mau-tau-kepribadianmu-seperti-apa.html' title='Mau Tau Kepribadianmu Seperti Apa?'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-7888132860887033065</id><published>2009-02-02T11:18:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T14:08:43.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><title type='text'>Abang Becak Pake Baju Dinas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SYZ6Q1lkjTI/AAAAAAAAAbU/6wyMi20VjS4/s1600-h/becak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 237px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SYZ6Q1lkjTI/AAAAAAAAAbU/6wyMi20VjS4/s320/becak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298056441329126706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada abang becak pake baju dinas alias baju kantoran, itu artinya apa ya? Hmmm, bisa jadi Abang becak itu pekerja keras, dia ngga hanya membanting tulang di kantoran, tapi tulangnya juga dibanting dengan mendayung becak,..Hohoho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ngga ada yang salah sih dengan pakaian seorang penarik becak. Terserah dia mau memakai baju apa. Mau pakaian belel atau yang sangat necis, semua itu terserah mereka. Begitu juga kalo mereka memakai pakaian dinas. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah Apa yang ada dipikiran Anda kalo melihat penarik becak memakai pakaian dinas (kalo hari senin baju dan celananya warna ijo ya?) pada jam kantoran? Penarik becakkah dia? Atau Pegawai Negeri Sipil yang sedang menari becak di jam kerja? TANYA KENAPA???&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu memang kualami langsung. Aku menumpang becak yang pengendaranya memakai pakaian PNS pada pukul 11.00 WIB. Spontan ketika melihat pemandangan yang kurang indah di mata itu, sebuah pertanyaan muncul dari mulutku, " Ngga masuk kantor, Pak? Kok narik becak? Bukannya sekarang masih jam kantoran?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang umurnya sekitar 50 tahunan itu hanya tersenyum kecut dan membiarkan pertanyaanku lenyap bersama angin. Ia terus menstarter motornya dan kemudian mengantarkanku ke tempat tujuan. Memang, pakaiannya tidak begitu mencolok karena ia memakai jaket untuk menutupi kemeja dinasnya. Tapi itu akan sangat kelihatan kalau kamu berada tidak lebih dari 50 cm dari abang becak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya menghujaninya ribuan pertanyaan dan alasan yang membuatnya tetap menarik becak di jam kantoran. Aku yakin, dia benar-benar seorang PNS. Dari pakaiannya juga sepatu yang dia gunakan. Lumayan rapi, bahkan sangat rapi kalau dibandingkan dengan penarik becak yang juga mangkal di tempat yang sama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fenomena yang biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolos di jam kerja merupakan fenomena yang biasa kudapatkan di Aceh. Tak jarang para abdi negara itu terjaring dalam razia di saat mereka sedang asyik-asyiknya menyeruput secangkir kopi di warung-warung pada jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah dilakukan razia, pada hari yang lain tetap ada saja orang-orangan sawah (eitsss, salah) orang katoran itu yang lebih memilih kerja di warung kopi ketimbang menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Entah apa yang mereka perdebatkan di sana? Dan yang paling membuatku bingung dan heran adalah setelah pulang kantor, pada sore sampai malam hari mereka kembali mengunjungi Warung Kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, untuk kejadian hari ini, baru pertama kali ku alami dan ku lihat dalam hidup. Kenapa bapak itu menarik becak di jam kerja ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mungkin di antara kalian sering juga melihat para abdi negara itu yang  bolos kerja? Kira-kira apa ya solusinya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-7888132860887033065?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/7888132860887033065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/abang-becak-pake-baju-dinas.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7888132860887033065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/7888132860887033065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/02/abang-becak-pake-baju-dinas.html' title='Abang Becak Pake Baju Dinas'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SYZ6Q1lkjTI/AAAAAAAAAbU/6wyMi20VjS4/s72-c/becak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-3190348088918549434</id><published>2009-01-28T13:03:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T14:08:43.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini-opini seorang anak rimba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Aku Bangga Jadi Orang Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SX_5BXXrbFI/AAAAAAAAAbE/IvueXi85ohM/s1600-h/know-indonesia-love-indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SX_5BXXrbFI/AAAAAAAAAbE/IvueXi85ohM/s320/know-indonesia-love-indonesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296225488659508306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku sangat bangga dilahirkan di negeri yang konon katanya Gemah Ripah Loh Jinawi ini. Kenapa mesti malu coba? Bukankah hubbul watani minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak H. Rosihan Anwar, seorang wartawan nasional pernah mengungkapkan  dalam puisinya betapa ia tidak malu menjadi orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Aku tidak malu jadi orang Indonesia ... &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  Biar orang bilang apa saja, biar, biar ... &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;   Indonesia negara paling korup di dunia &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;    Indonesia negara gagal &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;    Indonesia negara lemah &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  Indonesia melanggar HAM &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;    Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;    Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Biar saja orang-orang menghujat Negara Indonesia ini dengan berbagai hujatan, dijuluki dengan bebagai julukan.Terserah! &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Kalau kamu benci dengan negeri ini, kenapa tidak angkat kaki saja? Kenapa tetap saja mengais rezeki dan mempertahankan hidup di negeri yang kamu benci ini? Kenapa tetap menggunakan Bahasa Indonesia? Tetap memakai fasilitas Negara?”&lt;/span&gt; Kata-kata itu sangat layak diucapkan untuk mereka yang ngakunya “benci” dengan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat bangga bertanah airkan Indonesia. Karena di dunia ini hanyalah Indonesia yang bernama Indonesia, berbahasa Indonesia, memiliki ribuan pulau, berbagai macam suku, sumber daya alam yang melimpah ruah, dan merupakan negara tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangga menjadi rakyat Indonesia. Rakyat dari sebuah negara yang kaya raya, yang memiliki total penduduk seratus juta lebih, yang hampir setiap tahunnya dilanda bencana. Bayangkan saja kalau Indonesia tidak terdapat banyak bencana, maka pusat penelitian bencana akan berpindah ke negara-negara lain. Eitss,. Bukan bermaksud senang dengan bencana di negara ini. Dari pada bersusah, mending kita mengambil hikmahnya sambil terus membenah diri. Betul ngga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di balik kebanggaanku aku merasa miris dengan sikap teman-temanku yang mengaku sebagai “RAKYAT” Indonesia juga. Tak jarang makian terus saja terlontar untuk negeri ini. Sangat beragam. Pantaskah Indonesia mendapatkan semua itu? Seandainya negaraku berwujud seorang ibu, maka matanya pasti kering karena tak ada lagi air mata yang bisa keluar. Telah kering air itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita telaah lebih lanjut. Indonesiakah yang salah? Saya rasa kalau Anda menjawab “Ya”, maka Anda salah besar! Indonesia hanya sebuah Negara, bukan manusia. Jadi yang salah adalah kita semua. Ya, kita semua yang masih berwujud manusia dan hidup di tanah air Indonesia.&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa saja berdalih kalau kita hanyalah rakyat kecil yang menjadi korban para penguasa. Siapakah yang memilih penguasa? Kita juga kan? Kita-rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Wah, ngga fair itu. Saya ngga tahu menahu dengan semua itu. Saya hanya korban.”&lt;/span&gt; Lantas kenapa ngga mau mencari tahu? Kenapa hanya ikut-ikutan? Dan mau-maunya dikorbankan? Berapa abad kita sudah dijajah Belanda ditambah beberapa tahun oleh Jepang? Nah sekarang kan sudah merdeka, kenapa tetap mau dijajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya bisa berdalih, menyalahkan orang lain, mengkritik, tapi tidak mau memberikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi merajalela, kenapa? Karena kita telah menganggapnya hal yang biasa. Sogok-menyogok juga biasa. Semua dianggap biasa. “Sudahlah, biar urusannya cepat selesai,” dalih kita.&lt;br /&gt;Nah, kalau hal itu tidak diberantas dan tetap menjadikannya sebagai hal yang biasa. Maka siapa yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik boleh-boleh saja. Tapi negeri ini bukanlah miliknya para penguasa saja. Bukan milik para pejabat. Bukan hanya milik segelintir orang. Tapi, kita yang mengaku jadi rakyat Indonesialah pemiliknya. Jadi, jangan hanya mengkritik! Tapi berikanlah solusinya. Jangan hanya mengharap, tapi terjunlah bersama-sama membangun negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan malu dengan keadaan negeri kita, tapi merasa malulah pada diri sendiri dan malu kepada Tuhan, serta malulah berkumpul bersama-sama dengan orang yang tidak mengerti arti hidup, orang yang tidak bisa menerima hidup ini dengan iklas, malulah berkumpul dengan orang-orang Indonesia yang tidak dapat jujur pada dirinya sendiri, suka bohong, menipu, maling (apapun bentuknya, lebih-lebih maling berdasi), yang harus Anda malu adalah jika Anda berkumpul bersama dengan para pejabat negara, dan para selebriti yang senang berfoya-foya, yang memiliki gaya hidup gengsi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat Negara Ethiopia dan negara miskin kerontang lainya. Atlet mereka tidak malu untuk terus berlari membawa bendera negaranya merebut emas marathon turun temurun. Mengapa kita musti ngomong malu tapi tidak bergerak dan hanya menjadi penonton atau komentator yg memalukan sambil memajang foto diri. Orang malu kan mustinya gak mau keliatan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, saya yakin, ditengah bobroknya kondisi bangsa, masih banyak orang-orang yang sangat mencintai negeri ini. Orang-orang yang senantiasa saling menjaga dalam kebaikan masih ada, dan akan terus bertambah. Orang-orang yang yang mau bangkit dan bergerak, serta bisa menjadi solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidaklah seperti air yang menggenang, yang hanya diam saja dan menjadi sarang penyakit. Mereka adalah air yang mengalir, air yang bermanfaat bagi sekitarnya. Dan tentu saja mereka bukanlah orang-orang yang berkerumun tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-3190348088918549434?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/3190348088918549434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/aku-bangga-jadi-orang-indonesia.html#comment-form' title='34 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3190348088918549434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3190348088918549434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/aku-bangga-jadi-orang-indonesia.html' title='Aku Bangga Jadi Orang Indonesia'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SX_5BXXrbFI/AAAAAAAAAbE/IvueXi85ohM/s72-c/know-indonesia-love-indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>34</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-4926929904450288754</id><published>2009-01-28T12:12:00.017+07:00</published><updated>2009-02-04T14:08:43.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;DoctorZone'/><title type='text'>Menyehatkan Bangsaku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SX_vN-DhX0I/AAAAAAAAAa8/50luxazmT2s/s1600-h/liza.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SX_vN-DhX0I/AAAAAAAAAa8/50luxazmT2s/s320/liza.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Apa yang telah kau berikan untuk negerimu? Sebuah pertanyaan yang sangat menggelitik, membuatku sadar, dan kembali bertanya&lt;b&gt;&lt;i&gt; “apa yang telah kuberikan?”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Nothing. Tidak ada yang bisa kusumbangkan untuk negeriku selama aku hidup di bumi pertiwi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memalukan memang. Dua decade aku menjadi bagian dari negeri ini, tapi aku hanya numpang saja tanpa mampu balas saja. Kalau dihitung dalam detik, menit, dan jam sungguh tak sanggup kulakukan. Bukanlah sebuah alasan jika aku berdalih kalau aku tak lebih dari seekor semut di negeri ini. Wajar saja aku tidak bisa berbuat sesuatu. Aku sangat kecil di negeri yang sangat besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah alasan yang sangat tidak rasionalis, dan sangat kelihatan dibuat-buat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering ketika menjawab soal-soal kewarganeraan tentang hal-hal apasaja yang dilakukan anak negeri untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini, maka aku akan menjawab : &lt;b&gt;Belajar dengan tekun dan menghargai jasa pahlawan.&lt;/b&gt; Sebuah jawaban yang memang telah terdikte dan termaktub dalam buku-buku. Itu saja. Tidak lebih. Dapat nilai bagus, sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semakin beranjak dewasa, aku semakin sadar. Memang keberadaanku takkan bisa merobohkan benteng keterpurukan negeri ini. Tapi aku yakin, kedua tanganku mampu meringankan beban saudaraku yang memerlukannya. Ya, aku yakin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu menjadi hebat dalam bertindak, tapi berbuatlah untuk menjadi hebat. Aku, yang mengecap ilmu kedokteran merasa yakin bisa memberikan sumbangsih yang besar untuk negeriku. Kemampuanku sebagai dokter nantinya bisa membantu meringankan angka kesakitan di negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehat adalah dambaan setiap orang di seluruh pelosok dunia. Karena cara paling cepat masuk kubur adalah dengan mati. Cara paling cepat mati adalah dengan sakit-sakitan. Adalah fakta jika kebanyakan orang tidak ingin cepat mati. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bukan jika orang-orang rela menghabiskan seluruh hartanya biar tetap sehat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehat bukan hanya merefleksikan prospek untuk hidup lebih lama, bahkan juga menjadi fondasi untuk hidup lebih produktif secara sosial maupun ekonomi. Jadi, bebas penyakit adalah syarat utama untuk hidup lebih maju. Maka wajar saja kalau di negara-negara maju, angka kematian sangat kecil. Bandingkan saja, dari 1000 kelahiran bayi di Indonesia, 33 diantaranya meninggal. Sementara Malaysia, tetangga kita, hanya 8 yang meninggal dari 1000 kelahiran (UNDP, 2003). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan akan sehat tidak hanya diperoleh dengan cara hidup sehat, tapi juga dengan adanya pelayanan kesehatan. Adalah tugas negara untuk membuat rakyatnya sehat dengan membuka akses kesehatan secara maksimal. Kesempatan untuk mendapat pelayanan kesehatan dipandang sebagai hak paling asasi dari rakyat. Maka tidak boleh tidak, pemerintah harus menyediakan rumah sakit, dokter, perawat, obat-obatan, perlengkapan serta pelayanan lainnya dengan mutu dan standar yang optimum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada kenyataannya, pelayanan kesehatan di masyarakat kita masih jauh untuk dapat dikaatakan memadai, terlebih lagi jika hal itu telah menyangkut rakyat miskin, masyarakat yang justru mendominasi negeri ini. Tidak jarang kita melihat banyaknya kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah terutama menyangkut program-program yang ditawarkan pemerintah untuk memudahkan mereka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan kemampuan yang kumiliki, ingin rasanya mengabdi untuk negeri ini. Bukan ingin, tapi aku harus mengabdi. Sekarang aku hanya seorang mahasiswa kedokteran yang sebentar lagi memasuki semester enam, semester delapan nantinya aku akan mengikuti kepanitraan klinik di rumah sakit, satu setengah tahun lagi aku akan menjadi dokter. Yeah, kalau diakumulasikan lebih kurang tiga tahun lagi aku resmi menjadi dr. Liza Fathiariani (amiiin, mudahkanlah jalanku ya Rabb!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang, aku belum bisa menerapkan ilmu yang kumiliki untuk masyarakat. Karena memang peraturannya seperti itu. Bisa-bisa aku dikeluarkan dari kampus jika ketahuan. Lantas, apa yang bisa kulakukan? Yupz, aku bisa mengabdi untuk negeriku dengan bersungguh-sungguh belajar, aku juga bisa menyuarakan aspirasi saudaraku dengan lidah dan penaku. Ya pasti bisa. Insyaallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku manjadi dokter nanti, ingin rasanya aku mengikuti jejak Patch Adams, seorang revolusioner sosial, DOKTER, badut, dan pria dengan segudang prestasi. Patch adalah pendiri Gesundheit! Institute, klinik pengobatan gratis di West Virginia ang telah merawat lebih dari 15.000 pasien (lengkapnya buka http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/dokter-atau-badut.html). Menjalankan profesiku tanpa harus membebankan saudaraku. Semoga engkau mengabulkannya ya Allah. Amien..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“The people that are trying to make this world worse are not taking a day off — how can I? — Light up the darkness.” (I Am Legend)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-4926929904450288754?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/4926929904450288754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/menyehatkan-bangsaku.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4926929904450288754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4926929904450288754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/menyehatkan-bangsaku.html' title='Menyehatkan Bangsaku'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SX_vN-DhX0I/AAAAAAAAAa8/50luxazmT2s/s72-c/liza.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-135710195148241135</id><published>2009-01-27T13:01:00.010+07:00</published><updated>2009-02-04T14:08:43.526+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini-opini seorang anak rimba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Mengais Rezeki di Gerbong Kapitalis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SX6mogwppvI/AAAAAAAAAa0/T9VsaINJCdI/s1600-h/simpang+lima.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SX6mogwppvI/AAAAAAAAAa0/T9VsaINJCdI/s320/simpang+lima.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Lelaki tua itu terus membereskan sayur dagangannya. Sesekali ia menyeka keringat di dahi yang mengucur dengan tangannya. Kemudian ia duduk dan menunggu pembeli datang. Pagi itu, hari Minggu (18/1/09), trotoar tempat ia menjajakan dagangannya tampak sepi. Begitu juga dengan badan jalan, hanya ada satu-dua kendaraan yang berlalu lalang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Hari Minggu begini memang sepi. Siang pun masih tetap sepi,” ujarnya dalam Bahasa Aceh yang sangat kental sambil mengambil beberapa daun melinjo tua dan kemudian membuangnya ke dalam kantong plastik yang memang telah disediakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mengangguk saja. Dalam diam aku melihat sayur dagangannya. Daun melinjo, melinjo, asam sunti, sirih, dan daun jeruk berjejeran di atas plastik biru berukuran setengah meter. Semuanya adalah sayuran khas Aceh.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abdul Wahab,” jawab lelaki itu ketika kutanyakan namanya. Sambil tersenyum ramah, ia menjelaskan asal usulnya. Delapan puluh tahun silam ia lahir di Lambaro Angan, sebuah desa di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. “Watee jameun Belanda, lon ikot prang chit,” paparnya dengan semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerutan di wajah, gigi-geligi yang telah tanggal, uban yang telah tumbuh menutupi batok kepala, dan tubuh yang semakin ringkih membuktikan bahwa usianya telah senja. “Saya telah jualan sayur sejak Jepang telah angkat kaki dari Aceh. Waktu itu saya jualannya di Pasar Peunayong bersama istri sampai musibah tsunami tahun 2004 lalu,” Pak Abdul memulai kisahnya sebagai pedagang sayur, "setelah tsunami, saya pindah ke sini. Sedangkan istri tetap di Peunayong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak dari lima orang anak itu kemudian menunjuk ke bangunan di belakangnya. Bangunan itu begitu megah dengan tulisan makanan khas Italia Pizza Hut di pamfletnya. “Dulu waktu saya mulai jualan di sini, toko pizza ini belum ada,” jelasnya, “sengaja saya pindah ke sini karena di Peunayong sudah banyak penjual sayur yang lain. Setahun yang lalu, setelah rumah kami selesai dibangun di Lambaro Angan, saya menyuruh istri saya untuk di rumah saja. Biar saya saja yang mencari rezeki. “Aneuk mit pih ka leuh meukawen mandum.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Abdul Wahab yang berprofesi sebagai penjual sayur di trotoar jalan Simpang Lima memang sangat kontras dibandingkan dengan kondisi sekitar, sehingga menjadi pusat perhatian pengguna jalan. Betapa tidak, di tengah maraknya para peminta-minta yang memadati kawasan Simpang Lima dan semakin merajalelanya kapitalisme yang tampak jelas dari bangunan-bangunan yang lebih “wah” dibandingkan bangun-bangunan lain dengan menawarkan berbagai macam jenis makanan cepat saji, namun lelaki itu tetap saja mencoba bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari semakin terik pagi itu. Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 09.30 WIB. Itu artinya sudah dua setengah jam lebih Abdul Wahab menjajakan dagangannya. Namun, belum satu pun pembeli yang nongol. Setelah selesai shalat subuh lelaki paruh baya dengan peci hitam yang melekat di kepala itu telah beranjak dari rumahnya menuju Simpang Lima. Ia harus menghabiskan waktu selama satu jam lebih untuk untuk sampai ke tujuan dengan menggunakan labi-labi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya berapa banyak sayur yang terjual sehari?” aku kembali bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ia tersenyum sambil memamerkan gusinya yang tak lagi bergeligi. “Kadang-kadang hana ureung bloe, neuk!” jawabnya tetap tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, tiap hari pasti ada orang yang ngasih. Bahkan pernah sehari sampai seratus ribu,” jelas lelaki dengan postur tubuh agak sedikit pendek itu seolah mengetahui keherananku. ”Waktu megang, ada saja orang yang memberikan sedekah. Ada yang ngasih kain sarung, beras, gula, bahkan uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dagangan yang ia jual, pastinya orang-orang lebih memilih ke pasar untuk membeli sayur-mayur yang lebih lengkap dan banyak pilihannya. Namun, semangatnya yang membara membuat orang tak segan-segan untuk memberinya puluhan ribu rupiah. “Dari pada ngasih ke pengemis,” ucap Ade, seorang mahasiswa ketika kutanyakan alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya udah tua, Nak! Mau ke sawah sudah tidak sanggup lagi. Dari pada hanya diam di rumah, mending saya mencari rezeki di sini. Yang jelas saya tidak mau mengemis. Hana guna nyan, Neuk! Peumale droe mentong.”  Setidaknya lelaki tua yang berjualan di trotoar itu telah berusaha untuk mencari rezeki. Bukankah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pergilah ke jalan yang lurus, Nak! &lt;i&gt;Beu meutuah beh,&lt;/i&gt;” pesannya kepadaku ketika aku berpamitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-135710195148241135?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/135710195148241135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/mengais-rezeki-di-gerbong-kapitalis.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/135710195148241135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/135710195148241135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/mengais-rezeki-di-gerbong-kapitalis.html' title='Mengais Rezeki di Gerbong Kapitalis'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SX6mogwppvI/AAAAAAAAAa0/T9VsaINJCdI/s72-c/simpang+lima.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-572474447662300706</id><published>2009-01-24T16:14:00.000+07:00</published><updated>2009-01-24T16:35:52.934+07:00</updated><title type='text'>Perahu Kertas Liza</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SXrg0KQtBYI/AAAAAAAAAas/OXe5AEXFoQE/s1600-h/perau+kertas.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SXrg0KQtBYI/AAAAAAAAAas/OXe5AEXFoQE/s200/perau+kertas.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sore ini, setelah membaca novel Perahu Kertas-nya Dee aku mencoba menflashback memori kecilku tentang perahu kertas. Pengalaman yang unforgetable memang jika mengingat masa-masa indah ketika kita masih belum begitu tertipu oleh dunia. Ketika seorang bocah kecil dengan adik lelaki semata wayangnya sedang bermain hujan-hujanan di belakang rumah sambil melepaskan perahu kertasnya satu persatu di saluran air yang dijadikan petani untuk mengairi sawah mereka. Rumah ke bocah perempuan itu memang langsung berbatasan dengan sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran air ketika jujan cukup deras, membuat perahu kertas mereka terapung-apung dan hanyut terbawa arus. Sangat senang rasanya ketika perahu itu terbawa air, seolah ada sebuah beban yang pergi bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sore ini, aku tinggal sendiri di ruangan kantorku. Tak ada lagi Kak Riza dan juga Bang Isra, Kontributor Majalah AER. Ketika membaca novel itu, aku begitu hanyut dibawa kenangan masa kecilku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, inti cerita dari novelnya Dee bukanlah tentang perehu kertas. Tapi kebiasaan tokoh utamanya Kugy, yang suka bermain perahu kertas itu membuatku ingin segera menghabiskannya. Tak peduli berjam-jam sudah aku didepan monitor komputer, dan tak peduli apakah masih ada orang di bawah (kantorku di lantai dua). Namun yang sangat disayangkan, aku tidak mendapatkan full versionnya. Maklumlah, hanya ebook gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, aku seolah melihat sosok Kugy itu ada pada diriku. 1. Aku sangat sukai air dan zodiakku Aquarius. Kugy juga begitu.&lt;br /&gt;2. Aku suka nulis tapi ngga bisa menggambar. Duh,..tobat deh kalo disuruh menggambar. sejak SD sampai sekarang aku sanagt tidak bisa menggambar. Seoalah tidak ada koneksi yang baik anata tangan dan imajinasiku. Dari dulu dulu setiap di suruh menggambar, aku hanya melukiskan 2 puncak gunung, sepetak sawah, dan sebuah rumah. Hanya itu lukisanku yang tidak abstrak. Selebihnya? kalo aku menggambar ayam, jadinya han ya sebuah batu pecah. (cukuplah, jadi malu sendiri). Nah, kugy dalam cerita itu persis sepertiku. Pintar nulis tapi ngga bisa gambar. Tapi Kugy punya Keenan yang mau mengilustrasikan tulisannya dalam bentuk lukisan. Sedangkan aku? (Hopeless)&lt;br /&gt;3. Kugy punya semangta yang tinggi dan cuek,. kalo ini sih kurang lebih sama&lt;br /&gt;4. Kugy kuliah di jurusann sastra, ini sangat berbeda, aku kuliah di jurusan pendidikan dikter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But,..karakter tokoh kugy disini membuatku seperti bercermin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-572474447662300706?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/572474447662300706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/perahu-kertas-liza.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/572474447662300706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/572474447662300706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/perahu-kertas-liza.html' title='Perahu Kertas Liza'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SXrg0KQtBYI/AAAAAAAAAas/OXe5AEXFoQE/s72-c/perau+kertas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-792840317275844386</id><published>2009-01-21T16:20:00.001+07:00</published><updated>2009-01-28T13:25:18.836+07:00</updated><title type='text'>GILA… AKU TERSESAT DI RUMAH SAKIT JIWA</title><content type='html'>Pagi itu udara begitu dingin jika dibandingkan dengan panasnya Banda Aceh saban harinya. Jelas saja, dinginnya pagi membuat orang-orang akan tetap bermalas-malasan keluar untuk beraktivitas seperti biasanya. Atau mungkin hanya aku saja yang merasa seperti itu? Entahlah, may be yes, may be no, kata Ringgo dalam sebuah iklan rokok. Aku belum bisa memabaca pikiran orang, jadi anggap saja hanya aku yang menderita kemalasan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, walau bagaimanapun aku harus tetap beranjak keluar dari kamar. Mandi dan menjalankan kegiatan pagiku dengan berjalan sekitar seratus meter menuju kampus tercinta. Menelusuri trotoar jalan dan menatap langit yang diselubungi awan hitam pertanda hujan akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 7.50 aku baru beranjak dari rumah kost menuju kampus. Jelas saja itu tidak membuatku telat, meskipun sepuluh menit lagi kuliah akan dimualai. Dalam tempo lima menit, aku sudah tiba di sana. Jalanku memang cepat. “Kalo jalan lurus terus, ngga liat kiri kanan,” kata temanku. Jadi, its okay. Aku kemungkinan besar (setidaknya 50-50 lah) untuk telat.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tidak untuk pagi itu. Tahu kenapa? Karena aku harus menuju Rumah Sakit Jiwa yang jaraknya lebih kurang (lebih malah) 30 menit dengan labi-labi. Malamnya temanku telah mengirimkan sms kalau kami harus ngumpul jam 7.30 di depan RSJ. But, the fact? &lt;br /&gt;1. Pukul 7.50 : Berangkat ke kampus&lt;br /&gt;2. Pukul 7.55 : Tiba di kampus dan melihat tak ada satupun teman sekelasku di seputaran kampus (Ya iyalah, you’re very late Liza) yang kutemui hanya teman-temanku yang belum dapat giliran untuk visit ke RSJ&lt;br /&gt;3. Pukul 8.00 : Labi-labi belum satu pun yang nongol, kalau pun ada semuanya menuju ke Tungkop bukan ke Kota Banda Aceh&lt;br /&gt;4. Pukul 8.05 : Aku masih sedikit santai walaupun telah panic seperempat mati. (biasanya setengah mati kan?)&lt;br /&gt;5. Pukul 8.10 : Sebuah labi-labi berhenti dan aku menumpanginya sampai ke depan Rumah Sakit Zainal Abidin.&lt;br /&gt;6. Pukul 8.30 : Aku baru tiba di RSUZA, lumayan cepat dari perkiraan karena angkotnya melaju lumayan kencang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Telat..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, aku telat satu jam!!! Saat itu aku sudah membayangkan ceramah apa yang akan kudapatkan dari dokter-dokter spesialis jiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dokter A : Kamu kenapa telat? Kamu tau sekarng jam berapa? Sudah satu jam kamu terlambat. Mau jadi dokter macam apa kamu? Berapa banyak pasien yang bakalan mati karena keterlambatan kamu?&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Sekarang aku kan tidak menangani pasien emergency, aku hanya mewawancara pasien gangguan jiwa. Ngga mungkin mereka bisa meninggal gara-gara itu. Logis dikit dong dokter)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dokter B : Jangan kamu pikir karena ini bukan pasien emergency kamu bisa sesuka hati. Pasien psikosis (waham=gila) ini bisa saja kalau kita telat menangani akan melakukan bunuh diri. Dimana naluri kemanusiaan kamu? Sekarang kamu ngga bisa masuk! Akan saya laporkan ke PBL kalau kamu tidak lulus mata kuliah ini&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Wah, dokter B hebat!! Bisa baca pikiranku. Tapi ngga ada tuh pasien yang meninggal? Ngga ada kan? semua pasien di bangsal manapun tetap fit aja walau mengalami gangguan mental organic. Jangan bawa-bawa naluri kemanusiaan dok! Gini-gini saya masih punya perasaan untuk sesama. Untuk hewan aja saya sangat sayang, apalagi manusia. What? Saya ngga lulus mata kuliah ini? serius dok? Tega banget dokter. saya kan ngga sengaja telat. Dokter, jangan gitu dong. Kasihanilah saya..hiks hiks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm,..syukur itu hanya pikiran bodohku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, di depan RSUZA aku kembali kebingungan. Jarak RSJ masih jauh ke sana. Tidak ada angkutan umum yang melintasi Jl. Kakap itu. Segera kupanggilkan becak untuk mengantarkanku ke tujuan. Pukul 8.40 aku tiba di halaman depan RSJ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana aku kembali memikirkan hukuman yang akan diberikan dokter spesialis jiwa itu kepadaku. Bagaimana kalau itu memang benar terjadi? Ya Allah, help me. Ini semua benar-benar keteledoranku. Aku sangat kurang menghargai waktu. Kemarin-kemarin Allah masih memberikan kesempatan bagiku untuk tidak mengulangi kebiasaan burukku yang kadang-kadang kumat (Misalnya waktu presentasi lomba essay itu). Nah, sekarang aku melakukan kesalahan itu lagi. TELAT LAGI!!!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Tersesat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar asing dengan suasana RSJ. Walaupun sudah beberapa kali melintasinya, tapi baru kali ini aku singgah dalam waktu yang lumayan lama. Tak bisa kubedakan yang mana pasien dan yang mana buruh bangunan yang sedang merenovasi rumah sakit itu. Karena tidak semua pasien memakai pakaian rumah sakit, ada sebagian yang memakai pakaian sehari-hari mereka di rumah. Aku memasang muka lilin. (gimana bentuknya ya? Aku sendiri ngga tau, hehe). Kukurangi sifat ramahku. Hanya dokter dan perawat yang kutegur (walau dengan sedikit curiga kalau mereka beneran dokter/perawat atau pasien yang berobsesi menjadi dokter/perawat). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berada di halaman rumah sakit, aku berpas-pasan dengan Wanda, teman seangkatanku namun tidak sekelas. &lt;br /&gt;“Wanda, teman-teman sekelas Liza dimana?”&lt;br /&gt;“Ngga tau juga, Za. Wanda kena di UGD. Nomer absent Liza berapa?”&lt;br /&gt;“9”&lt;br /&gt;“Mungkin kelompok 3. soalnya kita dibagi menjadi beberapa kelompok. Udah dulu ya Za. Wanda mau fotokopi status nih.”&lt;br /&gt;“Thanks, Da,” ucapku dengan sedikit lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dimanakah kelompokku itu berada? di ruangan mana? Aku sama sekali tidak familiar dengan RSJ. Aku pun memutuskan untuk menuju UGD yang terletak tidak begitu jauh dari tempatku berada sekarang. Kutanyakan dimana kelompokku berada pada dokter-dokter muda yang sedang co-ass pada bagian itu. Tapi nihil. Mereka juga tidak tahu. Kemudian tiba-tiba seorang dokter menghampiriku, aku mulai berpikir macam-macam. Jangan-jangan dokter itu akan memarahiku. (Tenang Liza. Calm down!)&lt;br /&gt;“Coba kamu ke bagian poli, lurus saja ke depan kemuadian naik tangga. Di situ cari aja ibu xxx (lupa namanya). Kamu tanyakan dimana kelompokmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurnya dokter itu baik. Tidak seperti pemikiranku. Langsung saja kutemui ibu yang dimaksud. (Yang lebih sialnya hari itu, aku kehabisan pulsa untuk menelpon teman sekelompokku).&lt;br /&gt;Setelah menemui ibu itu, aku langsung mencari RUANGAN REHABILITASI, tempat teman-temanku berkumpul. Untuk mencapai ruangan itu aku harus menempuh beberapa bangsal yang dipenuhi oleh orang-orang yang terganggu jiwanya. &lt;br /&gt;“Bu Dokter sini dong!”&lt;br /&gt;“Hai Bu Dokter Cinta.”&lt;br /&gt;Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai panggilan nyeleneh dilontarkan pasien-pasien itu. Ada yang cuek bebek, ada yang melamun, ada yang sedang tidur-tiduran, ada juga yang iseng. Aku tetap memasang “wajah lilin”, kaku, tak ada ekspresi. Seperti yang kubaca dari sebuah literature, begitulah muka penderita Parkinson. Mask face, tak ada ekspresi. Naudzubillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berjalan menelusuri koridor RSJ. Berjalan dan menatap lurus ke depan tanpa melihat kiri kanan (karena di situ ada pasien). Ketika melihat gerombolan manusia yang memakai baju puti (perawat.red) aku langsung menanyakan di mana ruang itu berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku berpas-pasan dengan dokter spesialis jiwa yang kebetulan menjadi pembimbing kelompokku.&lt;br /&gt;“Dok, maaf saya telat.”&lt;br /&gt;“Kenapa bisa telat?” tanyanya ramah.&lt;br /&gt;“Labi-labinya dok…” aku memutuskan ucapanku. Saya memang telah telat dari rumah dan ditambah lagi labi-labinya agak sedikit lelet, dok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurnya dokter itu tidak menanyakan panjang lebar alasanku dan menyuruhku langsung menganamnesis salah satu pasien.&lt;br /&gt;“Kenapa kamu? Kesasar ya?” Tanya dokter umum yang mengatur jadwal wawancara kami. &lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum dan langsung memasuki ruangan rehabilitasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat teman-temanku sedang mewawancara pasien-pasien gangguan jiwa satu orang satu pasien. Duduk berhadapan, tanpa ada meja sebagai penghalang. Weiks… semua pasien laki-laki. Ada yang sudah lansia, dan ada juga yang masih muda. (hmm, lumayan cakep…:p )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wawancara Pasien psikosis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang kamu wawancara pasien ini,” suruh dokter jiwa yang berpas-pasan denganku tadi.&lt;br /&gt;Dan duduklah seorang lelaki, berumur 23 tahun, dengan kulit sawo matang, dan tinggi proposional di depanku. Jarak kami hanya 30 cm. glekk!! Bismillah. Aku mulai mewawancarainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak saya tidak sanggup kasih makan lagi, makanya saya dibawa ke sini. Di sini saya mau belajar ilmu hitam dari roh para leluhur. Saya tidak gila, makanya saya ngga mau pake baju seperti mereka. (pasien itu memakai kemeja dengan rompi dan celana jeans belel).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dokter mau xxxxx (sensor).” (ternyata pikirannya mesum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau saya keras kepala, saya di setrum sama dokter itu (ia menunjuk dokter jiwa). Setiap hari saya dikasih obat merah. Kalau saya mulai keras kepala saya di suntik,” ia menunjukkan lokasi tempat disuntik.&lt;br /&gt;Aku ketakutan sendiri menghadapi pasien ini. Ketika menoleh kea rah teman-temanku, mereka fine-fine saja. kemudian aku menanyakan ia sakit apa? Langsung saja dia dia mengetuk-ngetuk kepalanya, kemudian menggeleng-gelengkanya, dan menatapku dengan tajam kemudian tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, pasien di depanku itu diam. “Kenapa diam?”&lt;br /&gt;“Arwah leluhur sedang keluar dari badan saya. Yang tadi ngomong itu arwah leluhur dari Medan dan Jawa Barat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat matanya begitu sayu. Mungkin efek dari obat-obatan penenang yang diberikan untuknya.&lt;br /&gt;“Liza fathi a riani,” lelaki itu membaca namaku yang tertulis di Badge nama yang pasang pada kerudungku. Kemudian menatapku dengan pandangan yang dalam. Aku mencoba mengalihkannya pada makanan yang kubawa dari rumah.&lt;br /&gt;“Saya kenyang.”&lt;br /&gt;“Dokter mau nikah sama saya?”&lt;br /&gt;Glekkkk!!! Dokter muda yang dari tadi mondar-mandir tersenyum sendiri melihat tingkah pasienku. Memang kalau kita perhatikan, tingkah pasien jiwa itu tak beda seperti pelawak di televisi. Namun, tanpa kita sadari bisa saja mereka melakukan sesuatu yang dapat membahayakan jiwanya sendiri atau orang di sekitar.&lt;br /&gt;“Bohong!!!” suara pasienku meninggi ketika kujawab kalau aku sudah menikah. Aku merinding sendiri. Jarak pasien itu dengan ku semakin dekat. Aku menggeser kursiku kebelakang lagi. Sehingga jarak kami semakin jauh.&lt;br /&gt;“Maaf, saya belum nikah. Tapi mana mungkin orang mau sama kamu kalau kamu tetap disini? Kamu harus sembuh dulu. Minum obat yang teratur. Baru pulang. Dan nikah.”&lt;br /&gt;“Saya mau pulang kalau Bapak jemput. DAN NIKAH. HAHAHHA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan pun mereda. Kemudian ia tersenyum padaku. “Makasih ya bu dokter Liza fathiariani, toss dulu lah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya selesai juga aku mewawancara pasien itu. setelah kupaparkan permasalahannya ke dokter yang membimbingku, ia mengatakan bahwa kalau dilihat dari masalah yang kusampaikan, pasien itu masih mengalami gangguan. Seperti ilusi dan halusinasinya untuk menjadi dukun ilmu hitam. Sedangkan teman-temanku tidak memaparkan keluhan yang berarti karena memang pasien yang dirawat di ruang rehabilitasi itu sudah sembuh 60-80%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-792840317275844386?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/792840317275844386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/gila-aku-tersesat-di-rumah-sakit-jiwa_894.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/792840317275844386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/792840317275844386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/gila-aku-tersesat-di-rumah-sakit-jiwa_894.html' title='GILA… AKU TERSESAT DI RUMAH SAKIT JIWA'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-1158311791381755721</id><published>2009-01-21T15:39:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T14:08:43.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini-opini seorang anak rimba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>SYARIAT ISLAM : SOLUSI ATAU POLEMIK ?</title><content type='html'>“Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS An-Nahl: 125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa syariat Islam di Aceh telah berusia tujuh tahun semenjak dideklarasikan. Namun, sampai hari ini pelaksanaannya masih menyimpan sejumlah masalah yang perlu dicarikan solusinya. Seluruh lini masih menyisakan berbagai polemik yang melahirkan berbagai macam persepsi tentang syariat Islam itu sendiri. Ditambah lagi dengan persolan-persoalan lain yang timbul yang ikut menghadang pemberlakuan syariat Islam secara kaffah di Nanggroe Aceh Darussalam ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Syariat Islam di Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat Islam telah lama berkembang di Aceh. Hal ini dapat dibuktikan dengan diberlakukannya hukum-hukum Islam pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M) yang disalin dalam dalam “Peraturan di dalam Negeri Aceh Bandar Dar As-Salam” atau lebih dikenal dengan “Adat Meukuta Alam”.  &lt;br /&gt;Dengan peraturan inilah Po Teumeuruhom menjalankan syariat Islam kala itu, dibantu dengan fatwa-fatwa dari ulama kenamaan Abdurrauf As-Singkily (Syiah Kuala) yang saat itu menjadi mufti Kerajaan Aceh Darussalam. Pada tahapan berikutnya, ajaran Islam telah menyatu di dalam kehidupan dan keseharian masyarakat, baik dalam hal peribadatan, adat, hukum, sosial, dan lainnya. Hal ini tercermin dari beberapa petuah bijak Aceh seperti,” Hukom ngen adat lagee zat ngen sifeut.” Atau “ Adat bak Po Teumeuruhom, hukom bak Syiah Kuala.  Gadeh aneuk meupat jeurat gadeh adat ho ta mita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Indonesia dipimpin oleh Soekarno, pergolakan Aceh dibawah komando Tgk. Muhammad Daud Beureuah pun terjadi. Soekarno yang pernah menjanjikan penerapan syariat Islam di Aceh tak pernah merealisasikannya. Salah satu solusi yang diberikan untuk menghentikan pergolakan tersebut dengan keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia Nomor 1/Missi/1959 yang ditandatangani oleh Mr. Hardi (Wakil Perdana Menteri I/Ketua Misi Pemerintah ke Aceh pada tanggal 26 Mei 1959), keputusan tersebut terkenal dengan nama keputusan Missi Hardi. Keputusan ini memberikan keistimewaan kepada Aceh dalam tiga bidang; agama, pendidikan dan peradatan, sehingga Aceh menyandang gelar Daerah Istimewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji ini menurut Al Yasa’ Abu Bakar layak dipercaya pernah diberikan, ini karena perjuangan rakyat Aceh sejak awal peperangan melawan Belanda antara lain didorong untuk melaksanakan syariat Islam secara kaffah di tengah masyarakat. Bahkan tuntutan agar Aceh menjadi sebuah provinsi terpisah, merdeka katakanlah, juga karena keinginan melaksanakan syariat Islam di seluruh wilayah Aceh. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Orde Baru tidak kalah menyedihkan lagi. Betapa tidak, Undang Undang Pokok Pemerintahan Daerah diganti dengan Undang- Undang Pemerintahan di Daerah, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974. Dalam undang-undang ini, nasib penegakan syariat yang menjadi salah satu keistimewaan yang diberikan kepada Aceh tidak disinggung lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati pemerintah telah melupakan Daerah Istimewa dengan keistimewaan agama di dalamnya, pemerintah daerah tetap berupaya untuk menjalankan keistimewaan tersebut, ini dibuktikan dengan dikeluarkan beberapa peraturan dearah yang berkenaan dengan penerapan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Reformasi, Presiden BJ Habibie menandatangani UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh yang meliputi bidang agama, adat, pendidikan dan peran ulama dalam kebijakan. Mengenai keistimewaan bidang agama didefinisikan dengan penerapan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Undang undang ini sedikit meredam kekecewaaan masyarakat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Megawati juga lahir Undang Undang Nomor 18 Tahun 2001 yang lebih dikenal dengan Undang undang Otonomi Khusus. Dan undang-undang ini juga membenarkan pembentukan Mahkamah Syari’ah baik pada tingkat rendah ataupun tingkat tinggi, wewenangnya meliputi seluruh bidang syari’at yang berkaitan dengan peradilan dan menyatakan kedudukan peradilan tersebut sama dengan peradilan umum. &lt;br /&gt;Lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 merupakan momentum penerapan syariat Islam secara kaffah di bumi yang bersyariat, dibawah kepemimpinan Gubernur Abdullah Puteh, 1 Muharram 1423 H dinyatakan sebagai awal penerapan syariat Islam secara kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaktualisasi penerapan syariat Islam secara kaffah, lahirlah beberapa qanun yang menjadi pegangan secara yuridis formal dalam penegakan syariat Islam di Aceh. Namun harus diakui bahwa qanun-qanun tersebut masih banyak terdapat kekurangan yang menyebabkan pelaksanaan syariat Islam seperti yang kita rasakan sekarang ini. Bahkan Al Yasa’ Abu Bakar mengatakan bahwa qanun-qanun yang ada sekarang harus direvisi karena isi qanun tersebut masih banyak kekurangan, serta perlu menyusun qanun yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan Syariat Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaan diterapkannya syariat Islam di Aceh setelah disahkannya UU No. 44 tahun 1999 dan UU No. 18 tahun 2001, banyak sinyal positif yang kita dapatkan. Ini terlihat melalui maraknya kegiatan religius dan adanya islamisasi pada pamflet perkantoran ataupun pertokoan yang ditambahkan dengan tulisan Arab-Jawi yang menjadi trend tersendiri pada masa itu. Walaupun itu bukanlah salah satu bentuk penerapan syariat Islam yang diharapkan, tetapi itu bisa menjadi salah satu proses untuk menggugah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, penerapan syariat Islam telah menghasilkan ketakutan tersendiri bagi masyarakat. Ketika syariat Islam dibicarakan, mereka akan segera terbayang kepada hukum cambuk, potong tangan, qishahsh, ta’zir dan berbagai hukuman lainnya. Sekiranya kita mau meneliti hukum Islam lebih dalam, bentuk hukuman di atas bukanlah hal pertama yang perlu disosialisasi dan bukan pula asas dari syariat Islam itu sendiri. Karena itu adalah bagian dari cabang di dalam fiqh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu terdapat terdapat beberapa keluhan terkait dengan metode penerapan syariat Islam yang cenderung dipraktekkan dengan cara-cara bernuansa kekerasan oleh masyarakat di berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Pihak pelaksana syariat Islam seperti tidak berdaya mencegah meluasnya tindak kekerasan yang sering diberitakan melalui media-media lokal di Aceh. Atas nama syariat Islam, seringkali pelaku pelanggaran menerima perlakuan tidak manusiawi dan penganiayaan dari masyarakat, seperti dimandikan dengan air comberan, diarak massa tanpa busana, bahkan sampai pada pelecehan seksual (contohnya pemaksaan adegan mesum di pantai Lhok Nga oleh oknum polisi Syariah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dituliskan Teuku Reiza Yuanda dalam reviewnya tentang “Penerapan Syariat Islam di Aceh”, salah satu kritik adalah selain belum kaffahnya penerapan syariat di Aceh,  penekanannya juga hanya pada beberapa hal dan terkesan dangkal, seperti yang seringkali muncul ke permukaan adalah kasus mesum, khalwat, judi, dan khamar, yang kemudian direspon oleh masyarakat melalui sweping di jalan-jalan negara yang dalam beberapa kasus berakhir ricuh, dan di kafe-kafe dengan penekanan pada penggunaan pakaian bagi perempuan. Kenyataannya, dalam pelaksanaan syariat Islam justru terjadi pelanggaran terhadap serangkaian aturan-aturan lainnya. Oleh karena itu, muncul pertanyaan, apakah korupsi dan manipulasi keuangan negara dibenarkan dalam Islam? Apakah tidak menunaikan ibadah shalat, puasa dan zakat dibenarkan dalam Islam? Apakah menghujat orang lain, memukul dan menghina pelaku pelanggaran syariat Islam tanpa adanya proses hukum yang adil dibenarkan oleh Islam? Sebagian besar masyarakat di Aceh membenci pelanggar syariat Islam, padahal justru si pembenci sendiri terkadang jarang beribadah untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim Bak kata pepatah lama Aceh, “sembahyang wajeb uro jumat, sembahyang sunat uro raya” (shalat wajib adalah shalat Jumat, dan shalat sunnah adalah shalat Ied).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya menjadi prioritas utama dalam penerapan Syariat Islam adalah penanaman akidah. Ibarat sebuah pohon yang menjulang tinggi dengan batang-batang yang kuat dan kokoh akan langsung tumbang diterpa angin jika akarnya tidak kokoh. Begitu juga dengan akidah, seseorang yang berkeyakinan benar akan melewati jalan yang benar dan kemudian menggapai hasil yang benar. Aqidah adalah landasan utama dari dakwah Islam. Ketika awal mula menyiarkan Islam yang diajarkan nabi kepada penduduk Mekah adalah sisi akidah. Ini menunjukkan betapa urgennya aqidah dalam pengaplikasian syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MS dan WH untuk Apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamsyah, seorang terhukum cambuk yang dieksekusi pada tanggal 24 Juni 2005 di halaman Mesjid Jami’ Kabupaten Bireun, mengusung poster yang ditulis dengan sanubari, ditulis dengan jeritan hati, mengapa dia dicambuk? Sedangkan yang lain hanya menonton di warung kopi. “Jangan kami rakyat kecil saja yang harus menerima hukuman cambuk di depan umum, orang orang kaya atau para pejabat yang melakukan pelanggaran hukum pun harus dicambuk dan ditonton masyarakat umum,” demikian protes Alamsyah setelah menerima hukuman cambuk sebanyak enam kali karena divonis melanggar qanun maisir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditinjau lebih lanjut, polemik syariat Islam tidak hanya dialami oleh masyarakat umum, tetapi asas atau yang lebih dikenal dengan qanun pelaksanaan syariat Islam sampai sekarang masih menyisakan masalah besar. Banyak qanun yang masih bersengketa dengan KUHAP sebagai rujukan tunggal pelaksanaan hukum. Di samping itu, banyak qanun yang dibuat tidak melalui kajian akademik bahkan terkesan tergesa-gesa hanya untuk mencari payung hukum penerapan syariat Islam. Seperti yang diakui Al-Yasa’ Abu Bakar bahwa  qanun-qanun syariat Islam masih banyak yang harus direvisi. Hal ini jelas saja semakin menimbulkan daftar masalah yang membuat masyarakat semakin bingung dengan penerapan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zarkasyi menuliskan dalam bukunya “ Menuju Syariat Islam Kaffah” (2008), hal lain yang terjadi dalam penerapan syariat Islam di Aceh adalah harmonisasi peran ulama dan umara. Ulama terkesan kurang dilibatkan dalam setiap kegiatan yang berkenaan dengan implementasi syariat Islam, terutama dalam pembuatan qanun agar qanun yang dibuat sesuai dengan aturan syara’. Padahal dalam sejarah Aceh, ulama memiliki peran sebagai penyebar ilmu dan dakwah serta pendamping kekuasaan sultan. Selama ini ulama hanya sebagai join partner umara yang dibutuhkan jika memberikan manfaat. Keharmonisan hubungan ulama dan umara akan memperkuat penerapan syariat Islam. Ulama memiliki kedudukan yang tinggi di masyarakat, secara tidak langsung setiap perkataan ulama akan selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya ulama, lembaga yang mengurus dan mengontrol penegakan syariat&lt;br /&gt;juga tidak luput dari kelemahan dan sorotan, lembaga itu lahir seiring lahirnya “izin” penerapan syariat Islam. Kehadiran lembaga tersebut masih menganut teori trial and error. Lembaga itu di antaranya adalah Wilayatul Hisbah (WH) dan juga Mahkamah Syari’ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahkamah Syari’ah (MS) telah lahir jauh sebelum penerapan syariat islam berlaku di Nanggroe Aceh Darussalam ( sejak tahun 1947). Proses pengadilan hukum di MS mengalami banyak polemik yang terkesan berbelit-belit. Jika ada sebuah kasus, maka setelah mendapat laporan kasus disidik oleh polisi, kemudian dituntut oleh jaksa dan pada akhirnya baru disidangkan dan diputuskan MS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya  ada dua hal yang menjadi ketimpangan dalam proses ini. Pertama, secara hirarki MS berada pada urutan terakhir, artinya Mahkamah Syari’ah tidak bisa berbuat banyak jika belum selesai urusan di tingkat sebelumnya, meskipun permasalahan tersebut murni pelanggaran syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, polisi dan jaksa merupakan perangkat hukum umum, bukan bagian dari perangkat hukum syariat Islam. Tentu kedua unsur ini berbeda dengan Mahkamah Syari’ah yang menggunakan hukum syara’ sebagai aturan dalam menjalankan tugasnya. Jadi, tidak heran jika ada kasus pelanggaran syariat yang proses hukumnya berlarut larut bahkan terkesan dipetieskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Wilayatul Hisbah (WH). Tugas WH menimbulkan berbagai persepsi dalam masyarakat, sehingga WH dinilai tidak kompeten dan impoten dalam menjalankan fungsi dan perannya. Menurut Al Yasa’ Abu Bakar, WH sebenarnya adalah perpanjangan tangan dari pemerintah untuk melakukan sosialisasi syariat Islam, WH bukan polisi dan tugasnya bukan untuk merazia.  Di mata masyarakat, tugas WH di lapangan lebih dari itu, WH identik dengan polisi syariat yang bertugas merazia bukan melakukan sosialisasi. Penyimpangan tugas WH ini menimbulkan polemik besar dan aksi aksi protes terhadap WH pun dilancarkan kendati tidak secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu direnungkan, dewasa ini tindakan tegas WH dalam amar makruf dan nahi mungkar sangat diperlukan. Ini karena kesadaran masyarakat untuk melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar telah berkurang. Kelemahan lain adalah belum ada payung hukum yang kuat bagi WH dalam menjalankan tugasnya, tidak hanya sebagai lembaga yang bertugas melakukan sosisalisasi syariat Islam semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan syariat Islam di Aceh saat ini harus mendapat kajian ulang yang mendalam dari semua pihak, sehingga Islam di Aceh tidak terkesan sebagai Islam yang menghalalkan cara-cara kekerasan, tetapi menjadi Islam yang berwibawa, bersahaja dan rahmatan lil’alamin. Ditakutkan konsekuensi di kemudian hari, masyarakat akan takut terhadap pelaksanaan syariat Islam. Namun bukanlah takut akan hukuman Allah, tetapi justru takut mendapat perlakuan yang merendahkan martabat dari manusia itu sendiri. Seharusnya pelaksana atau pemegang kebijakan dapat memberikan penyadaran moral kepada masyarakat melalui penerapan syariat Islam untuk mencapai ridha Allah SWT secara jangka panjang. Bukan hasil pemikiran jangka pendek karena asumsi Aceh sebagai Negeri Serambi Mekah dan kepentingan politik semata. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan keadaan suatu kaum atau masyarakat yang menjaga batasan hukum-hukum Allah (mencegah kemungkaran) adalah ibarat satu rombongan yang naik sebuah kapal. Lalu mereka membagi tempat duduknya masing-masing, ada yang di bagian atas dan sebagian di bagian bawah. Dan bila ada orang yang di bagian bawah akan mengambil air, maka ia harus melewati orang yang duduk di bagian atasnya. Sehingga orang yang di bawah tadi berkata: “Seandainya aku melubangi tempat duduk milikku sendiri (untuk mendapatkan air), tentu aku tidak mengganggu orang lain di atas.” Bila mereka (para penumpang lain) membiarkannya, tentu mereka semua akan binasa.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-1158311791381755721?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/1158311791381755721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/syariat-islam-solusi-atau-polemik_8780.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1158311791381755721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1158311791381755721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/syariat-islam-solusi-atau-polemik_8780.html' title='SYARIAT ISLAM : SOLUSI ATAU POLEMIK ?'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-858658589323898109</id><published>2009-01-15T13:50:00.005+07:00</published><updated>2009-01-21T15:59:41.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;DoctorZone'/><title type='text'>Telat Lagi...</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SW7edmyNvxI/AAAAAAAAAaU/6orTWU7NI4o/s1600-h/doctor.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SW7edmyNvxI/AAAAAAAAAaU/6orTWU7NI4o/s320/doctor.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Finally, aku harus bolos pleno (presentasi tutorial kelas B4 dan B5) karena telat. Yupz, yang menjadi komentator (haiya, udah seperti acara adu bakat saja pake komentator) adalah dr. Krisna W. Sucipto, Sp.PD KEnd. Semestinya aku sudah bisa insaf dan sadar kalau dokter itu in time, bukan lagi on time. Ngga boleh telat semenit pun (kalo sedetik bisa dunk!!!) apalagi ngaret. Ketika beliau memberikan aba-aba, &lt;i&gt;&lt;b&gt;" TUTUP PINTU SEMUANYA!!!"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Jangan harap kamu bisa lolos ke dalam kelas,&lt;i&gt;&lt;b&gt; " Kamu yang keluar, atau saya?" &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;kalimat itulah yang akan keluar dari sang dokter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ini kali pertama aku bolos pelajaran beliau. Syukurnya, kemarin hanya presentasi kembali hasil diskusi kami dan membandingkan dengan kelas tutorial lainnya. Bayangkan saja kalau aku sempat ngga masuk kuliah beliau? Naudzubillah. jangan sampe.. Tobat za...\!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dan yang sangat konyol adalah ketika sorenya (pleno jam 14.00-16.00) yaitu ketika aku harus ke Pema Unsyiah untuk melihat siapa-siapa saja yang masuk 5 besar lomba essay yang diadakan Unsyiah Fair. Dan kelima peserta tersebut harus mempresentasikan essaynya sore itu juga. Dengan santainya aku pergi bersama Putri, teman satu kostku. Acaranya jam 16.30 WIB, dan aku datang jam 17.00 WIB. Alasannya? 1. Hujan. 2. Belum tentu aku masuk lima besar, 3. Labi-labinya jalan sama seperti seafood (siput maksudnya) :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sesampainya di Pema, aku masih berleha-leha dan say hi untuk orang-orang yang kukenali. Baru setelah itu aku mencari tempat acara itu. Nah, kamu tahu apa yang terjadi??? ketika aku masuk, sang MC sedang berkata &lt;i&gt;&lt;b&gt;" Karena Liza Fathiariani tidak hadir, maka kita panggilkan finalis selanjutnya..."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Aku yang merasa namaku disebut bingung sendiri, &lt;i&gt;&lt;b&gt;" Aku masuk final?"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dan spontan dari belakang penonton dan peserta lainnya aku berteriak, &lt;i&gt;&lt;b&gt;" Liza hadir bang! Ini Liza!"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bayangkan saja apa yang terjadi? Yupz, aku menjadi pusat perhatian. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Semua mata tertuju padaku. Bak seorang pahlawan yang tiba-tiba datang dan menghunus pedang ke leher musuh. I'm coming... kataku pada mereka yang mengharapkan kedatanganku&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. (Tapi itu hanya halusinasiku)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Wakakakakakakaka...Hahahhahahahha" &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;semua mata memang tertuju kepadaku, tapi mereka menertawai aksiku. Tapi, aku tidak jadi dieliminasi. Alhamdulillah. Walhasil, aku dengan groginya maju ke depan. Dan dengan harus dan "terpaksa" harus mempresentasikan essayku. Yeah, syukurnya aku telah mempersiapkan sekadarnya untuk presentasi. Walaupun slidenya agak buram dan tidak begitu kelihatan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-858658589323898109?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/858658589323898109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/telat-lagi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/858658589323898109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/858658589323898109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/telat-lagi.html' title='Telat Lagi...'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SW7edmyNvxI/AAAAAAAAAaU/6orTWU7NI4o/s72-c/doctor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-2448017696970830587</id><published>2009-01-15T12:26:00.001+07:00</published><updated>2009-01-21T15:59:54.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><title type='text'>AKU NGEFANS SAMA KAMU</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SW7Nfp6fIbI/AAAAAAAAAaM/cgXDz5ybNDg/s1600-h/keren.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SW7Nfp6fIbI/AAAAAAAAAaM/cgXDz5ybNDg/s320/keren.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ayoo! Apakah kamu termasuk dalam daftar orang-orang yang kukagumi? Silakan di check di bawah ini ya..&lt;br /&gt;1. Rasullullah Saw, tentunya yang karena jasa beliau yang tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata membuatku tak henti-hentinya memuji beliau. &lt;br /&gt;2. Mamaku. Aku sangat mengagumi semangat yang selalu membara mama. Membuatku tak pernah putus asa, dan selalu ingin menjadi yang terbaik untuknya dan tak ingin mengecewakannya&lt;br /&gt;3. Bapakku. Semangat yang ditularkannya untukku sampai sekarang masih membekas di diri ini. Membuatku tak lagi cengeng dalam menghadapi masalah dan menjadikan hidupku lebih hidup&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Pak Anwar Affan, guru bahasa Indonesiaku ketika SMA. Semangatnya yang sangat tinggi untuk mengajari kami walaupun penyakit yang menggerogoti jiwanya semakin parah membuatnya pantas untuk kukagumi. Bahkan, aku urung untuk bolos sekolah kalau beliau yang ngajar.&lt;br /&gt;5. dr. Kurnia F.Jamil. cerita-ceritanya tentang dunia kedokteran dan perjuangan hidupnya sampai menjadi seoarang dokter membuatku semakin yakin dengan keputusanku untuk menjadi seorang dokter.&lt;br /&gt;6. Patch Adam, bukunya inspiratif banget untuk calon dokter sepertiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini adalah segelintir orang-orang yang kukagumi. Pada intinya, aku akan dengan mudah mengagumi orang yang memiliki semangat tinggi dalam menjalani hidup ini. Pantang menyerah, tetap berusaha bangkit walaupun telah sering terjatuh. Mungkinkah kamu masuk dalam deretan orang yang aku kagumi?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-2448017696970830587?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/2448017696970830587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/aku-ngefans-sama-kamu.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2448017696970830587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2448017696970830587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/aku-ngefans-sama-kamu.html' title='AKU NGEFANS SAMA KAMU'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SW7Nfp6fIbI/AAAAAAAAAaM/cgXDz5ybNDg/s72-c/keren.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-3323936700060847724</id><published>2009-01-10T15:07:00.002+07:00</published><updated>2009-02-04T14:08:43.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;DoctorZone'/><title type='text'>Dokter Atau Badut???</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SWhZr6FQd0I/AAAAAAAAAZc/SISm0RzCKnk/s1600-h/dokter1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SWhZr6FQd0I/AAAAAAAAAZc/SISm0RzCKnk/s320/dokter1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Siang itu saya merasa kesal sendiri dengan pernyataan dosenku, “ Kita harus memanage waktu seefektif mungkin. Ketika cluenya sudah dapat, segera alihkan pembicaraan dengan pasien. Ingat, selain dia masih banyak pasien lain yang sedang antri di belakang.”jelasnya ketika memberikan instroduksi anamnesis psikiatrik kepada kami. Memang tidak ada yang salah dengan kata-katanya. Kalau kita hanya terfokus pada satu pasien, maka kita telah mengabaikan pasien yang lain. Jadi kesimpulannya adalah bagaimana caranya kita harus bisa meresepkan obat kepada semua pasien. That’s all. Lantas dimanakah hubungan terapeutik antara dokter dan pasien disini? Kalau sang dokter hanyalah penulis resep, bukan rekan, mitra, ataupun orang yang dianggap mampu memberikan solusi yang mantap?&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SWha8DQ4UUI/AAAAAAAAAZs/e0imstMKtlw/s1600-h/badut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dalam praktik kedokteran, menyembuhkan merupakan interaksi anatara manusia yang harus penuh dengan kasih sayang, dan bukan transaksi bisnis. Ketika seorang dokter atau perawat mengulurkan tangan mereka kepada pasien yang mengeluhkan rasa sakit atau kerapuhan mereka, maka ini bisa mnejadi dasar sebuah ikatan sejati, bahkan persahabatan. Tapi dalam kenyataannya, sedikit sekali dokter atau pasien yang merasakan kedekatan ini. Saya merasa yakin bahwa dengan hilangnya hubungan ini telah memicu banyaknya kritik terhadap dunia kedokteran, klaim malpraktek, dan menimbulkan ketidakleluasaan paramedic untuk memberikan pelayanan kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Sekarang dapat kita lihat betapa ilmu kedokteran telah berpindah dari tataran komunitas ke tataran perusahaan sehingga menjadi industri nomer wahid hampir di setiap negara. Padahal kita tahu bahwa perawatan kesehatan itu tidak bisa dijadikan sebuah industri.  Bagaimana suami-istri, keluarga, kelompok, komunitas, negara, atau dunia bisa kuat kalau kesehatan atau kesejahteraan mereka bukan sebuah prioritas? Yang terjadi saat ini lebih menitikberatkan pada bisnis ketimbang pelayanan sehingga menyebabkan banyak kesulitan, biaya pengobatan yang tinggi, ataupun tuntutan malpraktik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, baik itu dokter atau pasien memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat melalui saat-saat terburuk dalam hidup jika kita bersikap sebagai teman dekat dan saling menghormati. Hidup itu lebih besar dari penyakit, diagnosis, pengobatan atau mekanisme penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berubah Menjadi Badut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SWha8DQ4UUI/AAAAAAAAAZs/e0imstMKtlw/s1600/badut.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SWha8DQ4UUI/AAAAAAAAAZs/e0imstMKtlw/s320/badut.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Inilah yang dilakukan Patch Adams, seorang revolusioner sosial, DOKTER, badut, dan pria dengan segudang prestasi. Patch adalah pendiri Gesundheit! Institute, klinik pengobatan gratis di West Virginia ang telah merawat lebih dari 15.000 pasien. Patch melakukan pendekatan hubungan personal kepada pasien untuk membantu mereka sembuh, bukan semata pendekatan klinis yang diterapkan rumah sakit pada umumnya. Dia sering kali memakai hidung badut berwarna merah untuk menghibur anak-anak kecil yang sakit ataupun mengajak mereka yang gelisah berjalan-jalan menuruni perbukitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh perbuatan yang sangat mulia. Pertanyaannya, adakah klinik pengobatan gratis di tempat kita? yang tenaga medisnya dengan tulus melayani pasiennya 24 jam seperti di Gesundheit Institute? Seorang dokter yang berubah menjadi badut dan melakukan berbagai atraksi yang dilakukan badut umumnya agar pasiennya tersenyum dan tidak ketakutan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, setelah membaca kisah inspiratifnya Patch Adams, seorang dokter eksentrik yang menyembuhkan dengan humor dan kebahagiaan. Aku seperti ingin menyelami dunia yang dilakukan Patch. Memang, aku tidak mungkin menjadi badut, tapi aku bisa menjadi apapun itu yang pada akhirnya dapat membuat pasienku merasakan kalau aku adalah sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-3323936700060847724?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/3323936700060847724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/dokter-atau-badut.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3323936700060847724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3323936700060847724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/dokter-atau-badut.html' title='Dokter Atau Badut???'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SWhZr6FQd0I/AAAAAAAAAZc/SISm0RzCKnk/s72-c/dokter1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-636579546562752474</id><published>2009-01-01T13:57:00.000+07:00</published><updated>2009-01-08T13:52:12.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan Kerja'/><title type='text'>LOWONGAN KERJA</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACEHEC%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:EN-GB;}a:link, span.MsoHyperlink	{color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{color:purple;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-gutter-margin:7.2pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:547500110;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-976204904 67698703 1620881614 -1929719962 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:36.0pt;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;}@list l0:level2	{mso-level-number-format:roman-lower;	mso-level-tab-stop:99.0pt;	mso-level-number-position:left;	margin-left:99.0pt;	text-indent:-45.0pt;	mso-ascii-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@list l0:level3	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:117.0pt;	mso-level-number-position:left;	margin-left:117.0pt;	text-indent:-18.0pt;}@list l1	{mso-list-id:611713908;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:694825334 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l1:level1	{mso-level-tab-stop:36.0pt;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;}@list l2	{mso-list-id:1473253152;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-685744798 366656818 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l2:level1	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:57.0pt;	mso-level-number-position:left;	margin-left:57.0pt;	text-indent:-18.0pt;}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aceh Economic Review, sebuah majalah ekonomi yang bernaung di bawah Biro Ekonomi Setda Nanggroe Aceh Darussalam, membutuhkan &amp;nbsp;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Freelance Reporter,.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Bertugas meliput berita-berita seputar ekonomi daerah yang mencakup :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 84pt; text-indent: -45pt;"&gt;i.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Wilayah Timur, meliputi : Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Langsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 84pt; text-indent: -45pt;"&gt;ii.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Wilayah Barat, meliputi : Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Subussalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 84pt; text-indent: -45pt;"&gt;iii.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Wilyah Tengah, meliputi : Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 84pt; text-indent: -45pt;"&gt;iv.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sabang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt;"&gt;Syarat - syarat:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Memiliki pengalaman di bidang jurnalistik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bertugas meliput berita dari wilayah yang telah ditetapkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Isi berita mencakup kondisi perekonomian NAD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-indent: -18pt;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mengirimkan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lamaran melalui email ke redaksi@aernews.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pakar Ekonomi (peneliti, pengamat, akademisi)      untuk mengisi Kolom Pakar pada majalah Aceh Economic Review.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Redaksi juga menerima tulisan opini dari      pembaca Aceh Economic Review, yang membahas tentang masalah ekonomi, atau      masalah umum lainnya yang ditinjau dari perspektif ekonomi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Syarat penulisan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Penulis dilengkapi dengan identitas yang jelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Penulis berasal dapat dari pakar ekonomi atau pelaku ekonomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tidak ada batasan tulisan, sepanjang memuat poin yang diangkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-indent: -18pt;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Boleh yang telah dimuat di media lain dengan catatan : tulisan harus dikirim oleh penulisnya sendiri dan mendapat izin/sepengetahuan penerbitan sebelumnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;Redaksi Majalah Aceh Economic Review&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Alamat Redaksi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi      NAD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Jl. T. Nyak Arief No. 219 Banda Aceh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kantor AITD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Jl. Tgk. Chik Di Pineung Raya No. 64&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Gp. Pineung, Banda Aceh 23116&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Contact :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Email : &lt;a href="mailto:redaksi@aernews.com"&gt;redaksi@aernews.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Website : &lt;a href="http://www.aceh-economic-review.com/"&gt;www.aceh-economic-review.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Telp : 0651-7552586&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-636579546562752474?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/636579546562752474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/lowongan-kerja.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/636579546562752474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/636579546562752474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/lowongan-kerja.html' title='LOWONGAN KERJA'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-1181797922304562746</id><published>2008-12-31T16:55:00.000+07:00</published><updated>2009-01-08T14:10:36.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><title type='text'>Postingan Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVtEgA_HU3I/AAAAAAAAAYc/E2gT4cucWeg/s1600-h/palestina1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVtEgA_HU3I/AAAAAAAAAYc/E2gT4cucWeg/s320/palestina1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebenarnya aku tak tahu apa yang hendak kuucapkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;lidah tetap saja kelu tuk berujar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;glotis tak mau kompromi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;tapi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;jemari tetap ingin melompat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;mengelilingi deretan huruf yang tersusun rapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;mengomentari akhir tahun ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;akhir yang tidak happy ending, kata jemari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;dengan bantuan ulnaris dan radialis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;ia tetap saja bergeming&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;mengajak mata untuk terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;menatap senja sampai eksofthalmus pada penyakit Grave&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mengintari alam yang selalu ingin bersahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Melihat dunia yang selalu diporak-porandkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Menangisi Palestina yang tak henti-hentinya berdarah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hemofilikah? tanya serebrum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bukan! Tapi luka yang tak pernah sembuh disayat kembali, jawab mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;sedih, mata menangis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVtEgA_HU3I/AAAAAAAAAYc/E2gT4cucWeg/s1600-h/palestina1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;hati perih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;jiwa merintih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;melihat jiwa yang tak berdosa menjerit pilu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;melihat jiwa yang tak berdosa mengemis sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;melihat jiwa yang tak berdosa mengharap kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;mengapa semua harus berakhir seperti ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;selalu seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore, penghujung tahun 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-1181797922304562746?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/1181797922304562746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/postingan-akhir-tahun.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1181797922304562746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1181797922304562746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/postingan-akhir-tahun.html' title='Postingan Akhir Tahun'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVtEgA_HU3I/AAAAAAAAAYc/E2gT4cucWeg/s72-c/palestina1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-2598105403565208031</id><published>2008-12-30T13:38:00.004+07:00</published><updated>2009-01-08T13:54:33.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tangse'/><title type='text'>Weekend di Tangse,..Seruuu Abiiizzzz</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVntA6DnpeI/AAAAAAAAAX8/4jnIUTTHBEs/s1600-h/29122008335.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVntA6DnpeI/AAAAAAAAAX8/4jnIUTTHBEs/s320/29122008335.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Detikan jam seolah tak kunjung beranjak, berlari, menghabiskan sisa-sisa waktu tutorial yang hanya tinggal beberapa menit lagi. Pagi itu, aku sudah memutuskan untuk bolos kuliah umum dengan dr.Krisna karena keinginanku untuk segera menginjakkan kaki di tanah kelahiran sudah pada taraf yang tidak bisa ditoleril lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Kita ngga jadi kuliah dengan dr. Krisna," ucap Syah, komting kelasku tiba-tiba membuyarkan fokusku terhadap diskusi tentang hipertiroidisme. Syah yang juga temanku ketika SMP, SMA dan kuliah itu langsung berlalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hatiku bersorak riang. Itu artinya, aku tidak akan melakukan perbuatan dosa dengan tidak hadir kuliah. Aku pun segera beranjak pulang setelah dr.Syahrul, yang menjadi tutorku hari itu keluar dari kelas. Di depan pintu gerbang, aku menunggu Mimi teman sekampusku yang juga berasal dari Sigli untuk pulang bersama. "Za, lon kalueh woe uroe Rabu.Tapi, bah lon intat droe u terminal." jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;It's okay. No problem. Yang penting aku pulang kampung. terlepas sendiri atau berdua. Pokoknya pulang. niatku sudah bulat. Sebenarnya aku bisa saja pulang ke Tangse bersama abang sepupuku dan keluarganya. Jam 3 nanti dia juga akan berangkat. but, aku harus menunggu enam jam lagi dan itu artinya kalau aku pulang, aku sudah bisa istirahat di rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Aku pulang....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dari rantau...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bertahun-tahun di negeri orang oh Kuta Raja...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVns1_QmSvI/AAAAAAAAAXk/qmnOddOxJZ4/s1600-h/10122008163.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVns1_QmSvI/AAAAAAAAAXk/qmnOddOxJZ4/s320/10122008163.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;terlalu mengimprovisasi (hehehehe). padahal awal Desember waktu Idul Adha aku juga pulang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jam 3, bus yang kutumpangi sampai ke pegunungan Tangse.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Tangse benar-benar eksotik dengan pemandangan alamnya," kata seorang teman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Thats right. sayup-sayup angin pegunungan langsung saja menyambutku. Hawa dingin segera merasuk. Perbedaan cuacanya sangat terasa dibandingkan dengan Banda Aceh atau pun Sigli. &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Di rumah cecek enak. Banyak AC. Di mana-mana ada AC." ucap Vina, keponakanku dengan polosnya. Di rumahnya ia hanya punya dua AC, begitu jelasnya.Dinginnya udara di Tangse menurutnya itu bagaikan&amp;nbsp;&lt;i&gt; air conditioner.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ketika azan Ashar berkumandang, aku tiba di rumah. Tak ada orang di sana. Mamaku ke Blang Jeurat, tempat Nyak wa karena ada acara &lt;i&gt;kenduri thon&lt;/i&gt;. Setelah shalat magrib, aku juga pergi ke sana. Jarak Pulo Masjid- Blang Jeurat sebenarnya hanya 2 km dan sering kutempuh dengan berjalan kaki. Tapi, kalau malam hari sangat tidak mungkin itu dilakukan. Pertama, hamparan sawah yang begitu luas akan mengiringi perjalanan malamku. Kedua, tak ada perumahan penduduk di sepanjang jalan. Ketiga, sangat banyak cerita mistis yang membuatku enggan untuk berpergian malam hari sendiri dan berjalan kaki. Akhirnya, aku memilih pergi dengan Cek Wod, tetanggaku yang juga tukang ojek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVnsxl9gwNI/AAAAAAAAAXc/_fkIQlufldQ/s1600-h/09122008124.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVnsxl9gwNI/AAAAAAAAAXc/_fkIQlufldQ/s320/09122008124.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Pesta Kereuling dan Durian&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Selain kenduri, ternyata di rumah Nyak wa juga ada pesta Keureuling. "Kaleuh bu?" tanya Nyak wa, saudara mamaku satu-satunya itu ketika aku menuju ke dapur. langsung saja aku menjawab "BELUM". Aroma kuah &lt;i&gt;asam keueung ungkot keureuling&lt;/i&gt; itu sudah menyatu dengan rasa lapar yang sedari tadi telah menggerogoti jiwa. "Pasti sangat lezat. Apalagi itu dimasak oleh mamaku." batinku dan langsung menyambar piring di rak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ternyata ikan kereuling yang dimasak asam pedas itu untuk menyambut abang sepupuku dan juga beberapa orang temannya yang datang bersama keluarga mereka. Selain itu, &lt;i&gt;apa &lt;/i&gt;Dullah, tetangga Nyak Wa, yang telah lama bekerja dengan wanita paruh baya itu telah membakar &lt;i&gt;leumang&lt;/i&gt; untuk disantap dengan durian. sedaapppp.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Aku berpikir kalau sangat tidak sia-sia kepulanganku kali ini. Karena memang setiap kepulanganku ada banyak hal yang bisa kuceritakan. Dan ini sangat fantastik menurutku. Bener ngga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jam 9 malam, rombongan sepupuku baru tiba. Kebanyangkan kalau aku pulang bersama mereka? Mereka yang sudah dari tadi menahan lapar akibat demonstrasi para cacing di dalam perut dan gerakan peristaltik usus yang semakin meningkat langsung menyerbu hidangan. Ludes semuanya. Termasuk pepesan telur ikan kereuling yang dibuat Nyak Wa dan asam pedas buatan mama. Setelah makan, ya tau sendiri jawabannya apa? Kecapean, lapar, makan dan mengantuk kemudian tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVntFXVbFAI/AAAAAAAAAYM/uoYvz156Zbw/s1600-h/dur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVntFXVbFAI/AAAAAAAAAYM/uoYvz156Zbw/s320/dur.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Aku sendiri sibuk di belakang bersama dengan &lt;i&gt;apa&lt;/i&gt; Dullah dan Cek Wod. Aku melihat mereka sedang seru-serunya membelah puluhan durian yang di beli oleh sepupuku dalam perjalanan pulang. Sesekali (berkali-kali, hehe) aku mencicipi durian-durian tersebut sampai aku merasa mual sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Hunting Pakis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pakis yang tumbuh di daerah pegunungan rasanya sangat berbeda dengan yang ada di dataran rendah. Ini kuakui dengan sangat. Tau kenapa? Karena aku &lt;i&gt;mania&lt;/i&gt; tumisan pakis. Jadi aku bisa membedakan mana yang lezat dan nggak, selain dari pengolahannya tentu. Dan itu juga diakui oleh para istri yang ikut bersama rombongan sepupuku itu. Mamaku menyediakan tumis pakis sebagai hidangan siang, dan langsung mereka menanyakan bumbu-bumbu untuk memasaknya apa saja kepadaku yang kebetulan menjadi penggiling bumbu. "Tidak banyak, cuma &lt;i&gt;asam sunti&lt;/i&gt;, cabe rawit, dan bawang merah." jawabku seperti koki saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Selain itu, mama juga menumis pete. wah, ternyata teman-teman sepupuku itu pecandu pate. hiiii, aku ngga benci sih. Apa sih yang ngga aku sukai? Aku kan pemakan segala (omnivora), kata temanku. Dengan syarat harus halal dunk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVns8BWtkCI/AAAAAAAAAX0/tH2LICx1YvU/s1600-h/29122008333.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVns8BWtkCI/AAAAAAAAAX0/tH2LICx1YvU/s320/29122008333.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Siangnya, semua teman-teman abangku pulang. Sedangka ia dan keluarganya serta satu orang temannya, Bu Bet, menyusul mereka di sora hari. Nah, rombongan yang telah duluan pulang itu menitipkan sekarung pakis untuk dibawa pulang ke Banda Aceh. Alamakkk. Dan langsung saja, sepupuku itu membawa kami semua untuk &lt;i&gt;hunting&lt;/i&gt; pakis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVns5jPgr7I/AAAAAAAAAXs/94f6lPd980Q/s1600-h/13122008214.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVns5jPgr7I/AAAAAAAAAXs/94f6lPd980Q/s320/13122008214.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Awalnya kami memilih Blang Pandak, sebuah desa yang terletak tepat di kaki gunung Halimun, sebagai tujuan untuk mencari pakis. Namun, perjalanannya terpaksa dihentikan karena jalanan yang sangat rusak dan masih dalam perbaikan. Bisa-bisa mobil sepupuku kandas di tengah jalan. Akhirnya kami memutuskan untuk mencarinya di pinggir sungai Lhok Meusae, sebuah dusun di Krueng Meriam, yang terletak berhadapan dengan gunung Singgah Mata dan jalan menuju Geumpang-Meulaboh. Pakis yang kami dapatkan lumayan banyak, walau tak sebanyak yang kupikirkan sebelumnya. Setelah itu kami pun pulang. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-2598105403565208031?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/2598105403565208031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/weekend-di-tangseseruuu-abiii.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2598105403565208031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2598105403565208031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/weekend-di-tangseseruuu-abiii.html' title='Weekend di Tangse,..Seruuu Abiiizzzz'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVntA6DnpeI/AAAAAAAAAX8/4jnIUTTHBEs/s72-c/29122008335.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-8115390518485376806</id><published>2008-12-26T15:19:00.002+07:00</published><updated>2009-01-08T13:57:58.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><title type='text'>A Bread From Daddy</title><content type='html'>&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dulu,..di zaman entah berantah (habis lupa kapan),..hiduplah seoarng ayah bersama empat anaknya. mereka semua laki-laki. keluarga ini merupakan keluarga yang taat beribadah,.(agamis gitu)…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada suatu hari, sang ayah ingin menguji sang anak tentang kekuasaan Allah.. Dia memberikan sepotong roti untuk masing-masing buah hatinya. kemudian ia berkata ,&lt;i&gt;&lt;b&gt;" wahai anak-anakku, makanlah roti ini di tempat yang tidak ada sebuah zat pun yang mengetahui keberadaanmu".&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak-anak itu langsung mengambil langkah seribu mencari tempat-tempat yang mereka anggap tidak terdeteksi. Si sulung berlari ke semak-semak di belakang rumahnya. Ia sangat yakin dengan bersembunyi disitu, takkan ada yang mengetahuinya. Jelas, selama ini ia selalu bersembunyi di tempat itu kalo sedang bermain petak umpet dan tak ada yang bisa menemukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVSUIjpg4jI/AAAAAAAAAXU/8qP3kr3goQ0/s1600-h/RAJ52BH.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVSUIjpg4jI/AAAAAAAAAXU/8qP3kr3goQ0/s320/RAJ52BH.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak yang nomor dua bergegas lari ke kamarnya. Ia mengunci pintu dan jendela serta mematikan lampu. Tempat itu sangat gelap. tak ada secercah sinar pun yang meneranginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan yang nomor tiga,&amp;nbsp; ia berpikir panjang sebelum bersembunyi. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk bersembunyi di sebuah gua yang gelap gulita tak jauh dari tempat tinggalnya. Gua itu sangat sunyi dan gelap. Ia yakin takkan ada yang melihatnya karena tak ada seorang pun yang berani ke gua yang terkenal angker itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah, yang bungsu…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ternyata ia tidak beranjak dari tempatnya sedikit pun. Sang ayah keheranan. Si bungsu melahap roti itu dengan semangat, tak peduli sedikit pun dengan ayahnya,…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selang beberapa jam kemuadian, sang ayah mengumpulkan kembali anak-anaknya,..ia bertanya kepada mereka satu persatu,..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak pertama,kedua, dan ketiga sangat bangga karena mereka bisa bersembunyi di tempat yang tidak terdeteksi oleh apapun,…Namun, ayahnya tidak merespon sama sekali,..ketika ayah bertanya kepada si bungsu &lt;b&gt;&lt;i&gt;" mengapa engkau tidak bersembunyi seperti kakak2mu?"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Si bungsu dengan lantang menjawab&lt;i&gt;&lt;b&gt;," wahai ayah, dimanapun aku bersembunyi,..ada Zat yang Maha Melihat dan Mengetahui di mana aku berada..Allah tahu dimana aku berada walaupun aku bersembunyi di lubang semut sekali pun. Jadi untuk apa aku beranjak dari tempatku"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendengar jawaban si bungsu, sang ayah sangat bangga. ternyata apa yang diajarinya selama ini tidak sia2. sang ayah meminta ke tiga anaknya yang lain untuk meniru apa yang dilakukan si bungsu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ingatlah, walau dimanapun kita bersembunyi, berbohong, dan melakukan setiap perbuatan keji yang menurut kita tidak ada yang mengetahui. yakinlah Allah Maha mengetahui dan Maha melihat apa yang kita kerjakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-8115390518485376806?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/8115390518485376806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/bread-from-daddy.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8115390518485376806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/8115390518485376806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/bread-from-daddy.html' title='A Bread From Daddy'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVSUIjpg4jI/AAAAAAAAAXU/8qP3kr3goQ0/s72-c/RAJ52BH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-1794219299036724673</id><published>2008-12-23T17:09:00.000+07:00</published><updated>2009-01-08T13:58:35.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya sebuah ungkapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>Mengpa Harus ngeBLOG???</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAITDPI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="State" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Verdana;	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:EN-GB;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-gutter-margin:7.2pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:1174415936;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:643468822 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:36.0pt;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;	text-decoration:none;	text-underline:none;}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVC6MFbojbI/AAAAAAAAAWw/4CPP0dTYvSU/s1600-h/blog.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVC6MFbojbI/AAAAAAAAAWw/4CPP0dTYvSU/s320/blog.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri untuk membuat blog dan menjadi blogger. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang ingin menyimpan dokumen-dokumen penting, sebagai tempat berbagi ilmu, sharing, atau bahkan menjadi tempat curhat, de el el. Yang jelas, untuk menjadi blogger iya HARUS menulis, terlepas isi tulisannya bagus atau tidak, bermanfaat atau malah merugikan orang lain, tidak peduli kaidah penulisannya sesuai dengan EYD ataupun tidak. Selain itu, ada juga yang hanya sekedar copy paste dari tempat lain. Whatever!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Nah, kalau aku? Apa alasanku ngeBLOG? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Karena aku suka &lt;u&gt;MENULIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti kata &lt;span lang="EN-GB" style="color: #333333; font-family: Verdana;"&gt;Bud Gardner :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ketika Kamu Bicara, kata-katamu hanya bergaung ke seberang ruangan atau di sepanjang koridor. Tapi ketika kamu menulis, kata-katamu bergaung sepanjang Jaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;Jauh sebelum mengenal blog, aku telah menjadi penulis. Menulis catatan sekolah, catatan belanjaan, hu hu… dan lain-lain. Banyak &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Selain itu aku juga sering menulis essay, cerpen, opini, bahkan buku diary. Karena teknologi yang semakin maju, pada tahun 2006 aku pun mulai ngeblog. Aku menuliskan apa yang ingin kutulis, apa saja termasuk curahan hatiku. Tapi, aku tidak serta merta mencurahkan hal-hal yang menurutku tidak pantas kuceritakan kepada orang lain. Cukuplah Allah yang tahu apakah itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;Kenapa aku menulis? Jawabannya seperti kata si Bud itu. Dan juga saidina Ali Ra pernah berkata bahwa goresan pena seorang cendikia lebih berharga dari tetesan darah para syuhada. Hal ini menunjukkan betapa berharganya sebuah tulisan. Mungkin aku belum bisa berjihad dengan menggunakan pedang, tetapi aku bisa melakukannya dengan jari-jemariku yang menekan setiap keyboard computer atau menggoreskan tinta di atas selembar kertas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: #333333;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-weight: normal;"&gt;Aku ingin      berbagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;Aku ingin berbagi hal-hal unik yang kualami, pengalaman baru, dan ilmu yang baru kuperoleh dengan teman-teman yang mengunjungi blog ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: #333333;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-weight: normal;"&gt;Dan      lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;Bagaimana dengan kamu? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: #333333; font-size: 14pt;"&gt;Kenapa kamu ngeblog&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-1794219299036724673?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/1794219299036724673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/mengpa-harus-ngeblog.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1794219299036724673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/1794219299036724673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/mengpa-harus-ngeblog.html' title='Mengpa Harus ngeBLOG???'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SVC6MFbojbI/AAAAAAAAAWw/4CPP0dTYvSU/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-3412403730444319844</id><published>2008-12-21T15:47:00.004+07:00</published><updated>2009-02-04T14:08:43.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><title type='text'>HUJAN, HUTAN, DAN BENCANA ALAM</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dulu ketika masih duduk dibangku sekolah dasar, guru saya sering bercerita tentang sebuah negeri yang kaya raya. Tidak ada tumbuhan yang tidak bisa tumbuh, beraneka jenis binatang sangat betah hidup di negeri itu. Seluruh permukaan negeri itu hijau karena ditutupi hutan atau tanah pertanian. Tanahnya sangat subur dan bisa menghasilkan rezeki yang tidak terhitung. Negeri itu merupakan hasil dari perkawinan dua sirkum besar, mediterania dan pasifik dan orang-orang sering menyebutnya sebagai zamrud khatulistiwa. Permadani hijau dunia yang penuh dengan kedamaian, kaya dan sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SU4FboFF02I/AAAAAAAAAWo/FcsHRglltNs/s1600-h/hutan+lindung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SU4FboFF02I/AAAAAAAAAWo/FcsHRglltNs/s320/hutan+lindung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Negeri itu adalah tanah airku &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Namun, itu hanyalah cerita masa lalu. Tak ada lagi zamrud khatulistiwa. Permadani hijau telah tak lagi utuh. Hutan telah menjadi malaikat maut ketika musim hujan dan kemarau tiba. Ya, malaikat maut yang mencabut nyawa siapa saja dengan longsor dan banjirnya. Tanah subur area pertanian hanya beberapa petak saja yang bersisa, selebihnya menjadi gersang akibat hutan yang tidak mampu mencukupi kebutuhan air di musim panceklik. Beginilah nasib negeri ini sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengapa ini terjadi di zamrudku? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sangat banyak jawaban yang mungkin timbul dari benak kita semua. Lihat saja, hutan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;dieksploitasi secara besar-besaran oleh negara untuk dijadikan sebagai penopang pembangunan ekonomi nasional. Berbagai upaya dilakukan untuk memanfaatkan hutan semaksimal mungkin untuk meraih keuntungan ekonomis. Secara konseptual pemanfaatan hutan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dilakukan sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan tidak terdapat keseimbangan antara pemanfaatan dan upaya pelestarian. Setiap tahun hutan mengalami degradasi yang cukup tajam baik dari segi kuantitas maupun kualitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penebangan yang terus-menerus (legal dan ilegal) berdampak terhadap hilangnya sumber air, yang didasari prinsip siklus resapan air, di mana sistem perakaran dari pe&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;pohonan yang ada di hutan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; tidak lagi berfungsi sebagai resapan air hujan. Dengan demikian, air tidak mampu diserap oleh tanah dan aliran air permukaan hanya berfungsi untuk mencuci hara yang ada di lapisan tanah bagian atas. Akibatnya, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;bencana longsor dan banjir &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;setiap tahun dir&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;asakan oleh berbagai daerah di negeri ini&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: black; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SU4D1J8cqFI/AAAAAAAAAWg/AcQpRe7T5pI/s1600-h/hutannn.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SU4D1J8cqFI/AAAAAAAAAWg/AcQpRe7T5pI/s1600-h/hutannn.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SU4D1J8cqFI/AAAAAAAAAWg/AcQpRe7T5pI/s320/hutannn.jpg" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penebangan liar dan perambahan hutan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; di Indonesia menyebabkan Negara ini kehilangan lebih dari 72 persen hutan alaminya, 40 persen dari angka tersebut telah hilang sama sekali. Jika dianalogikan, &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; telah menghancurkan sekitar 51 kilometer persegi hutan setiap harinya, setara dengan 300 kali luas lapangan bola setiap jamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dari berbagai keterangan, kondisi yang amat memprihatinkan ini bisa terjadi karena berbagai hal. Di antaranya ada keterlibatan oknum-oknum instansi kehutanan, aparat keamanan, bahkan oknum-oknum lembaga legislatif di samping masyarakat itu sendiri. Euforia reformasi juga ikut mendorong makin maraknya aksi-aksi penebangan liar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebagian masyarakat yang sama sekali tidak mengerti dan memahami fungsi hutan menganggap hutan boleh dirambah dan diambil kayunya karena anugerah Tuhan. Akan tetapi, aksi-aksi perambahan yang dilakukan masyarakat bukan semata karena ketidaktahuan akan pentingnya fungsi hutan. Cukong-cukong kayu atau pengusaha nakal yang menyalahgunakan&amp;nbsp; hak pengusahaan hutan (HPH) diduga berdiri di belakang aksi masyarakat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Perlu kita sadari bahwa kerusakan hutan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;merupakan bagian dari kerusakan &amp;nbsp;republik ini. Sektor kehutanan menghadapi masalah yang sangat kompleks akibat tekanan luar biasa, terutama di era reformasi ini. Lemahnya upaya penegakan hukum, praktik &lt;i&gt;illegal logging&lt;/i&gt; yang merajalela, kebakaran hutan dan lahan, klaim atas kawasan hutan, penyelundupan kayu, aktivitas pertambangan, perambahan dan konversi kawasan hutan ke areal penggunaan lain serta &lt;i&gt;review&lt;/i&gt; rencana tata ruang yang tidak memenuhi kaidah yang berlaku merupakan penyebab dari semakin terdegradasinya kawasan hutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketika banjir bandang datang, bangsa ini hanya bisa menyatakan prihatin, sedih, kasihan, lalu menyatakan belasungkawa. Merunut pada serangkaian bencana alam sebelumnya, pihak-pihak berkompeten di republik ini nyaris tidak berbuat apa pun untuk mencegah agar peristiwa semacam itu tidak terulang. Musibah alam selalu dianggap takdir dari Tuhan. Kalaupun dilakukan analisis, hasilnya mudah ditebak, curah hujan sangat tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Munculnya bencana alam yang mengerikan di masa datang akibat rusaknya hutan lindung tak dipedulikan. Kerugian pemerintah akibat perusakan hutan lindung itu amat besar, jauh lebih besar ketimbang yang diraih dari “pajak dan bagi hasil” dari perusahaan-perusahaan tambang tersebut. Jika hal terakhir ini menjadi pertimbangan, niscaya pemerintah akan berpikir seribu kali untuk meloloskan perizinan tersebut. Kita tahu, pada 2006, 2007, dan 2008,kawasan-kawasan yang hutan lindungnya dirusak perusahaan tambang itu dilanda banjir dan longsor yang amat hebat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kerugiannya mencapai triliunan rupiah, belum termasuk korban jiwa. Iming-iming ekonomi sesaat untuk merusak keberadaan hutan lindung adalah masalah klasik yang selalu terulang. &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; perbedaan kepentingan antara anggota kabinet yang membidangi perekonomian dan lingkungan, sebagaimana halnya perbedaan klasik antara pendekatan ekonomi dan pendekatan lingkungan terhadap suatu objek. Dalam pertarungan kepentingan tersebut, ternyata pendekatan lingkungan terkalahkan oleh pendekatan ekonomi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Selain itu, kita bisa melihat masalah serius perusakan kawasan-kawasan keruk di &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang selama ini hutan lindungnya dijadikan area pertamban.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Konflik sosial bahkan peningkatan angka kemiskinan. Warga kehilangan lahan, hingga mengalami gangguan kesehatan akibat lingkungan yang tercemar. Dan kini, mereka harus berhadapan dengan musim yang tidak menentu, baik untuk menanam padi di sawah atau pun menangkap ikan di laut. Warga-warga korban sekitar pertambangan inilah, yang akan menjadi salah satu korban paling rentan dampak perubahan iklim. Seperti warga korban pembangunan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;dimuat di Harian Aceh, www.harian-aceh.com&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-3412403730444319844?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/3412403730444319844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/hujan-hutan-dan-bencana-alam.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3412403730444319844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/3412403730444319844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/hujan-hutan-dan-bencana-alam.html' title='HUJAN, HUTAN, DAN BENCANA ALAM'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SU4FboFF02I/AAAAAAAAAWo/FcsHRglltNs/s72-c/hutan+lindung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-4325792998321290043</id><published>2008-12-19T13:12:00.001+07:00</published><updated>2009-01-08T13:59:56.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;DoctorZone'/><title type='text'>MENYINGKAP RAHASIA SAINS TAHAJUD</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUs7c12zMNI/AAAAAAAAAWA/Oqktn2r97Io/s1600-h/shalat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUs7c12zMNI/AAAAAAAAAWA/Oqktn2r97Io/s320/shalat.jpg" width="105" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang yang melakukan meditasi dan relaksasi. Jika kita pernah mendengar lirik lagu &lt;i&gt;Tombo Ati &lt;/i&gt;yang didendangkan budayawan kondang Emha Ainun Nadjib bersama kelompok musik Kiai Kanjeng, tahajud disebut sebagai salah satu pengobat hati. Sebab shalat sunah yang ditunaikan di keheningan malam itu, mengantarkan orang yang menunaikannya menjadi lebih dekat dengan Allah. &lt;b&gt;Hati yang dekat dengan Tuhannya adalah hati yang damai&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Orang yang rindu tahajud adalah orang yang mempunyai kadar keikhlasan lebih&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;. Ia rela untuk menghentikan kelelapan tidurnya dan bersimpuh pada Sang Khalik. Alquran memuji mereka dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat peraduan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tahajud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari. Banyak kalangan menyatakan bahwa idealnya masa tidur di malam hari adalah enam hingga delapan jam. Tidur di malam hari akan memberikan energi baru bagi seseorang untuk melakukan aktivitasnya di pagi hingga siang hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Namun kemudian muncul sebuah pendapat lain dari seorang ilmuwan bernama Ray Meddis. Ia menyatakan bahwa &lt;b&gt;&lt;i&gt;masa tidur yang sempurna hanyalah tiga hingga empat jam setiap harinya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Seseorang akan mengalami deep slep sekitar tiga hingga empat jam saja. &lt;b&gt;Tentu seorang Muslim mampu memanfaatkan sisa masa tidur itu untuk memadu cinta dengan Tuhannya, melalui shalat tahajud&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit daripadanya. Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran dengan perlahan-lahan.” (Al-Muzammil [73]: 2-4).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Seorang ilmuwan Muslim asal Mesir, Fadhlalla Haeri, menyatakan bahwa ayat tersebut memberikan panduan bagi muslim untuk mencapai keseimbangan. Di sisa masa istirahatnya, tiga jam masa efektif tidur malam, maka ia pun semestinya bangun untuk menjalankan aktivitas yang bermanfaat. &lt;u&gt;Bangun di waktu malam adalah salah satu aktivitas yang memberikan manfaat.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;ia menambahkan, pada saat itu energi did lam tubuh seseorang berada dalam kondisi rndah. Selain itu, medan refleksi juga begitu bersih. Dalam tradisi India, kondisi seperti itu disebut sebagai tahap pembentukan kesadaran yang terjadi pada titik energi ketujuh atau cakra mahkota. Dampaknya, akan meningkatkan intuisi seseorang dan kesadaran diri untuk mampu mengendalikan emosi negatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menurut Haeri, pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang melakukan meditasi dan relaksasi atas kelenjar pineal. Ini akan menspiritualkan intelektual sesorang disertai dengan kemampuan personal untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah serta menjalin hubungan yang harmonis dengan sesamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tak hanya itu, pada saat matahari terbenam, &lt;b&gt;kelenjar pineal mulai bekerja dan memproduksi hormon melatonin dalam jumlah besar dan mencapai puncaknya pada pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari&lt;/b&gt;. Hormon inilah yang kemudian menghasilkan turunan asam amino trytophan dalam jumlah besar pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tahukah Anda? &lt;b&gt;Tahajud menjadi sarana untuk mempertahankan melatonin dalam jumlah yang stabil&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Hormon melatonin akan membentuk sistem kekebalan dalam tubuh dan membatasi gerak pemicu tumor seperti estrogen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;. Haeri mengungkapkan bahwa pada masa kanak-kanak melatonin yang ada di dalam tubuh berjumlah 120 picogram. Namun jumlah tersebut akan semakin menurun pada usia 20  30 tahun. Selain secara alamiah, pengurangan jumlah melatonin di dalam tubuh juga diakibatkan adanya pengaruh eksternal, seperti: tidur larut, medan elektromagnetik, dan polutan kimia misalnya pestisida, yang pada akhirnya menyebabkan &lt;b&gt;penyakit tekanan darah tinggi dan sakit kepala&lt;/b&gt;. Pada titik tertentu bahkan &lt;b&gt;menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kafein yang terkandung di dalam kopi, teh hitam, dan soda tertentu juga akan menyebabkan kemampuan antioksidan melatonin berkurang. Keadaan ini akan membahayakan sel-sel tubuh saat seseorang tengah terjaga. Dengan demikian, kata Haeri, &lt;b&gt;yang harus menjadi perhatian adalah bukan kuantitas tidur seseorang untuk memberikan kebugaran pada tubuh, tetapi justru kualitas tidur&lt;/b&gt;. Tiga jam adalah waktu yang cukup untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tahajud tidak hanya memberikan pengaruh pada posisi melatonin. Gerakan ibadah di sepertiga malam terakhir ini juga memberikan pengaruh tertentu pada tubuh. Setidaknya, pada saat berdiri tegak dan mengangkat takbir secara tidak langsung akan membuat rongga toraks dalam paru-paru membesar. Ini akan menyebabkan banyak oksigen yang masuk ke dalamnya. Ada kesegaran yang dirasakan ketika seseorang dapat menghirup udara segar ke dalam paru-parunya di keheningan malam itu. Pada saat sujud, seluruh berat dan daya badan dipindahkan sepenuhnya pada otot tangan, kaki, dada, perut, leher, dan jari kaki. Proses ini dilakukan berulang-ulang sesuai jumlahrakaat shalat tahajud yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Setelah oksigen masuk ke dalam paru-paru, oksigen diedarkan ke seluruh tubuh dengan lancar karena adanya pergerakan otot selama ruku’ dan sujud. Selain itu, dalam shalat seseorang juga melakukan gerakan duduk di antara dua sujud dan tahiyat yang menyebabkan adanya gerakan tumit, pangkal paha, jari tangan, jari kaki, dan lainnya. Tentu peredaran oksigen akan menjadi lancar.(dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-4325792998321290043?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/4325792998321290043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/menyingkap-rahasia-sains-tahajud.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4325792998321290043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/4325792998321290043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/menyingkap-rahasia-sains-tahajud.html' title='MENYINGKAP RAHASIA SAINS TAHAJUD'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUs7c12zMNI/AAAAAAAAAWA/Oqktn2r97Io/s72-c/shalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-2746515978616236973</id><published>2008-12-19T13:04:00.002+07:00</published><updated>2009-01-08T14:00:16.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; ArGuMenTatios'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos;DoctorZone'/><title type='text'>SUJUD BIKIN CERDAS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUs5yfUMDqI/AAAAAAAAAVo/XxSm8wQYXmw/s1600-h/sujud.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUs5yfUMDqI/AAAAAAAAAVo/XxSm8wQYXmw/s320/sujud.jpg" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUs50zQ4pDI/AAAAAAAAAVw/Vzn7ewPrv3M/s1600-h/shalalalal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;    Shalat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia.  Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;mendirikan sholat, sejak itulah ia  mulai menelisik makna &lt;/span&gt; &lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; manfaatnya. Sebab sholat diturunkan untuk  menyempurnakan fasilitas-Nya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun  menjalankan sholat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; TAKBIRATUL IHRAM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Postur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : berdiri tegak, mengangkat  kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian  bawah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Manfaat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Gerakan ini melancarkan aliran &lt;/span&gt; &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;, getah bening (limfe)  &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu  meregang sehingga aliran &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua  tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan  dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;   RUKUK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Postur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Rukuk yang sempurna ditandai  tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung  tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Manfaat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Postur ini menjaga kesempurnaan posisi &lt;/span&gt; &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; pusat  syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; maksimal pada  tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi  otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk  mencegah gangguan prostat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; I'TIDAL&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Postur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Bangun dari rukuk, tubuh  kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Manfaat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : I'tidal adalah variasi postur setelah rukuk &lt;/span&gt; &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  sebelum &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;. Gerak berdiri bungkuk berdiri &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; merupakan latihan pencernaan  yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami&amp;nbsp; pemijatan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;SUJUD&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Postur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Menungging dengan meletakkan kedua  tangan, lutut, ujung kaki, &lt;/span&gt; &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; dahi pada lantai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Manfaat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Aliran getah bening dipompa ke bagian leher &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kaya oksigen bisa mengalir  maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu,  lakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; mencukupi  kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi  wanita, baik rukuk maupun &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  kesehatan organ kewanitaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; DUDUK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Postur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Duduk ada dua macam! , yaitu  iftirosy (tahiyyat awal) &lt;/span&gt; &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada  posisi telapak kaki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Manfaat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha  yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nye ri  pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk  tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih  (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; saluran vas deferens. Jika  dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak  kaki pada iftirosy &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang  &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kemudian relaks kembali. Gerak &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; tekanan harmonis inilah yang menjaga.  kelenturan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; kekuatan organ-organ gerak kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; SALAM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Gerakan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Memutar kepala ke kanan &lt;/span&gt; &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; ke kiri secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Manfaat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Relaksasi otot sekitar leher &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kepala  menyempurnakan aliran &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  menjaga kekencangan kulit wajah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri  wanita luar dalam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; PACU KECERDASAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Gerakan &lt;/span&gt;   &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; dalam sholat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia  menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri.  Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari  sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar  manusia pada derajat setinggi?tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  secara rutin, pembuluh &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan  &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;. Pada saat &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan  &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; yang  tumakninah &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat  pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan  Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam?diam melakukan  riset pengembangan khusus mengenai gerakan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; PERINDAH POSTUR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Gerakan-gerakan dalam sholat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya  untuk melenturkan tubuh &lt;/span&gt;  &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; melancarkan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;peredaran&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;darah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;. Keunggulansholat  dibandingkan gerakan lainnya adalah sholat menggerakan anggota tubuh lebih  banyak, termasuk jari kaki &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; tangan. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; adalah latihan kekuatan untuk otot  tertentu, termasuk otot dada. Saat &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;, beban tubuh bagian atas ditumpukan  pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada,  bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih  indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; MUDAHKAN PERSALINAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Masih dalam pose &lt;/span&gt;  &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  pinggang terangkat melampaui kepala &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; dada, otot-otot perut (rectus abdominis  &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ  di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; lama. Ini menguntungkan wanita  karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kemampuan mengejan  yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kuat,  maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; menyebabkan tubuh  dapat mengembalikan serta mempertahankan organ organ perut pada tempatnya  kembali (fiksasi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; PERBAIKI KESUBURAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Setelah &lt;/span&gt;  &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sujud&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; adalah gerakan duduk. Dalam sholat ada dua macam sikap duduk,  yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang  terpenting adalah turut berkontraksinya otot?otot daerah perineum. Bagi wanita,  inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang  persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; saluran kemih. Saat duduk  tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus  diletakkan di atas telapak kaki kiri &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; tumit kaki kanan harus menekan pangkal  paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri akan memijit &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; menekan daerah  perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah  perineum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; AWET MUDA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Pada dasarnya, seluruh gerakan sholat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh  lentur, kerusakan sel &lt;/span&gt;  &lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara  rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun  berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.Gerakan terakhir, yaitu  salam &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; menengok ke kiri &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kanan punya pengaruh besar pada ke­kencangan.  kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; leher. Yang tak kalah  pentingnya, gerakan ini menghindarka wanita dari serangan migrain &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; sakit  kepala lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;i style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dari berbagai sumber&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br style="background-color: white; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3531486354406277078-2746515978616236973?l=liza-fathia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liza-fathia.blogspot.com/feeds/2746515978616236973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/sujud-bikin-cerdas.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2746515978616236973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3531486354406277078/posts/default/2746515978616236973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liza-fathia.blogspot.com/2008/12/sujud-bikin-cerdas.html' title='SUJUD BIKIN CERDAS'/><author><name>lizjourneys</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_a_DSBq7KI4g/SEAb0ohNK5I/AAAAAAAAAAU/ULymG0f1ZCA/S220/liza+n+ami+002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUs5yfUMDqI/AAAAAAAAAVo/XxSm8wQYXmw/s72-c/sujud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3531486354406277078.post-3520687453399602580</id><published>2008-12-18T16:32:00.002+07:00</published><updated>2009-01-08T14:10:45.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan pena seorang LIZA'/><title type='text'>AKU DAN RUMPUT LIAR</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUob_ab3V9I/AAAAAAAAAVI/13UQJ_-UuQI/s1600-h/LIZA.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://1.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUob_ab3V9I/AAAAAAAAAVI/13UQJ_-UuQI/s400/LIZA.jpg" width="107" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUocBbj2ipI/AAAAAAAAAVQ/EyDqdCBM34s/s1600-h/rumput+liar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="http://4.bp.blogspot.com/_a_DSBq7KI4g/SUocBbj2ipI/AAAAAAAAAVQ/EyDqdCBM34s/s320/rumput+liar.jpg" width="182" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;aku = rumput liar ????&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAITDAC%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype _moz-userdefined="" name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype _moz-userdefined="" name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;rumput liar &lt;span style="color: #666666;"&gt;kecil menatap langit mohon keadilan&lt;/span&gt;&lt;o:p _moz-userdefined="" style="color: #666666;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;diadukannya pada tuhan tentang nasibnya yang &lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;malang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Tuhan,kenapa kau jadikan aku jadi rumput liar? ditempatkan di tempat paling rendah di muka bumi,diinjak- injak setiap hari,diludahi, dicabuti, tidakkah kau kasihan padaku?”&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;tuhan menjawab dalam diam&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;angin berhembus riang&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;hingga sang ayah datang&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;tersenyum memandang&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;dan dia berkisah&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;tentang perjalanan hidupnya yang susah&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;selalu dilanda gelisah&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;suatu hari waktu ayah masih muda ayah juga bertanya serupa tentang nasib rumput liar yang tiada guna&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;begini nak, dulu ayah lahir di hutan ditengah ribuan hewan&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;keluarga kita banyak sekali dan kita hidup berdampinga&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;kami hidup saling menolong,saling membantu&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;bagi kami hidup itu satu&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;pagi hari ketika matahari menampakkan sinarnya,hari itu kehidupan dimulai&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;pak rusa datang bersama keluarganya ke tempat kami&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;ibu beruang juga tak pernah absen dengan anak-anaknya yang berlari kesana kemari&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;pak kuda,ibu kuda,anak kuda semua datang dengan ceria&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;keluarga gajah tiba dari kejauhan,besar- besar&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;munki si monyet hanya memandang dari atas pohon mengikik tanpa henti&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;angin berhembus ringan membelai kami&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;sungguh hari yang damai…&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;pemandangan selanjutnya adalah mereka semua sarapan bersama&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;dan kau tahu nak apa menu pagi itu?&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;sekelompok rumput liar! rumput liar! sungguh menyedihkan!&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;mereka yang semula terlihat ramah,manis dan baik tiba-tiba menarik kami,mencabuti kami,menelan kami!&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;pamanku dan bibi-bibiku lebih dulu dimangsa para rusa&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;nenekku,dia tersangkut di gigi kuda&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;saudara-saudaraku juga tak ketinggalan&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;lebih ganas dicabut para gajah tanpa ampun&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;untung saja aku terselamatkan oleh kedatangan para macan&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;citah-citah itu berlari dengan gesit,secepat kilat menangkap para herbivora yang tak waspada&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;HAP!! tertangkap!&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666
